
"Lily, Kau di dalam" Yuuto mengetok Pintu kamar Lily dengan pelan
"Iya, Tunggu sebentar" Ucap Lily dari dalam kamar
CKLEK
Suara Kunci pintu terbuka dan Lily membuka pintu untuk keluar dari dalam
Yuuto hanya menatap biasa Lily yang sepertinya baru selesai mandi karena masih tercium bau wangi
"Untukmu" Yuuto memasukkan 25 Koin Platinum Ke Kantong Baju Lily
"Koin Platinum" Gumam Lily pelan ketika mengambil Uang pemberian Yuuto
"Tapi ini terlalu banyak, aku bahkan tidak membantu apa-apa ketika penaklukkan" Lily mencoba mengembalikkan Uang pemberian Yuuto namun gagal karena Yuuto membuat perisai Mana tak terlihat di sekitarnya
"Kau seorang Perempuan, Beli lah Baju atau yang kau perlukan untuk berias asal tidak berlebihan... Aku telah bosan melihatmu memakai baju itu itu terus setiap hari" Ucap Yuuto dengan santai
"Tapi..." Jujur Lily ingin membeli pakaian untuk dirinya namun tidak ingin melakukannya karena uang tersebut bukan miliknya
"Kalau begitu temani aku beli Baju dan potong rambut, Dengan uang di tanganmu tentunya" Yuuto sendiri sadar jika tidak melakukannya maka Lily tetap akan memilih tidak menggunakan Uang pemberiannya
"Baiklah, kalau begitu ayo" Lily mengunci pintu kamarnya dan menarik Yuuto keluar penginapan
[------------------]
Keduanya pun berbelanja bersama walau sebenarnya Yuuto hanya mengikuti Lily dari belakang karena tidak mengetahui letak toko baju
Yuuto sendiri terheran kenapa Lily bisa mengetahui letak toko baju padahal dia baru pertama kali tiba di tempat ini
Yuuto sempat menanyakannya dan dijawab Lily dengan jawaban yang tidak dapat di mengerti Yuuto
"Insting Wanita"
Yuuto akui ketika berbelanja bersama begitu menyenangkan terutama ketika Dirinya tiba di toko baju wanita yang menjual berbagai pakaian wanita termasuk pakaian dalam
Walau begitu tentu Yuuto menerima puluhan tatapan merendahkan dari para pelanggan wanita namun hal tersebut tidak sebanding ketika Lily menanyakan kepada dirinya pakaian yang cocok
Yuuto hanya menjawab jika lebih bagus menggunakan Pakaian Biasa untuk bersantai, Gaun untuk pergi ke pesta atau acara mewah, dan sisanya terserah Lily
Tidak lama setelahnya Lily menanyakan warna pakaian yang bagus
Tentu Yuuto menjawab warna ungu, putih, hitam, abu-abu yang mana warnanya sedikit gelap karena memang warna tersebut lebih serasi dengan Rambut Putih Lily dan mata ungunya
Walau pakaian dengan warna cerah juga tidak buruk tapi tetap lebih bagus dengan warna yang sedikit gelap
Lily mengikuti ucapan Yuuto dan membeli pakaian untuk santai, Acara Formal, Gaun, Hingga pakaian dalam yang juga berwarna sedikit gelap
Setelahnya mereka berdua pergi ke toko baju pria untuk membeli baju untuk Yuuto
Ketika disana Yuuto hanya disuruh berdiri dan merentangkan kedua tangan supaya Lily dapat memastikan ukuran yang tepat untuk dirinya
Lily membelikan Yuuto pakaian santai, Pakaian formal dengan kebanyakan berwarna hitam, abu-abu dan ungu
Sedangkan untuk pakaian dalam tentunya Yuuto memilih sendiri karena Lily tadi juga milih sendiri
Setelahnya Lily kembali menyeret Yuuto yang sedang kesusahan membawa pakaian yang mereka berdua beli di kedua tangannya tanpa sempat memasukkannya ke dalam inventory karena Lily sama sekali tidak bisa berdiam sejenak
Tidak sesuai dugaan Yuuto yang mana mereka akan ke tempat potong rambut namun mereka malah kembali ke penginapan
Yuuto tak menanyakan apa-apa karena mungkin Lily ingin meletakkan barang-barang terlebih dahulu
Namun dugaan Yuuto hanya setengah benar karena tujuan Lily kembali ke penginapan adalah untuk memotong rambut Yuuto dengan tangannya sendiri
Yuuto tentu sangat gugup karena rambutnya akan dipotong oleh amatir seperti Lily, namun wajah penuh percaya diri Lily membuat dirinya merasa yakin jika Lily tidak akan salah potong
Lily tidak menanyakan model rambut Yuuto dan hanya menyuruhnya untuk duduk kursi dekat cermin yang baru saja disiapkannya
Yuuto dengan perlahan dan duduk disana sambil menatap cermin, Disana bukan seorang pria tampan melainkan hanya seorang pria berambut panjang
"Aku mulai"
Lily mulai menggerakkan guntingnya dan memotong rambut Yuuto dengan sangat perlahan karena masih mencoba-coba
Setidaknya setelah 1 jam baru lah Yuuto telah selesai dipotong rambutnya oleh Lily
Yuuto sedikit terkesan dengan model buatan Lily, walau tidak terlalu tampan karena memang dari awal wajahnya tidak tampan
"Baiklah, tidak buruk... kalau begitu aku ingin pergi ke suatu tempat setelah ini" Ucap Yuuto ketika melihat wajahnya
"Eh Yuuto, kau tidak mandi dulu, tubuhmu akan gatal karena bekas rambut yang menempel" Ucap Lily sambil menghalangi jalan keluar
"Hanya tinggal begini" Yuuto mengalirkan Mana Kegelapan di seluruh tubuhnya dan seketika seluruh bekas rambut yang menempel di tubuhnya menjadi hancur
"Sungguh praktis" Ucap Lily dengan rasa tidak percaya
"Sudahlah, aku ingin pergi keluar" Yuuto berdiri tepat dihadapan Lily yang hanya setinggi pundaknya
"Kau mau kemana?, Apa aku boleh ikut?" Tanya Lily dengan semangat
"Aku hanya ingin berburu di dekat hutan kematian, kalau kau ingin ikut tetap dibelakangku" Yuuto masih menunggu Lily bergerak menjauhi pintu kamarnya
"Kalau begitu aku ikut" Lily pun keluar dari kamarnya bersama Yuuto dan mengunci kamar miliknya agar barang-barang di dalam kamar tetap aman
[---------------]
Di dalam Ruang Tahta Kekaisaran Celestial
Kaisar Youm sedang duduk di atas Tahtanya dengan santai sambil menunggu petualang kepercayaannya datang ke istana
"Yang Mulia, Apakah petualang yang anda pilih masih lama datangnya" Tanya Ronald yang merupakan Pahlawan Api
"Bersabarlah Ronald, Petualang pilihan Yang Mulia mungkin sedang dalam perjalanan menuju ke tempat ini" Ucap Shin sang pahlawan Petir
"Aku tau, tapi tetap saja menunggu seperti ini membosankan" Ucap Ronald dengan nada yang tinggi
"Kalau kau bosan menunggu bagaimana kalau kita latih tanding dihadapan para prajurit" Ucap Shin dengan tatapan tajam
"Cih, aku tak ingin menghancurkan wilayah sekitar" Ronald berbalik dan menjauh dari Shin dengan wajah yang terlihat sangat merah karena emosi
Ronald sadar jika kekuatan keduanya berbeda tingkatan baik dari segi kekuatan, level dan pengalaman
Jika menantang Shin yang ada hanyalah dirinya akan kalah dengan cukup telak
"Kalian berdua, diamlah" Ucap Yukina samg pahlawan Cahaya
Seketika kedua tidak lagi saling memancarkan aura permusuhan atau aura membunuh sedikitpun
Walau yang berbicara hanya seorang wanita berambut pirang namun tidak ada yang berani meremehkannya
Bahkan jika kelima pahlawan bersatu melawan Yukina atau pahlawan cahaya mereka sama sekali tidak dapat memiliki kemungkinan menang sedikitpun
"Apa ada sesuatu yang terjadi" Ucap Pria berambut coklat atau Rey yang masuk melalui Pintu Tahta
"Ah Rey, syukurlah kau datang dengan cepat jika tidak maka tempat ini akan mengalami kehancuran" Ucap Kaisar Youm dengan lega
Selama 1 tahun lebih hubungan ke enam pahlawan tidak cukup dekat kecuali hubungan para pahlawan perempuan yang sudah seperti sahabat
"Kalau begitu sebelum berangkat aku ingin para pahlawan menunjukkan Status mereka" Ucap Rey yang duduk disamping Yukina tanpa rasa takut
"Kamu..." Yukina memandang Rey dengan tatapan membunuh dan siap untuk mengeluarkan Sihirnya
"Ah, Halo" Rey hanya melambaikan tangannya dan tersenyum biasa ketika melihat Yukina
"Mati" Yukina menarik pedang miliknya dan menebaskannya ke leher Rey
"Tunggu"
Namun sebelum sempat pedang tersebut menebas Leher Rey, dirinya membuat sebuah perisai angin tak terlihat yang menahan tebasan Yukina
"Nona, Apa salahku sehingga anda menebaskan pedang anda ke leher saya" Rey tersenyum kecut karena jika bukan teriakan Kaisar Youm maka dirinya tidak akan menyadari tebasan Yukina
Rey sendiri cukup terkejut wanita yang tingginya hanya setinggi pundaknya bisa menebas tanpa ada suara
"Kau duduk disamping tanpa izin" Ucap Yukina dengan tatapan dingin
"Karena hanya kursi ini lah yang kosong, aku tidak mungkin pergi ke samping kursi Yang Mulia" Ucap Rey dengan gugup
"Walau begitu anda seharusnya meminta izin terlebih dahulu terutama jika orang yang akan duduk di samping anda adalah seorang Wanita" Yukina kembali menyarungkan pedangnya dan duduk dengan tenang
"Akan kuingat itu" Rey pun kembali duduk dengan tenang walau detak jantungnya masih berdetak dengan cepat karena hal tadi
"Huff, untung saja ini tidak begitu buruk" Kaisar Youm menghembuskan nafas panjang karena selain Rey tidak ada lagi yang bisa mengawal mereka menuju mata air dewa
"Kalau begitu sesuai ucapan Rey, tunjukkan status kalian masing-masing" Ucap Kaisar Youm dengan serius
"Baik" Ucap seluruh pahlawan secara bersamaan
Keenam pahlawan pun mengeluarkan sebuah Kristal yang akan digunakan untuk menunjukkan status mereka dari dalam Inventory dan meletakkan telapak tangan mereka di atasnya
Name : Ronald
Race : Human
Job : Fire Hero
Level : 383
Poin Status : -
Mp : 42.075
Strength : 1.634
Agility : 694
Intlegence : 561
Defense : 1.106
Skill : Fire manipulation, observation
Name : Shin
Race : Human
Job : Lighting Hero
Level : 409
Poin Status : -
Hp : 84.375
Mp : 50.850
Strength : 1.246
Agility : 1.231
Intlegence : 678
Defense : 1.125
Skill : Lightning Manipulation, observation
Name : Selena
Race : Human
Job : Wind Hero
Level : 381
Poin Status : -
Hp : 45,900
Mp : 175,125
Strength : 350
Agility : 703
Intlegence : 2.335
Defense : 612
Skill : Wind Manipulation, observation
Name : Sumi
Race : Human
Job : Water Hero
Level : 386
Poin Status : -
Hp : 52.725
Mp : 167.100
Strength : 400
Agility : 719
Intlegence : 2.228
Defense : 703
Skill : Water Manipulation, observation
Name : Ken
Race : Human
Job : Earth Hero
Level : 380
Poin Status : -
Hp : 191.250
Mp : 48.675
Strength : 245
Agility : 571
Intlegence : 649
Defense : 2.550
Skill : Earth Manipulation, Observation
Name : Yukina
Race : Human
Job : Light Hero
Level : 519
Poin Status : -
Hp : 53.100
Mp : 53.025
Strength : 2.075
Agility : 1.940
Intlegence : 707
Defense : 708
Skill : Light Manipulation, Exp Boost, Observation
"Wow, ini kah status para pahlawan yang akan menyelamatkan manusia dari para Demons" Rey terkagum sebab statisik masing-masing pahlawan lebih besar dari level asli mereka
"Kalau begini kita berangkat dalam 5 menit" Ucap Rey yang telah membuat keputusan