
"Harusnya disini sudah cukup dalam tapi kenapa aku masih saja tidak menemukan tempat itu" Yuuto menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena kesal
Yuuto masuk lebih dalam karena ingin pergi ke tempat ada air mata dewa namun setelah berpisah dengan Rey beserta para pahlawan lainnya, Yuuto telah masuk sejauh 40km namun sama sekali tidak menemukan apa-apa selain monster
"Maaf!!, apakah tempat yang anda ingin cari adalah kolam air mata dewa?" Tanya Lumia dengan ragu
"Oh kau masih hidup, ku kira tadi hanya mengangkat mayat saja" Ucap Yuuto dengan datar
"Iya, saya masih hidup" Ucap Lumia dengan lembut
Walau begitu sebelumnya Lumia hampir beberapa kali mati sebab terguncang-guncang terutama ketika Yuuto sedang bertarung dirinya hanya bisa menonton sambil terombang-ambing karena tangan bayangan yang menggegamnya terhubung ke Yuuto
"Jika kau tau tentang kolam air mata dewa maka katakanlah, Setidaknya kau bisa lebih berguna dari pada hanya menghabiskan Manaku" Ucap Yuuto
"Baik, Kolam air mata dewa hanya bisa dimasuki Mereka yang Dipilih Dewa beserta Makhluk hidup yang memiliki Darah Bangsawan Celestial" Ucap Lumia tanpa ragu
"Hmm mereka yang dipilih dewa artinya para pahlawan sedangkan makhluk hidup yang mempunyai darah celestial artinya keluarga kaisar Youm" Ucap Yuuto sekali lagi untuk memastikan
"Iya, jika tidak memiliki syarat tersebut maka harus melawan seribu monster rank SSS yang merupakan bawahan bahamuth" Ucap Lumia tanpa adanya kebohongan
"Tapi kenapa bahamuth hanya membuat aturan seperti itu, aku tak ingat dalam cerita ada hal seperti ini" Tanya Yuuto
"Iya, ini merupakan rahasia kekaisaran yang hanya diketahui oleh orang-orang yang sangat penting, Sebenarnya tidak lama setelah bahamuth kembali ke hutan kematian, Dia mendatangi kekaisaran celestial yang saat itu di pimpin kakek buyutku dengan wujud manusia
Bahamuth saat itu berkata jika dia meminta maaf kepada seluruh ras manusia yang telah dia bunuh, Atas permintaan maafnya Bahamuth mengizinkan Para Pahlawan beserta keluarga kaisar untuk mengambil beberapa tetes air mata dewa setiap 100 tahun sekali" Jelas Lumia
"Hmm, menarik... Kalau begitu kenapa dari tadi aku tak menemukan Kolam air mata dewa ini" Ucap Yuuto dengan bingung
Walau jobnya berubah namun Yuuto tetaplah salah satu pahlawan yang dipanggil ke dunia ini walau tidak disukai banyak orang
"Itu karena anda tidak memenuhi syarat untuk memasuki kolam air mata dewa" Ucap Lumia tanpa ragu
"Hmm, yah kalau begitu aku hanya perlu melawan monster saja" Ucap Yuuto dengan enteng
"Apa anda serius? 1000 Monster rank SSS bukan hal yang mudah untuk dikalahkan, bahkan untuk orang sekuat anda" Lumia mengira Yuuto telah putus asa karena tidak menemukan kolam air mata dewa
"Hmph, kau tidak usah banyak bicara, kau ini sandera dan juga umpanku, Kalau kau takut kau bisa pergi dari sini" Ucap Yuuto tanpa rasa peduli
"Pergi darimu sama saja dengan mati, di hutan ini hanya dirimu yang bisa melindungiku , karena itu Lumia akan tetap mengikuti anda" Ucap Lumia tanpa rasa takut
"Ya terserah kau saja" Yuuto lanjut bergerak dengan Lumia yang masih digenggam tangan bayangan menuju dalam hutan
Yuuto baru berhenti ketika telah masuk sejauh 103km karena merasakan keberadaan 1000 Monster sejauh 100M ke depan yang setidaknya sekuat Rank SSS
"Bocah, Kau bisa diam sebentar disini, usahakan untuk bersembunyi, aku akan mengurus yang di depan" Ucap Yuuto kepada Lumia dengan serius
"Maaf merepotkan anda, Lumia akan sebaik mungkin bersembunyi disini" Ucap Lumia dengan gugup
"Yah mustahil kau tidak gugup, siapapun bisa merasakan aura mengerikan itu, kau cukup percaya aku akan kembali dan jangan merepotkan" Yuuto menurunkan Lumia dengan tangan bayangannya dan pergi menuju garis depan untuk membantai seluruh monster
"Lumia pasti akan sembunyi dengan aman, karena itu pulanglah dengan selamat" Gumam Lumia sambil bersembunyi di samping pohon
[---------------]
"Observation"
Name : -
Race : Black bird Thunder
Level : 856
Title : Emperor
Name : -
Race : Black Snake Poison
Level : 875
Title : Emperor
Name : Burakku
Race : Black Bird Thunder
Level : 978
Title : Sovereign
Name : Sanda
Race : Black Snake Poison
Level : 993
Title : Sovereign
"Uhh ini akan cukup merepotkan" Gumam Yuuto
Yuuto tak yakin jika kedua Monster yang memiliki nama itu termasuk Monster Rank SSS mengingat level mereka tembus 900
Apalagi title mereka Sovereingn yang artinya mereka adalah Penguasa ras mereka sendiri dan mungkin hanya ada beberapa Sovereingn di dunia ini
"Yah, kalau begini setidaknya levelku harus tembus 1000" Gumam Yuuto
"Pertama akan kuputuskan party ini, akan rugi besar jika harus bagi 2 exp dengan Lily"
Apakah anda ingin membubarkan party?
"Ya"
Party Telah Dibubarkan
"Hmm setidaknya ada 499 Black Bird Thunder berlevel 800an dan 499 Black Snake Poison berlevel 800an sedangkan sisanya 2 monster bernama ini" Gumam Yuuto dengan tenang
'Ya, biarlah, lagi pula sudah lama aku tak melepas kekuatan sebesar ini' Pikir Yuuto
"**Manusia, apakah engkau ingin melawan kami**"
"**Manusia, Lebih baik pulang dan pergi daripada mati**"
Yuuto mengedipkan matanya ketika mendengar kedua monster Sovereign berbicara dengan bahasa manusia
"jika kalian memang berbicara maka aku akan menjawab... aku akan bertarung" Yuuto melepaskan seluruh aura miliknya tanpa menyembunyikan sedikit pun
Aura gelap yang menakuti siapa saja yang melihatnya dan mampu menebar teror ke seluruh dunia
Tekanan yang dihasilkan aura Yuuto bahkan menekan para monster Sovereign hingga tidak bisa berdiri dengan benar terkecuali Black Snake Poisen yang tidak mempunyai kaki
"**Manusia... Kuat**"
"**Melawan... Bunuh**"
"**PASUKAN SERANG MANUSIA ITU**" Ucap keduanya secara bersamaan
KWAAAAK
GROARR
SSSSSSS
(Dah lah ampun, bayangin aja suara burung ama uler, gw gak tau kek mana suaranya)
Ratusan Black Bird Thunder dan Black Snake Poisen mendekati ke arahnya dengan cepat
"Aku ini spesialisnya menghancurkan sekelompok makhluk hidup" Gumam Yuuto
Seketika ratusan lingkaran sihir berwarna hitam muncul dari arah belakang Yuuto
"Dark Manipulation : Dark Laser"
Dari setiap lingkaran sihir, keluar sebuah Laser Hitam yang berjumlah ratusan yang langsung membor-bardir para monster
You Killed One Black Bird Thunder
*You Killed One Black Snake Poison*
You Killed One-
Walau telah banyak yang terbunuh namun Yuuto tak menghentikan serangannya karena masih ada beberapa yang selamat
Hingga 5 menit berlalu baru lah Yuuto menghentikan sihir Dark Laser karena tidak ada lagi pesan yang masuk
Ketika Dark Laser menghilang, Dihadapan Yuuto yang sebelumnya begitu banyak monster kini hanya tersisa 2
Bahkan pepohonan yang sebelumnya hijau menjadi tandus akibat Sihir Yuuto yang begitu merusak
"**Manusia... Siapa Namamu**" Tanya Sovereign Black Bird Thunder atau yang namanya Burakku
"Yuuto" Jawabnya singkat
"**Pss Yuuto, Kau kuat, Siapa dirimu, Kenapa dirimu ingin pergi ke kolam mata air dewa**" Ucap Sovereign Black Snake Poison Atau yang namanya Sanda
"Jangan memberikan pertanyaan konyol seperti itu, Aku akan terus terang saja... Karena ingin menjadi lebih kuat, Mata air dewa yang diberi penguasa naga sudah pastinya begitu berharga kan" Ucap Yuuto secara terang-terangan
"**Manusia Unik, Kau satu-satunya manusia yang dengan santainya berkata seperti itu dihadapan kami para Sovereign**" Ucap Burakku
"**Pss, Serang atau lepas**" Ucap Sanda
"**Manusia... Yuuto, telah menyerang kita, Lebih baik mati di pertempuran dari pada kabur seperti pengecut**" Ucap Burakku
"**Bunuh... Yuuto**" Ucap Sanda
Akhirnya Burakku terbang ke langit dan bersiap untuk melancarkan serangan sedangkan Sanda menegakkan tubuhnya dan memuntahkan Bola Hitam yang merupakan racun hitam
Yuuto cukup menghindarnya dengan ke samping terus menerus namun dari atas langit, Burakku entah bagaimana caranya mengirimkan sebuah Petir untuk menyambarnya
Namun Yuuto berhasil menghindar walau cukup susah karena terlalu mendadak
"Hmm keren juga, tapi akan kubereskan dari yang lemah" Gumam Yuuto
"**Burakku.... Terbang setinggi mungkin**" Teriak Sanda ketika merasakan Mana Dalam jumlah besar di tangan dan Kaki Yuuto
"Shadow Manipulation : Shadow Teleport"
Yuuto menghilang dan muncul di belakang Burakku menggunakan Bayangannya sebagai media teleportasi
"Dark Manipulation : Dark Desturction Touch"
Seperti namanya, Dark Destruction Touch yang mana Sihir yang sangat mengerikan karena pengguna skill harus memadatkan Mana miliknya di tangan sebanyak mungkin
Yuuto bahkan menggunakan 25% dari seluruh total mananya yang dipadatkan di salah satu tangannya
Mana yang Yuuto gunakan adalah Mana Kegelapan, ketika Yuuto memadatkannya di tangannya seluruh tangan itu menjadi warna hitam pekat
Cukup dengan 1 sentuhan jari Yuuto, Sovereign Black Bird Thunder atau Burakku menjadi lenyap atau singkatnya hancur berkeping-keping tanpa menyisakan apa-pun kecuali darahnya yang muncrat kemana-mana bahkan mengenai sebagian wajah Yuuto
"Ah, darahnya mengenai wajahku" Gumam Yuuto
"Yah, padahal aku hanya mengerahkan 25% tapi Langsung mati begini, tidak asik sama sekali" Ucap Yuuto dengan dingin
Yuuto mengarahkan kepalanya ke arah Sanda secara perlahan dan menatapnya dingin
Mata merah yang menyala di sore hari, Rambut hitam kemerahan yang tertiup angin sore, Pandangan dingin dan senyuman tipis membuat seluruh tubuh Sanda menggigil ketakutan
"**Manusia, siapa kau sebenarnya**" Tanya Sanda
"Sudah kubilang, Aku Yuuto... Apa kau tak bisa mendengarkanku?" Ucap Yuuto dengan santai
"Percuma berbicara dengan makhluk yang akan mati, membuang waktuku saja kan" Yuuto tersenyum tipis dan mulai mengumpulkan Mana Kegelapan dalam jumlah banyak di tangan kirinya walau jumlahnya tak sebanyak sebelumnya
Sanda yang menyadari Yuuto akan menggunakan Sihir yang membunuh Burakku menjadi panik, Walau dirinya lebih kuat dari Burakku tapi tetap saja jika keduanya bertarung maka Sanda akan menang walau terluka cukup parah
Sedangkan serangan Yuuto sebelumnya benar-benar tidak menyisakan sedikit pun tubuh Burakku kecuali darah
Dari hal itu saja Sanda sadar jika terkena serangan yang sama maka dirinya akan mati tanpa perlawanan
'**Manusia ini akan membunuhku, aku akan mundur saja dari pada mati konyol**' Pikir Sanda
Dengan gesit Sanda Menuju Yuuto namun hanya lewat bawah karena Yuuto sedang terbang
Arah Sanda pergi ternyata adalah tempat Lumia bersembunyi
Yuuto mengetahui hal itu namun hanya membiarkannya karena Jaraknya masih agak jauh dari tempat Lumia bersembunyi
"**Ssss, tak kusangka manusia itu begitu kuat**" Gumam Sanda sambil terus merayap menjauh
'Kenapa?, Kenapa monster ini pergi ke sini, Dimana Yuuto, Tenanglah, kalau aku bersuara aku akan ketahuan' Pikir Lumia
Sanda tepat berhenti di samping kanan pohon yang digunakan Lumia bersembunyi, Lumia bersembunyi di sisi kiri Pohon sedangkan Sanda tepat di Sisi Kanan
"**SSS bau manusia**" Gumam Sanda ketika mencium bau-bau seorang manusia
'Aku akan ketahuan, Kumohon... Tolong aku Yuuto' Pikir Lumia yang sedang menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"**Sssss Disini kau rupanya**" Sanda merayap dari belakang pohon dan muncul di belakang Lumia
"KYAAAAAAAAA" Lumia berteriak dengan penuh rasa ketakutan ketika dirinya ditemukan Sanda
"**Ssssss kau memiliki bau manusia tadi, sepertinya kau kenalannya, Akan kumakan dirimu agar aku bisa menyamar menggunakan tubuhmu**"
Sanda meluncur ke arah Lumia dan membuka mulutnya lebar-lebar bersiap untuk menelan Lumia hidup-hidup
"TOLONG AKU, YUUUTOO" Teriak Lumia dengan air mata yang menetes
"Dark Manipulation : Dark Destruction Touch"
Yuuto muncul dihadapan Lumia dan menyentuh hidung Sanda dengan tangannya yang penuh Mana Kegelapan
Akibat terkena Sentuhan dari Dark Destruction Touch wajah sanda meledak dan membuat hujan darah
Selain bagian wajah yang hilang, Seluruh badan Sanda masih baik-baik saja
"Sepertinya kali ini berhasil" Gumam Yuuto
"Y-Yuuto" Lumia mendekap Yuuto dari belakang dengan penuh ketakutan
Air matanya tidak bisa berhenti menetes, Yuuto memahaminya karena Lumia baru saja hampir mati jika bukan Yuuto yang menyelamatkannya