Shadow Monarch

Shadow Monarch
Chapter 24 Pergi bersama



Perjalanan para pahlawan bersama kedua tuan putri kembali berlangsung ketika Rey telah sadar dari pingsannya


Ketika Rey telah sadar dirinya kebingungan ketika melihat Yukina menangis dan yang lainnya berusaha menenangkannya


Rey yang melihat kejadian tersebut langsung menenangkan Yukina dengan lembut hingga dia telah tenang


"Sebenarnya apa yang terjadi ketika aku tidak sadarkan diri" Tanya Rey yang kebingungan


"Hiks....Sebenarnya...Aku...Monster...Tangkap...Putri...Lumia....Yuuto....Selamatkan...Jatuh...Tidak...Hormat....Marah...Hiks"


Ucapan Yukina tidak dapat dimengerti Rey karena dia berbicara dengan perasaan yang masih sedih


"Apa ada yang bisa menceritakan apa yang terjadi" Tanya Rey kepada yang lainnya


"Emm, Aku bisa menceritakannya" Lily mengangkat sebelah tangannya


"Lily...ceritakanlah" Ucap Rey dengan serius


"Baiklah" Lily pun mulai menceritakan mulai dari Rey yang pingsan hingga pada bagian Yukina menangis tanpa menyembunyikan apa-apa


"Jadi nama asli Ken adalah Yuuto, yah dia bisa menyembunyikan kekuatan jadi tidak aneh kalau namanya bisa disembunyikan juga" Gumam Rey dengan nada terkejut


"Tapi dia itu... terlalu keras kepada perempuan, bahkan sampai melepas tanggung jawabnya... aku harus bicara dengan Yuuto" Rey berdiri dan akan berjalan ke tempat pohon Yuuto bersantai


[-------------------]


'Dia datang juga' Pikir Yuuto ketika merasakan keberadaan Rey mendekat ke arahnya


"Ken tidak Yuuto, Aku tau kau bisa mendengarku, cepatlah turun ke bawah sini, aku ingin bicara 4 mata denganmu" Teriak Rey dari bawah


"Baiklah" Yuuto melompat dari atas pohon dan turun dihadapan Rey


"Apa-apaan tindakanmu tadi, Kenapa kau memarahi Yukina hanya karena hal kecil, Apa kau tidak tau diri, Dia itu Perempuan, Cobalah lebih lembut kepadanya" Ucap Rey dengan nada tinggi


"Hah, Hanya masalah kecil saja dibawa ribut, berpikirlah dengan otakmu bukan perasaanmu, Aku tak ingin meladeni bocah yang terbawa perasaan" Ucap Yuuto dengan dingin


Yuuto berjalan menjauh dari Rey dan akan kembali ke atas pohon lagi


"Tak akan kubiarkan...Spinning Wind Arrow" Rey menembakkan panah angin tepat di kaki tangan Yuuto untuk mencegahnya pergi namun


"Konyol" Yuuto memukul panah angin milik Rey dengan tangan kosong dan mematahkan sihirnya dengan mudah tanpa terluka


"Kuserahkan nyawa bocah itu pada kau" Yuuto melompat ke atas pohon dan membuat pelindung kegelapan yang mengitari tempatnya


"Tunggu Yuuto, Selama aku masih pingsan kenapa kau masih mengeluarkan auramu, Walau kau berkata tidak akan melindungi mereka tapi kau tetap menyebar auramu agar monster tidak mendekat" Ucap Rey dengan cukup keras


"Aku tidak melindungi mereka, aku hanya melindungi ketenanganku" Ucap Yuuto singkat


"Walau begitu kau bisa saja meninggalkan mereka, Dengan kekuatanmu hanya sedikit yang bisa mengancam nyawamu di tempat ini" Ucap Rey dengan serus


"Kalau begitu kutinggal saja kalian, lagi pula dengan kekuatanmu kalian bisa melarikan diri asal tidak bertemu SSS" Ucap Yuuto tanpa ragu


"Eh, kau tidak bercanda" Ucap Rey dengan ekspresi terkejut


"Iya, lagipula aku tidak dibutuhkan" Ucap Yuuto tanpa rasa ragu


"Tunggu dulu, Bagaimana denganku... Bukankah kau berjanji untuk menyelesaikan masalahku" Lily datang dari belakang dengan ekspresi kesal


"Aku akan menjemputmu ketika urusanku selesai, selama itu kau akan kutitipkan dengan Rey" Ucap Yuuto dengan ekspresi tidak peduli


"Kau tidak bercanda kan, bagaimana kalau aku mati" Ucap Lily dengan mata yang berair


"Iya, Jika kau mati akan kuanggap itu salah mereka, Sebagai balasannya akan Kugantung kepala Kaisar kalian di depan gerbang istana" Ucap Yuuto dengan penuh keyakinan


"Seperti katamu, Aku ini pria baik hati yang kejam, Urusanku akan merepotkan jika membawa seseorang yang lemah, karena itu diamlah disana dan jangab merepotkan mereka" Ucap Yuuto dengan datar


"Baik, kuharap kau menepati ucapanmu" Ucap Lily dengan nada murung


"Kalau begitu aku akan pergi sekarang" Yuuto berdiri dan siap untuk melompat pergi namun sebuah suara menghentikannya


"Tolong tunggu sebentar" Suara tersebut berasal dari Lumia yang sedang berjalan ke arah sana dengan cukup cepat


"Putri Lumia" Rey bertekuk lutut ketika Lumia mendekat ke arahnya


"Berdirilah paman Rey, ini di luar istana bukan di dalam, jadi anda tidak udah formal seperti itu" ucap Lumia dengan lembut


"Baik Lumia" Rey kembali berdiri dan menatap Yuuto yang berada di atas pohon


"Ada keperluan apa seorang Tuan Putri menghentikan tindakan penjahat ini" Ucap Yuuto dengan ekspresi datar


"Aku akan ikut denganmu" Ucap Lumia dengan penuh keyakinan


Sejenak suasana menjadi sunyi sebelum akhirnya


"EEEEEHHHHHH"


Seluruh orang yang mendengar ucapan Lumia begitu terkejut hingga berbicara dengan cukup keras


"Lumia, apa kau tidak salah bicara, Apa Yuuto yang memaksamu, Apa-"


"Sudahlah paman Rey, Lumia ingin ikut dengan dia sebagai penebusan rasa bersalah Lumia" Ucap Lumia dengan sedikit sedih


Siapapun tau selain Yukina juga ada orang yang tersakiti akibat ucapan Yuuto, orang itu adalah Lumia yang mana begitu tersakiti sebab karena dirinya tertangkap monster lah yang menyebabkan kelompok mereka terpecah belah


Namun Lumia tidak menangis seperti Yukina melainkan dirinya memendam perasaan tersebut agar tidak menganggu jalan pikirnya


"Kamu" Yuuto melompat turun dari atas pohonnya dan mendarat tepat dihadapan Lumia


"Apa menurutmu hal seperti itu bisa membuatku berubah pikiran" Ucap Yuuto dengan senyum dingin


"Tentu saja tidak tapi jika anda membawa Lumia maka Lumia bisa anda jadikan tumbal untuk melarikan diri ataupun sandera... Anda juga bisa menggunakan Lumia sesuka hati anda" Ucap Lumia tanpa rasa ragu


"Lumia, tolong tarik kata-kata anda, anda adalah Tuan Putri kedua kekaisaran Celestial, bagaimana mungkin anda mempertaruhkan harga diri anda disini" Ucap Rey yang tidak tahan dengan ucapan Lumia


"Diam Paman Rey, ini perintah" Lumia menggunakan kuasanya untuk memerintahkan Rey tidak ikut campur lebih lanjut


"Aku paling membenci wanita yang tidak menghargai dirinya sendiri..." Yuuto menyentuh Dagu Lumia dan mengangkatnya hingga setinggi dirinya


"Ibumu susah susah melahirkan mu dengan mempertaruhkan nyawanya dan anaknya justru dengan mudahnya berkata boleh melakukan apa saja ke dirinya, bukan kah itu sedikit keterlaluan" Mata merah Yuuto menatap dingin Lumia yang meronta-ronta agar lepas dari pegangannya


Yuuto melepaskan pegangannya dan membuat Lumia terjatuh kembali


"Hah hah hah, Untuk apa anda mempedulikan saya padahal anda sendiri membuat Kak Yukina menangis" Ucap Lumia


"Aku tak punya banyak waktu, mungkin aku bisa memanfaatkanmu nanti" Ucap Yuuto yang tak ingin berdebat dengan Lumia


"Baguslah, Kau memiliki sandera sedangkan kami juga memiliki Sandera" Ucap Lumia tanpa ragu


"Kuperingatkan saja, jika kau menangis akan kubuat kau menjadi makanan goblin" Ucap Yuuto dengan dingin


"Akan... kuusahakan" Lumia menjadi sangat gugup ketika Yuuto berkata akan membuatnya menjadi makanan goblin jika menangis


"Kalau begitu aku pergi dulu" Yuuto menggunakan Elemen Bayangan untuk membuat tangan bayangan yang membawa Lumia pergi bersamanya menuju hutan yang lebih dalam