Shadow Monarch

Shadow Monarch
Chapter 27 Menuju Air Mata Dewa



"Uhh menyedihkan, Bagaimana bisa Lumia mengompol" Gumam Lumia dengan perasaan sedih


"Tapi ini bukan salah Lumia, benar ini salah Yuuto, dia yang mengagetkan Lumia sampai seperti ini"


'Bagaimana ini, Ini sangat memalukan... Tapi Yuuto telah menyelamatkan Lumia dari kematian beberapa kali jadi anggap saja kejadian tadi hanya balasan atas perlindungan Yuuto' Pikir Lumia


'Tapi kalau tak salah Pria menyukai hal-hal seperti itu kan, Harusnya Yuuto juga menyukainya' Lumia menenggelamkan tubuhnya hingga mulut dan membuat gelembung dengan mengeluarkan udara dari mulut


'Ah benar, Anggap saja ini balasan Yuuto atas kebaikannya' Lumia berdiri secara tiba-tiba dan membuat air di sekitarnya terciprat kemana-mana


'Uhh Dada ini masih saja kecil seperti dulu' Lumia kembali meneggelamkan dirinya hingga mulut dan membuat gelembung dengan mengeluarkan udara dari mulutnya


'Ah Pakaianku harus dicuci' Lumia berdiri dan berjalan ke pinggir Sungai untuk mengambil Pakaiannya


"Uhh Baunya" Gumam Lumia ketika mencium bau pakaiannya


"Ini harus dicuci dengan bersih" Lumia pun mulai mencuci pakaiannya dengan air sungai hingga bersih bahkan tidak ada bau aneh lagi


"Uhh Kulitku keriput karena terlalu lama terkena air" Gumam Lumia ketika melihat kulit jarinya yang mengkeriput


Lumia mau tak mau harus mencuci tanpa mengenakan pakaian sedikit pun karena Pakaiannya satu-satunya telah kotor dan sedang di cuci


"Uhh ini sangat memalukan untuk seorang Tuan Putri sepertiku" Gumamnya dengan wajah merona


Lumia sadar jika dirinya baru saja Bugil di tengah hutan yang cukup lebat dengan cukup tenang


Tidak sekalipun Lumia pernah berpikir akan mencuci pakaiannya di tengah hutan, tepat di samping sungai tanpa Mengenakan pakaian sedikit pun


"Sekarang tinggal jemur" Lumia bersiap untuk menjemur pakaiannya namun sadar jika harus menjemur di atas dahan Pohon


Yang artinya sama saja Lumia harus berjalan tanpa mengenakan pakaian menuju Pohon terdekat yang mana jauhnya 19 Meter


Atau Lebih mudahnya Lumia harus melangkahkan kakinya sebanyak 63 Langkah


Untuk berjalan 10 Langkah saja Lumia sama sekali tidak berani apalagi 63 Langkah


"Bagaimana ini, Apa Lumia minta tolong Yuuto saja" Gumam Lumia


"Sudahlah, lebih baik Lumia minta tolong saja" Ucap Lumia dengan pasrah


"Yuuto, kau bisa mendengar Lumia, Bisa kesini sebentar tapi tolong bawakan Selimut yang disana" Ucap Lumia dengan suara yang cukup lantang


Yuuto yang mendengar panggilan Lumia pun membawa Selimut sesuai ucapannya dan berjalan ke sana


Ketika terus berjalan Yuuto terdiam sejenak ketika melihat Lumia berdiri tidak jauh dari hadapannya


Dengan tangan Kanan yang menutupi dadanya dan tangan kiri yang menutupi bagian bawah tubuhnya


Pemandangan tersebut terlalu menggoda bagi Laki-Laki seperti Yuuto


Namun dirinya menggelengkan kepala dan terus berjalan hingga telah dekat dengan Lumia


"Ini Selimutnya" Yuuto menyelimuti tubuh Lumia hingga benar-benar Tubuh Lumia dikelilingi selimut


"Baik... Terima kasih" Ucap Lumia dengan wajah yang merah merona


"Mana pakaianmu, Biar kujemurkan" Ucap Yuuto dengan bingung


"Ah ini pakaianku, Tolong jemurkan Yuuto" Lumia menyerahkan Gaun, ****** *****, Dan Bra miliknya kepada Yuuto dengan wajah yang merah merona karena malu


"Ah baiklah" Yuuto berjalan menuju pohon terdekat dan membuat gantungan Baju dari Elemen Bayangannya untuk menggantung Pakaian Lumia


"Apa itu Yuuto" Tanya Lumia dengan ekspresi kebingungan sebab tidak pernah melihat gantungan Baju


"Itu Gantungan Baju, sesuai namanya itu bisa digunakan untuk menggantung Baju atau pakaian lainnya karena di ujung kanan dan Kiri Gantungan Baju terdapat semacam kaitan yang bisa digunakan untuk menggantuk Bra


Dan ini juga memiliki sisi atas, sisi bawah dan Sisi tengah yang kosong, Kau dapat meletakkan ****** ***** Di tengah-tengahnya" Jelas Yuuto


"Hebat, kau bisa memikirkan ide unik seperti ini" Lumia hanya bisa terkagum-kagum tanpa menyadari jika Yuuto hanya menggunakan Ide dari dunia lamanya


"Ya kurasa begitu, Sementara menunggu Pakaianmu Kering aku akan memasak sarapan" Yuuto mengeluarkan Mayat Sanda dan juga beberapa potong kayu yang baru di potong Yuuto ketika menunggu Lumia mandi


"Tenang saja, aku tak akan melakukannya lagi" Ucap Yuuto dengan santai


"Baik, Lagi pula Lumia sudah lapar" Gumam Lumia sambil memegang perutnya dari dalam selimut


Yuuto menggunakan Metode Kuno yaitu menggosokkan Kayu dengan Kayu dengan cara memutar salah satu kayu pada batang kayu lainnya untuk menghasilkan api


Cara tersebut berhasil karena Yuuto memutar Kayu yang digunakan untuk membuat Api dengan kecepatan yang abnormal


Setelahnya Yuuto menumpuk beberapa kayu dengan rapi di atas Kayu yang telah terbakar agar dapat membuat api yang lebih besar


"Yosh Api Unggun siap" Gumam Yuuto


"Hebat, Tanpa Menggunakan Mana Api pun Yuuto bisa menghasilkan Api yang lumayan besar ini" Ucap Lumia dengan kagum


"Tapi daging monster tidak mudah dimasak apalagi yang berlevel tinggi" Ucap Lumia dengan lesu


Lumia mengira jika mustahil Api buatan Yuuto membakar Daging Sovereign Black Snake Poison yang sangat keras


"Lihat ini" Yuuto mendekatkan telapak tangannya ke Api Unggun kemudian mengalirkan Mana Murni ke telapak tangannya dan mengeluarkannya dari telapak tangan tanpa di rubah ke elemen apapun melainkan hanya Mana Murni


Api Unggun yang sebelumnya cukup kecil menjadi sangat panas seolah dapat membakar apapun ketika Mana Murni yang dikeluarkan Yuuto mengenai Api Tersebut


Yuuto tak begitu khawatir dengan keadaan Lumia karena sebelum memperbesar Api, Yuuto telah terlebih dahulu melapisi tubuhnya dan tubuh Lumia beserta selimutnya dengan Mana Murni agar tidak terkena efek panas dari Api tersebut


"Kalau begini harusnya cukup kan" Ucap Yuuto dengan santai


"Ini Api terkuat yang pernah kutemui, Harusnya ini sudah cukup kalau hanya untuk membakar Daging monster itu" Ucap Lumia dengan penuh perasaan kagum


"Baguslah kalau begitu aku akan menyelesaikan ini lagi" Yuuto membuat Dark Knife atau Pisau Kegelapan dan menggunakannya untuk melepas Sisik Sanda serta untuk memotong daging hingga membuang bagian yang tak bisa dimakan


"Aku baru pertama kali melihat Seseorang menggunakan Sihir untuk hal seperti ini" Ucap Lumia dengan kagum


Yuuto memahami apa yang dimaksud Lumia, Jika dirinya tidak mempunyai Skill Dark Manipulation sekali pun dirinya mungkin akan kesusahan membuat Dark Knife


Dengan Skill Dark Manipulation dirinya hanya perlu menyalurkan Mana Kegelapan dan membayangkan apa yang akan dibuat maka keluarlah apa yang dibayangkannya


Jika tanpa Skill Dark Manipulation mungkin Yuuto harus terus berkonsentrasi selama menggunakan Sihir karena jika tidak maka Sihirnya akan secara otomatis tercancel atau terbatalkan


"Ya, ini mungkin biasa saja bagiku" Gumam Yuuto dengan santai


"Emm, aku mungkin menggunakan itu saja" Yuuto berjalan menuju ke pohon terdekat dan menebang salah satu dahannya untuk membuat Tusuk Sate yang akan digunakan Yuuto sebagai Tusuk Sate Ular


"Tinggal potong saja sampai bagian terkecil kan" Dengan Dark Knifenya Yuuto memotong Kayu kecil-kecil hingga sebesar Tusuk Sate


"Uhh 1 Dahan Kayu saja bisa menghasilkan ratusan tusuk sate, apa ini tidak kebanyakan" Gumam Yuuto


"Yuuto... Apa ini, Kayunya sangat kecil dan ujungnya runcing, apa yang ingin kau lakukan dengan ini" Tanya Lumia dengan ekspresi kebingungan


"Lihat saja" Yuuto tersenyum tipis sebelum akhirnya memotong kotak-kotak Daging Sovereign Black Snake Poison atau Sanda hingga semuanya telah dipotong menjadi kotak-kotak


"Daging ini kita tusukkan di sini sampai tidak muat lagi, dan sisakan bagian belakang untuk dipegang" Ucap Yuuto sambil memperagakan cara menusukkan daging ke Tusuk Sate


"Hebat, Daging yang ditusuk, pasti rasanya enak" Ucap Lumia dengan perut yang mulai keroncongan


"Kalau mau cepat bantu aku" Ucap Yuuto sambil terus menusukkan Daging ke Tusuk Sate


"Baik" Lumia mendekat ke arah Yuuto kemudian Duduk disampingnya dengan Selimut yang dijadikan Bantalan duduk oleh keduanya


Dengan perlahan Lumia mencoba menusukkan daging ke Tusuk Sate hingga selesai


"Bagus, teruskan saja dan tidak lama lagi akan selesai" Ucap Yuuto ketika melihat Satu Ular buatan Lumia


Keduanya pun mulai membuat Sate Ular dengan semangat walau hanya Lumia yang sebenarnya merasa semangat untuk melakukannya karena bagi Lumia itu adalah pengalaman pertamanya


Namun bagi Yuuto hal tersebut begitu membosankan karena tidak cocok untuk dirinya yang selalu bergerak


Butuh waktu setidaknya 3 Jam hingga mereka selesai dengan Proses pembuatan dan Pembakaran hingga sepenuhnya siap di makan


Selama 3 jam tersebut Yuuto dan Lumia telah membuat 523 Tusuk Sate Ular, Bahkan saking banyaknya Mereka berdua bingung akan di apakan sisanya


"Ambil berapa tusuk yang kau ingin, Sisanya akan kusimpan di Inv- Sihir Ruangku" Yuuto hampir saja keceplosan tentang Inventory miliknya namun dengan segera mengubahnya menjadi Sihir Ruang agar tidak ada kecurigaan


"Baiklah, kalau begitu Lumia ambil 10 Tusuk saja" Lumia mengambil 10 Tusuk Sate Ular dari tumpukan sate yang diletakkan di atas daun


Tentunya mereka menggunakan Daun yang lebar sebagai pengganti piring karena tidak ada lagi yang dapat dipakai


Bahkan tumpukan 523 Tusuk Sate semuanya ada di atas Daun Yang lebar agar tidak mengenai tanah


"Kalau kurang katakan saja, Lagi pula ini hanya Daging tanpa nasi" Ucap Yuuto dengan santai


"Baik, Yuuto" Ucapnya dengan senyum tipis


"Kalau begitu aku ambil 25 Tusuk Saja" Yuuto mengambil 25 Tusuk dan meletakkannya di atas daun kemudian menyimpan Sisa Sate yang tidak dimakan di dalam Inventory


"Emm Enak, rasanya begitu gurih, Manis, Pedas secara bersamaan" Ucap Lumia dengan ekspresi yang menunjukkan kebahagian


"Hmph tentu saja, Rempah yang ku pilih di hutan ini tentu akan menambah rasa makanan" Ucap Yuuto dengan senyum sombongnya


"Fufufu, Benar sekali" Ucapnya dengan senyum yang penuh akan kesenangan


Keduanya makan dengan lahap namun tidak mengambil Sate Ular kembali karena tidak menyangka 1 Tusuk Sate Ular saja sudah cukup mengenyangkan


Bahkan Lumia harus berdiam diri selama beberapa menit setelah menghabiskan makanannya


Sementara Yuuto hanya merasa itu memang mengenyangkan namun bagi Yuuto masih kurang tapi dirinya malas mengambil Sate lagi


"Uhh Kurasa sekarang waktunya pergi menuju Kolam Air Mata Dewa itu" Ucap Yuuto yang sedang duduk di samping Sungai


"Baiklah, Ayo berangkat" Ucap Lumia dengan semangat


"Iya..." Yuuto mengeluarkan Lengan Bayangan dan memegang Erat Lumia agar tidak jatuh selama perjalanan


"Eh seperti ini lagi" Ucapnya dengan rasa tidak percaya


"Akan menyusahkan jika berjalan lambat atau mengendongmu" Ucap Yuuto tanpa rasa bersalah sedikit pun


"Tapi-" Lumia terlambat berbicara karena Yuuto telah bergerak menuju Kolam Air Mata Dewa dengan panduan dari Sanda dan Burakku yang telah menjadi bawahannya