Shadow Monarch

Shadow Monarch
Chapter 33 Leviathan



Yuuto, Lily, Rey dan Leli perlahan keluar dari tempat tersebut karena ingin melakukan beberapa hal penting


Namun tentu saja air mata dewa yang tersisa telah dimasukkan Yuuto ke dalam inventorynya karena tidak tega meninggalkan barang berharga seperti itu


Tujuan mereka berempat selanjutnya adalah Benua Vampire, Tidak sesuai dugaan Yuuto yang memerlukan waktu 1 bulan untuk membuat Lily lebih kuat karena mereka bertemu berbagai halangan yang justru membuat mereka berdua semakin kuat


Terutama Yuuto yang hampir sekuat sesosok yang disebut Penguasa Naga, Sedangkan Lily levelnya hanya naik hingga 21.673 karena tidak memiliki Skil Exp Boost seperti Yuuto


Namun entah level seperti itu termasuk kuat atau tidak jika di bangsa vampire yang merupakan bangsa terkuat nomor kelima


Karena itu demi memastikannya mereka berempat berangkat menuju Benua Vampire dengan kecepatan yang dapat dijangkau Lily


Benua Vampire akan lebih dekat jika mereka pergi ke Ujung Benua bagian Utara, sedangkan untuk sisanya mereka hanya perlu berenang atau terbang melewati lautan hingga tiba di Benua Vampire


Walau jarak hutan kematian dengan Benua alter bagian Utara begitu jauh namun dengan kecepatan yang luar biasa, mereka berempat hanya memakan waktu beberapa jam sebelum akhirnya tiba di Ujung Benua Utara


"Kita akan terbang kah atau naik kapal" Tanya Rey ketika melihat luasnya lautan dihadapannya


"Kita terbang" Jawab Leli dengan simpel


"Eh tapi jarak antara benua Alter dengan Benua Vampire sangat jauh, apa akan sampai jika mana kita habis duluan karena terus terbang" Ucap Lily yang menyampaikan pendapatnya jika mereka terbang ke benua Vampire


"Hmm memangnya sejauh apa" Tanya Leli


"Mungkin jaraknya sekitar 5x lipat ukuran Benua Alter" Ucap Lily dengan penuh keyakinan


"Hah jauh juga, jadi bagaimana Yuuto... kau Leader disini, katakan pendapatmu" Tanya Leli kepada Yuuto karena sudah tidak tau lagi harus melakukan apa


"Kita naik Perahu saja, Lily bilang jarak Benua Alter dengan Benua Vampire sama seperti ukuran 5x lipat benua ini kan... Mana milik Rey atau Lily tidak akan cukup untuk perjalanan seperti itu" Ucap Yuuto tanpa harus berpikir panjang


"Hmm benar juga tapi ada kemungkinan kita akan kehilangan perahu karena serangan monster laut, tak mungkin kita dapat mengeluarkan serangan untuk membalas karena bisa saja perahu kita justru yang hancur karena tidak kuat menahan tekanannya" Ucap Leli yang menyampaikan pendapatnya tentang rencana Yuuto


"Ya sudah, kita akan terbang selama beberapa jam hingga menemukan tumpangan yang bagus, cara ini hanya bisa dilakukan olehku" Ucap Yuuto dengan mudah


"Hmm aku tak mengerti tapi karena kau begitu percaya diri aku akan mengikuti rencana ini" Ucap Leli yang setuju mengikuti rencana Yuuto


"Hmm menarik, kalau begitu aku juga ikut rencana ini" Ucap Rey


"Selama menuju Benua Vampire aku akan selalu setuju" Ucap Lily


"Semua sudah setuju, kalau begitu ayo" Yuuto yang pertama terbang diikuti yang lainnya terbang dari belakang Yuuto


Perjalanan terbang terus saja lancar tanpa ada hambatan yang berarti bagi keempatnya


"Lily, keluargamu itu ada siapa saja... apa kau memiliki Kakak atau adik" Tanya Yuuto


"Keluargaku cuma ada Ayah, Ibu, Kakak perempuanku, Aku, Paman, Bibi, Dan Sepupu perempuanku" Ucap Lily dengan santai


"hmm kau anak terakhir yah, pasti berat yah karena terus dibanding-bandingkan dengan kakakmu" Ucap Yuuto dengan rasa kasihan


"Bagaimana kau tau, seingatku tidak ada bercerita seperti itu" Ucap Lumia dengan nada terkejut


"Itu sudah biasa, semua keluarga juga seperti itu" Ucap Yuuto seolah pernah merasakan posisi Lily


"Apa kau juga punya Kakak Yuuto?" Tanya Lily yang penasaran kenapa Yuuto bisa tau dirinya dibanding-bandingkan dengan kakaknya


"Tidak" Ucap Yuuto tanpa menyembunyikan apa-apa


"Begitu kah, oh ya orang tuamu tinggal dimana, aku ingin sekali bertemu mereka" Tanya Lily dengan antusias


"Orang tuaku, mereka sedang tidur" Ucap Yuuto dengan ekspresi datar


"Tidur dimana?, Aku ingin menjenguk mereka" Ucap Lily yang mengira Orang Tua Yuuto sedang sakit dan harus terus tiduran


"Di tanah" Ucap Yuuto tanpa Ekspresi


Seketika suasana menjadi sepi karena ucapan Yuuto, Bahkan Lily sampai-sampai ingin berhenti terbang untuk terjun ke lautan dan mati karena merasa bodoh karena membuat Yuuto teringat orang tuanya


"Aduh Gelapnya" Gumam Rey dengan senyum canggung


"Berisik Rey, Kalau Yuuto dengar bisa-bisa dia membunuhmu" Bisik Leli


"Tanpa kalian bisik-bisik seperti itupun aku bisa dengar, aku tak begitu peduli selama tak ada yang mengejek mereka berdua, lagi pula sejak Umur 5 tahun aku dirawat oleh Paman dan Bibi karena Ibuku meninggal setelah melahirkanku sedangkan Ayahku dibunuh oleh Maling yang mencoba mencuri di rumah kami ketika aku berumur 5 tahun tahun tepat di depan mataku, Dan karena marah aku mengambil pisau dan membunuh Maling itu" Ucap Yuuto dengan ekspresi kosong


"Masa lalumu begitu suram yah" Ucap Rey dengan rasa iba


"Masa lalu adalah masa lalu, masa depan adalah masa depan, biarlah yang ada dimasa lalu menjadi kenangan saja, masa depanku lebih berharga dari pada itu" Ucap Yuuto seperti orang yang bijak


"Kau berbicara seperti orang Bijak saja" Ucap Rey dengan senyum tipis


"Sesekali saja, lagi pula bicara bijak tidak cocok untuk orang sepertiku yang memilih langsung bertindak tanpa panjang pikir" Ucap Yuuto dengan santai


"Benar juga yah" Ucap Rey dengan santai


Sedangkan Lily dan Leli saling berbincang dengan baik entah karena mereka sesama Wanita atau karena suatu hal namun siapapun bisa melihat jika keduanya cukup akrab


[~30 Menit Kemudian~]


"Yuuto, lihat disana" Ucap Rey sambil menunjuk ke bawah


"Apa itu" Ucap Yuuto ketika melihat sesuatu yang besar, bulat sedang diam di tempat namun sesuatu itu memiliki Ekor pendek Yang bergerak-gerak


"Leviathan" Gumam Leli dengan ekspresi dingin


"Monster yang termasuk Legenda Monster Laut paling berbahaya, Tapi tak seperti dugaanku yang mana Leviatan itu bentuknya seperti ular bersisik naga tapi ini hanya seperti kura-kura yang setidaknya sepanjang 7 km" Gumam Rey


"Observation"



Name : Leviathan


Race : Giant Tortoises


Level : 40.694


Title : Ancestor



"Apa kalian tidak bisa menghitung panjang, Leviatan ini dia terlihat cukup besar karena kita terbang setinggi 60 km dari darat, tapi sebenarnya ukuran asli Leviathan adalah 120 Km" Ucap Yuuto dengan ekspresi serius


"Yang benar saja, artinya ukurannya sama seperti kita melangkahkan kaki sebanyak 393.701 kali jika ingin pergi dari kepala ke kaki Leviathan " Ucap Rey dengan rasa tidak percaya


"Mungkin kita bahkan lebih kecil dari Kuku Leviathan itu" Ucap Lily dengan tegang


"Ya, Leviathan itu bisa dibilang makhluk hidup terbesar yang pernah kutemui, Tapi dia itu entah kenapa membenci ras Naga hanya karena kami selalu menguji coba sihir ke lautan" Ucap Leli dengan santai tanpa menyadari kesalahannya


"Tentu saja dia benci Ras Naga, Leviathan memiliki Tugas untuk mengontrol seluruh monster laut agar tidak berpindah tempat secara acak dan tetap menjaga populasi mereka agar tidak memenuhi lautan... tapi bisa saja ada banyak monster lautan yang dilindungi Leviathan mati karena uji coba sihir kalian atau karena sihir kalian menghancurkan tempat perlindungan monster laut seperti karang, Batu lautan, Rumput laut... Wajar saja dia membenci kalian" Ucap Yuuto yang langsung mengatakan kesalahan Ras Naga yang sangat merugikan makhluk laut


"Hmm benar juga, mungkin nanti aku akan mengatakan kepada Paman agar melarang naga menguji coba sihir ke lautan lagi... Terima kasih karena telah mengatakan letak kesalahan kami" Ucap Leli tanpa merasa tersinggung karena ucapan Yuuto


"Aku ingin menjadikan leviathan ini tunggangan kita tapi dia memiliki tugas yang penting... Kalau begitu aku tanyakan saja langsung kepadanya, kalian tunggu disini saja" Yuuto menghentikan Mananya mengalir ke seluruh tubuhnya dan terjun bebas seolah tidak memiliki rasa takut


Yuuto terus terjun dan ketika akan menabrak air, dirinya menggunakan Mana murni tanpa diubah ke elemen apapun untuk melapisi Telapak kakinya


Hasilnya Yuuto mendarat dengan kedua kakinya dari ketinggian 60 Km dan membuat gelombang air yang cukup tinggi


Karena gelombang air yang tinggi Leviathan menunjukkan gerakan, Hanya dengan gerakannya saja seolah terjadi bencana karena terjadi gelombang-gelombang kecil di sekitarnya


"Manusia, tak kusangka ras terlemah seperti dirimu akan berani menunjukkan diri dihadapanku" Ucap Leviathan dengan pelan


"Hehe halo Leviathan, aku disini tidak mewakilkan ras manusia tapi berdiri sebagai diri sendiri, Aku hanya ingin menanyakan apa boleh aku dan ketiga temanku membunuh monster laut yang dapat dijadikan tunggangan, dan kecepatannya juga harus agak cepat jika bisa" Ucap Yuuto tanpa basa basi


"Manusia, dengan bawaab kekuatan dari rasmu yang merupakan ras terlemah sangat mustahil untuk membunuh monster laut walau sekalipun kuizinkan" Ucap Leviathan dengan nada tidak bersahabat


Yuuto tersenyum tipis mendengar ucapan Leviathan, walau sedikit kesal karena disebut-sebut sebagai ras terlemah namun Yuuto tetap bersabar karena bagaimana pun caranya dirinya tidak boleh menggunakan kekerasan yang akan berakhir pertempuran yang mengakibatkan salah satu pihak mati


Jika leviathan mati bukan hanya ras manusia yang kesusahan karena monster laut menjadi agresif, ras lain pun akan kesusahan karena hal tersebut


karena itu semaksimal mungkin Yuuto harus membuat ini berakhir tanpa adanya kematian yang menyebabkan kekacauan


Karena itu untuk meyakinkan Leviathan, Yuuto menunjukkan sebagian Aura kekuatan miliknya dan membuat air di sekitar semakin bergelombang


"Ooo, sudah lama sekali aku tidak melihat manusia sekuat dirimu atau malah aku tidak pernah melihat manusia sekuat dirimu, tapi karena kau cukup kuat aku akan mengatakan monster laut yang bisa dijadikan tunggangan dengan kecepatan yang cukup tinggi


"Monster laut ini sama sekali tidak mendengar perintah dan ancamanku, dia terus saja membunuh makhluk laut yang lebih lemah darinya, aku berusaha membunuhnya namun aku kalah dalam hal kecepatan, karena itu aku ingin kau melakukan sesuatu agar dia tidak menganggu makhluk laut lain bagaimana pun caranya" Ucap Leviathan yang telah setuju akan membantu Yuuto yang mana juga untuk membantu dirinya


"Lokasi" Tanya Yuuto


"Kau lurus saja ke arah Benua Vampire, disana dia sedang mengacau salah satu sarang makhluk laut, cepat bunuh dia atau dia akan kabur karena keunggulannya adalah kecepatan dan juga kelincahan" Ucap Leviathan dengan harapan Yuuto dapat menangani masalah tersebut yang telah merepotkan dirinya


"Baiklah, kalau begitu aku akan titip 3 temanku di atas cangkangmu sejenak, aku harus terbang cepat dan tidak bisa membawa mereka" Ucap Yuuto sambil menunggu izin Leviathan


"Baiklah, katakan saja pada mereka, aku akan menampung temanmu selama kau pergi" Ucap Leviathan yang setuju dengan permintaan Yuuto


"Akan kukatakan kepada mereka" Yuuto kembali terbang dan mengatakan kepada ketiganya jika dirinya telah menemukan tunggangan yang tepat namun dirinya harus bergerak cepat


Karena itu Yuuto meminta mereka bertiga untuk berdiam di atas cangkang Leviathan hingga dirinya kembali


Tentu mereka menolak karena takut diserang Leviathan kecuali Leli yang tidak takut kepada Leviathan


Namun Yuuto mengatakan jika leviathan telah memberi izin, karena itu menetaplah sementara di atas cangkang Leviathan selama dirinya pergi


setelah adu argumen Dengan berat hati mereka bertiga menunggu di atas cangkang Leviathan hingga Yuuto telah datang bersama tunggangan baru mereka nantinya