
"Baiklah, kalau begitu aku akan memanggil anak-anakku" Kaisar Youm pergi dari tahtanya menuju kamar Putra dan Putrinya
Tidak lama kemudian Kaisar kembali bersama 2 orang yang ada disampingnya
"Walau kalian semua telah mengenalnya tapi biar mereka sendiri yang akan berkenalan" Ucap Kaisar Youm sambil berjalan kembali menuju tahtanya
"Perkenalkan nama Saya Luna Von Celestial" Luna memberi hormat kepada para pahlawan sejenak dan kembali berdiri
"Perkenalkan Nama Saya Lumia Von Celestial" Lumia memberi hormal kepada para pahlawan dan kembali berdiri
"Kalau begini, kita berangkat"
Rey bersama para pahlawan, dan 2 Tuan Putri Kaisar pergi menuju Hutan Kematian dengan menaiki Kereta Kuda milik Kekaisaran
[---------------]
Di dalam hutan kematian
Seorang Pria berambut hitam dengan mata merah bersama Wanita berambut putih dengan mata ungu
Keduanya sedang bertempur dengan ratusan monster berlevel 600 dengan cukup mudah
"Lily, kau tau kenapa hutan ini disebut hutan kematian" Ucap Yuuto sambil terus membunuh monster
"Iya, kalau tidak salah Dungeon tingkat SSS muncul disini, kudengar dari berita yang ada di benua Vampire seluruh manusia terkuat pada saat itu termasuk para pahlawan terdahulu mencoba menaklukkan dungeon tersebut tetapi berakhir dengan kegagalan yang menyedihkan
Dari ribuan orang manusia berlevel 700 lebih yang selamat hanya 10 orang saja, 6 darinya adalah para pahlawan terdahulu sedangkan 4 lainnya adalah petinggi kekaisaran
Karena kegagalan itu 1 tahun kemudian seluruh monster mengerikan yang ada keluar dari dalam dungeon
Tapi entah kenapa Boss Dungeon tersebut malah membantai seluruh monster yang ada di dungeon tanpa sisa, setelah itu pun Boss Dungeon atau yang para manusia zaman dulu sebut Bahamut memilih untuk tinggal disana tanpa mau mengacaukan dunia
Lama kelamaan tempat tinggal Bahamut mulai terkontaminasi akibat Energi Kegelapan yang berasal dari tubuhnya dan membuat seluruh tempat tinggalnya menjadi penuh Energi Kegelapan
Tanah menjadi Gelap, pohon menjadi hitam begitu juga daun-daunnya, lama kelamaan banyak monster kuat yang memilih tinggal disekitar sana, Bahamut entah kenapa tidak membantai para monster tersebut melainkan mengizinkan mereka tinggal selama tidak menganggu wilayahnya
Selama ribuan tahun Bahamut sama sekali tidak menunjukkan pergerakan hingga 10.000 tahun yang lalu Bahamut terbangun dari tidurnya untuk mencari makanan
Bahamut tidak memangsa para monster melainkan mempora-porandakkan seluruh Benua kecuali Benua Naga
Amukan Bahamut yang kelaparan berlangsung selama 100 tahun tanpa ada siapapun yang mampu menghentikannya
Hingga suatu hari, Seluruh Penguasa Bangsa Demon, Vampire, Elf, Demi-Human, Manusia, Dwarf, Binatang Magis memohon kepada Bangsa Naga secara langsung untuk menyelesaikan masalah Bahamut
Penguasa Naga sedikit terkejut karena itu pertama kalinya seluruh bangsa yang tidak pernah akur menjadi akur demi menghentikan kekacauan yang terjadi
Penguasa Naga menerima permohonan mereka semua dan secara langsung pergi menemui Bahamut
Pertempuran keduanya tak terhindarkan dan akibatnya Sebuah Benua yang tidak ada penghuninya menghilang karena hancur akibat pertempuran keduanya
Walau begitu kemenangan berada di pihak Penguasa Naga dengan luka yang cukup ringan, Bahamut sendiri masih hidup walau mengalami luka berat
Penguasa Naga menanyakan kenapa Bahamut mengamuk, Bahamut menjawab pertanyaan Penguasa Naga dengan mudah
Penguasa Naga menjadi paham kenapa Bahamut mengamuk, dengan mudahnya Penguasa Naga memberi solusi kelaparan Bahamut yaitu dengan air mata dewa
Penguasa Naga memberikan sekolam air mata dewa untuk Bahamut, Penguasa Naga mengatakan jika Makhluk Hidup yang minum Air Mata Dewa setidaknya 1 tegukan akan tidak merasakan haus atau lapar selama 1 juta tahun
Bahamut dengan senang hati menerima pemberian Penguasa Naga dan kembali ke wilayahnya
Karena itulah tempat ini dinamakan hutan kematian" Lily meminum seteguk air karena kelelahan bercerita terus menerus
"pantas saja monster disini cukup kuat" Ucap Yuuto dengan santai walau di sekitarnya sedang ada puluhan monster yang siap mencabiknya
"Yuuto, perhatikan sekelilingmu" Lily tidak mampu bergerak karena di sekitarnya ada Dark Shield buatan Yuuto yang melindunginya dari monster
"Tak perlu, hanya monster lemah tak perlu diperhatikan" Mata kiri Yuuto bersinar kemerahan dan tidak lama kemudian dirinya menghilang
Namun ketika Yuuto menghilang seluruh monster yang ada di sekitar mereka berdua tertebas menjadi dua bagian yang mengakibatkan mereka semua mati
Yuuto muncul kembali dengan Shadow Sword yang baru saja disarungkan
"Aku lupa jika kau adalah Manusia abnormal" Ucap Lily dengan datar
"Jangan begitu, aku ini normal" Yuuto menghilangkan Dark Shield yang melindungi Lily karena tidak ada lagi monster di sekitar mereka
"Terima kasih, Kalau begitu mau di apakan mayat monster dan inti ini" Ucap Lily sambil menatap ke sekelilingnya yang hanya ada mayat monster
"Tentunya kusimpan" dengan lambaian tangannya, Yuuto memasukkan seluruh mayat monster dan Inti monster ke dalam inventorynya
"Itu Sihir Ruang" Gumam Lily dengan rasa tidak percaya
"Kau boleh menyebutnya begitu" Yuuto tidak tau apakah sihir ruang sama dengan inventory namun melihat reaksi Lily sepertinya sama namun dirinya cukup terkejut Lily baru menyadari hal tersebut
"Matahari mulai tenggelam, bagaimana kalau kita istirahat disini" Lily dengan manipulasi darahnya mengendalikan seluruh darah monster di wilayah sekitar hingga menghilang
"Tidak, kita masuk lebih dalam baru beristirahat" Yuuto penasaran dengan kekuatan Bahamut yang tinggal di bagian terdalam Hutan Kematian karena itulah dirinya ingin masuk lebih dalam
"Kau segitunya ingin mati... Kalau begitu aku ikut" Lily hanya menggelengkan kepalanya dan ingin menanyakan kepada Yuuto dari mana asal rasa percaya dirinya itu
Keduanya pun masuk lebih dalam ke wilayah Hutan Kematian dengan kecepatan yang bisa digunakan Lily, Hingga matahari benar-benar tenggelam atau telah malam keduanya baru lah berhenti bergerak dan beristirahat
Situasinya sangat aman tanpa ada monster yang berani mendekat karena Yuuto menyebarkan auranya sejauh 1km yang menakuti monster dalam jarak 1km
"Lily, sebenarnya apa saja yang ada di dalam Cincin Penyimpananmu itu" Yuuto terheran sebab tempat mereka yang sebelumnya sepi dan gelap seketika berubah dratis
"Kasur 10 Buah, Selimut 10 Buah, Lampu 10 Buah, Bak Mandi, Pedang 10 Buah, Busur, Anak Panah 100 Buah, Daging Ayam, Bumbu Mentah dan beberapa hal yang diperlukan untuk perjalanan" Ucap Lily dengan ekspresi biasa saja
Yuuto hanya terheran karena bisa-bisanya tidak membawa pakaian ganti dari Benuanya melainkan membawa hal yang tidak cukup penting
"Kau masaklah sesuatu, Aku lapar" Yuuto memejamkan matanya dan bersantai di atas kasur pemberian Lily
"Uhh seenaknya saja menyuruh seorang gadis memasak padahal sendiri bersantai" Sindir Lily yang kesal dengan tindakan Yuuto
"Terserah saja, cepatlah masak" Yuuto tak menanggapi sindiran Lily dan terus bersantai
Walau mengeluh Lilty tetap memasak untuk Yuuto dengan serius seperti seorang Istri yang mengeluh karena suaminya baru pulang kerja langsung minta makan
Sejauh 2Km dari tempat keduanya yang sedang makan bersama, Rey bersama rombongan pahlawan dan juga kedua tuan putri sedang dihadang monster mengerikan
"Uhh, sial... tak kusangka monster yang pertama kali kita temui sudah seperti ini" Rey menyentuh luka cakar yang cukup dalam di tangan kanannya
"Ini aneh, Ayah bilang monster rank SSS sangat susah ditemui tapi kenapa kami justru bertemu monster ini untuk pertama kalinya" Gumam Lumia dengan rasa takut
"Tenanglah, Lumia... Paman Rey pasti bisa mengalahkan monster jelek itu, Paman Rey kan petualang rank SS" Ucap Luna yang berusaha menenangkan Adiknya
"Kakak, Aku tidak bodoh seperti dulu, Hanya Petualang Rank SSS yang bisa mengalahkan monster rank SSS, paman Rey hanya Rank SS jadi sangat mustahil baginya untuk menang melawan monster itu" Ucap Lumia dengan ekspresi yang terlihat penuh rasa takut
"Tuan Putri sekalian, Percayakan saja kepada kami para pahlawan, Walau tidak berhasil kita akan kembali dengan Sihir Rey yang bisa memindahkan kita semua dengan selamat" Ucap Yukina sambil mengelus kepala keduanya
"Baik, Kak Yukina" Ucap keduanya yang tidak lagi takut
Yukina terus berbincang bersama kedua Tuan Putri agar keduanya tidak ketakutan, Kelima pahlawan lainnya telah bersiap untuk bertempur sekaligus melarikan diri ketika telah diberi perintah
"Sial, Monster ini kulitnya begitu keras" Rey sama sekali tidak mampu memberi goresan pada kulit monster tersebut walau telah mengeluarkan seluruh kemampuannya
"Wind Blade" Rey menyerang monster dihadapannya dengan Belati angin yang sangat tajam dan hampir mampu menebas segalanya
Namun dihadapan Kulit Monster tersebut seluruh serangan Rey sama sekali tidak berefek
"Yukina, Bisa kau lakukan Observation kepada monster gila ini" Ucap Rey sambil terus menyerang dengan Pisau Angin dari segala arah sambil berharap akan ada serangan yang cukup untuk menembus kulitnya
"Baik..." Yukina membuka jendela Kereta dan menggunakan Observation kepada monster tersebut
*Name* : -
*Race : Dark Tiger*
*Level : 8*46
*Title : Emperor*
"M-Monster ini ras Macan Kegelapan, Tingkatannya Kaisar, Level 846 dan hanya para pelindung Kekaisaran saja yang bisa mengalahkannya" Ucap Yukina dengan suara yang cukup keras hingga terdengar ke telinga Rey
"Uhh, lawan kita benar-benar buruk, Untuk hari ini kita mundur, Lanjutkan penjelajahan besok" Rey melepaskan Sihir angin bercampur tanah yang mengaburkan pandangan Black Tiger
Rey mendekat ke kereta dan menancapkan tongkat sihirnya
Dari tanah muncul Lingkaran sihir berwarna hijau yang mengelilingi mereka semua kecuali black tiger yang tidak dapat melihat
Rey membaca mantra sihirnya di dalam hati dan ketika selesai lingkaran sihir dibawah mereka bersinar terang
Namun sesaat itu juga Black Tiger telah dapat melihat, tak membiarkan mangsanya lepas sang Black Tiger mencakar tongkat sihir Rey hingga terlempar ke langit
Akibatnya pun Sihir Wind Teleportasion milik Rey terbatal karena tongkat sihirnya menghilang
"Gawat" Gumam Rey dengan senyuman kecut
"Rey, Kita serang berdua, Kita akan mengalihkan perhatian Black Tiger dari kereta kekaisaran agar mereka dapat kembali dengan selamat dan menjelajah kembali" Yukina keluar dari Kereta dan berjalan mendekati Rey dengan armor beserta pedang yang telah digunakan
"Jangan bicara bodoh seperti itu, Kau adalah pahlawan cahaya, Pahlawan terkuat saat ini dan pemimpin para pahlawan, Jika kau mati siapa yang akan menyelamatkan dunia dari Demons" Ucap Rey dengan tegas
"MEMANGNYA KAU BISA MELAKUKAN APA DENGAN LUKA SEPERTI ITU" Yukina membentak Rey yang mencoba menolak bantuannya dengan nada tinggi
"SETIDAKNYA AKU TAK INGIN MEMBIARKAN SESEORANG SEPERTIMU MENGORBANKAN NYAWA, KAU BISA MENJADI LEBIH KUAT DARIKU KARENA ITU KETIKA KAU JADI LEBIH KUAT DARI SIAPAPUN BALASKAN DENDAMKU" Rey masih tak menerima bantuan Yukina walau telah dibentak seperti itu
Walau keduanya saling berbicara tidak ramah, Black Tiger hanya berdiri tanpa mencoba menyerang dan tersenyum tipis seolah menikmati perdebatan keduanya
"BA-BAGAIMANA KAU BISA MENGATAKAN HAL SEPERTI ITU SEOLAH KAU YAKIN AKAN MATI, BAGAIMANA KAU BISA YAKIN JIKA AKU AKAN MENJADI KUAT LEBIH DARI SIAPAPUN" Yukina kembali membentak Rey agar dapat membantunya mengalihkan perhatian Black Tiger
"Berisik, jika aku berkata seperti itu maka lakukanlah, Disini bukan tempat yang layak untukmu mati, Karena itu biarkan aku yang telah berumur lebih tua darimu ini berkorban, Ini adalah permintaan terakhirku" Ucap Rey dengan lemah lembut
"Sial, aku pasti akan menghajarmu jika kita bertemu kembali, Nantikan saja ketika aku menjadi kuat" Yukina meneteskan air mata karena sedih dengan kekuatannya yang masih lemah
"Iya, aku menunggu" Rey berbalik dan menatap Black Tiger dengan tenang
Rey pun segera melancarkan berbagai Sihir angin dari segala arah agar dapat membuat Black Tiger tidak dapat bergerak
Yukina yang menyadari Rey telah menyerang segera berlari menuju Kereta Kekaisaran untuk mengabari yang lainnya untuk pergi dari sana
Namun ternyata tidak semudah itu, Black Tiger dengan mudah menerobos serangan Rey dan memukulnya hingga terpental ke langit dan menabrak tanah
Setelahnya Black Tiger bergerak cepat menangkap Yukina dan dibawa ke dekat Rey yang terkapar tanpa dapat bergerak karena terluka parah
"Membosankan Sekali drama kalian, Manusia" Ucap Black Tiger sambil tersenyum mengejek