
Pukul 01:00 dini hari.
"Hay jagad, Ayo banguuuuunnn...!! " Bisik Doe berusaha membangunkan Jagad yang merupakan teman sekamarnya.
" Wiiizszkh...!! Apaan sih... Bangun aja sendiri...!! " Ucap Jagad yang tak ingin tidurnya terganggu.
"Ayoooo Jagad...!! Kita sudah di tunggu yang lain nihh...!! " Ucap Doe mengguncang tubuh Jagad.
" Ckkkk.... Emang mo ngapain sih...!!? " Tanya Jagad sambil memegang gawai nya. " Jam satu malem lho ini... " Ucapnya lagi sambil merengut.
" Lo lupa ya... Kita kan mau ke ruangan itu... " Ucap Doe sambil menggendong tas nya. " Kalo ga mau ikut ya sudah... Kita tinggalin aja. "
Di luar, Fakha, Jagad, Roso, Aizhar, Ucok dan Raika sudah menunggu.
" Lama amat..!? keburu subuh nihhh....!! " Ucap Sabda. "
" Ahhh... Itu tuh gara-garanya... " Ucap Doe Sambil menunjuk Jagad yang berjalan terseok-seok karena masih mengantuk.
" Oke... Apa semua sudah kumpul disini...?? " Tanya Fakha.
" Sepertinya begitu... " Jawab Ucok.
" Baiklah, kita jalankan rencana kita yang sudah kita bahas tadi... " Ucap Fakha.
Sebelumnya, Jam 08:00 malam.
Mereka berkumpul di Asrama Fakha yang tinggal satu kamar bersama Sabda. Asrama untuk anak Tingkat Dasar SHN terletak tidak terlalu jauh dari sekolah. Asrama putra dan putri terpisah berseberangan. Di antara bangunan asrama putra dan putri terdapat sebuah kolam kecil dan taman baca. Masing-masing asrama terdiri dari 3 lantai, di setiap lantai terdapat 20 kamar, Setiap kamar di huni oleh 2 orang.
Sabda tinggal bersama Fakha.
Doe tinggal bersama Jagad.
Ucok tinggal bersama Roso.
Raika tinggal bersama Aizhar.
Sepasang asrama putra dan putri disebut satu komplek, di SHN terdapat beberapa komplek untuk siswa dan siswi dari Tingkat Dasar, Tingkat Menengah, dan Tingkat Atas. Ada juga Komplek untuk Karyawan dan Guru.
" Hayyy Fakha... Bagus sekali akting kaw tadi.. Hahahaha...!! " Puji Ucok yang baru datang ke asrama Fakha dengan mengenakan pakaian tidur.
" Gimana ga bagus, dia mukul gua beneran.. Liat aja ni pipi gua ampe benjol..!! " Ucap Jagad emosi.
" Apa gua harus minta ma'af, lo ga liat hidung gua ampe mimisan tadi.. " Bantah Fakha.
" Soalnya lo duluan yang mulai, jangan harap ada kata maaf dari mulut gua buat lo.. !! " Ucap Jagad memuncak.
" Hussshhhh.... Settop...!!! " Teriak Aizhar. " Kalian bisa akur ga...? Atau kita bubarin aja tim kita, kalian itu sudah kaya anak kecil aja.. " Ancam nya sambil berdiri.
" Maaf, kita kan emang cah cilik mbok.... " Kata Roso yang berbaring di ranjang Fakha.
" Oke.. Gua minta maaf.. " Ucap Fakha menyodorkan tangan ke arah Jagad untuk bersalaman, namun memalingkan pandangan entah kemana.
" Ya... Sama-sama... " Jagad pun melakukan hal serupa dengan Fakha.
" Nahhhh macam itu lah berteman, jangan berkelahi bila tak ada artinya, berkelahi boleh sazaaa... Asal ada perlunya... Begitu kata bung Rhoma.. " Ucap Ucok sambil bernyanyi.
" Begadang boleh sajaaaaa... Asal ada perlunya.. Itu yang bener... " Ucap Doe sambil bernyanyi.
" Ooohhh iyaa gua inget, itu lagu lawas judulnya Bedagang kan..? " Ucap Sabda.
" Begadang kalee... Bukan bedagang.. " Jawab Doe.
" Udahhh looo...!! Serius dulu.. " Ucap Aizhar.
" Apa rencananya kapten.. " Kata Raika kepada Fakha.
" Oke.. Sebelumnya gua ngucapin terimakasih buat kalian yang udah mau bantu gua. Jadi kita nanti berangkat jam 01:00 malam nanti, karena biasanya jam segitu orang sudah pada tidur, jadi sehabis kita kumpul ini, kalian langsung tidur untuk siapin stamina. Siang hari sekolah Tingkat Dasar kita dijaga sama 2 satpam berbadan besar. Sedangkan malam hari, sekolah kita dijaga 4 satpam yang juga besar... "
" Jadi, ga ada satpam berbadan kecil...? " Sabda memotong ucapan Fakha.
"Ssssssttttttt...!!. " Perintah Aizhar kepada Sabda.
Fakha melanjutkan rencananya.
" Oke, gua lanjut ya.. 2 orang satpam berkeliling area sekolah dan dua lainya di pos satpam yang ada di depan gerbang. Dari data CCTV yang pernah gua perhatiin, mereka berkeliling selama kurang lebih 15 menit, setelah itu mereka sampai di pos lagi, lalu beristirahat sebelum bergantian dengan 2 satpam lainya untuk keliling, nah dimasa istirahat ini biasanya mereka menghabiskan waktu selama kurang lebih 5 menit. Di waktu 5 menit itu kita manfaatkan untuk masuk. "
Lalu Fakha mengambil peta sekolah.
" Nah kita lewat sisi ini. " Fakha Menunjuk ke arah peta, tempat yang akan dilewati.
" Ini menuju arah kantin, jadi kita langsung ke lokasi jalan rahasia. Kalian harus manjat tali dengan cepat ya..? Supaya tidak ketahuan satpam. Ada yang mau ditanyakan ? "
" Gimana dengan CCTV yang always on di sekolah kita. " Tanya Doe.
" Itu kita serahkan sama ahlinya, Kita pake alat yang waktu itu di pinjam Sabda untuk bolos. " Jawab Fakha.
" Memangnya alat itu punya siapa...? " Tanya Jagad.
" Katanya waktu itu mau pinjem buat ngerjain tugas sekolah... Ternyata BOHONG......!!! " Ucap Aizhar marah.
" Sorry mendory girl... " Ucap Sabda.
" Untung ga sampe hilang tuh alat... " Ucap Aizhar.
" Oke kapten terus gimana ini sekarang... ? " Tanya Doe.
" Oke, gua rasa kalian sudah mengerti, jadi sekarang lebih baik kalian kembali ke asrama masing-masing untuk menyiapkan peralatan yang kalian perlukan, ingat ya! Secukupnya aja. Setelah menyiapkan alat, pasang alarm jam 1 malam. "
Pukul 01:30.
" Oke... Doe yang terakhir masuk " Ujar Fakha yang sudah berada di dalam pagar sekolah.
" Aneh si sekolah kita.. Sudah diluar di pagar keliling, terus setiap tingkat sekolah juga di pagar, kenapa ga sekalian per kelas juga di pagar...? " Omel Roso.
"Sssstttt... Jangan keras-keras suaranya, nanti ketahuan lho..!! " Aizhar memberi peringatan.
Mereka pun tiba di depan pintu ruang rahasia.
" Oke... Sekarang gimana cara buka pintu ini..? " Tanya Fakha kepada Aizhar.
" Dibalik vas bunga mawar itu ada tombol merah.. " Aizhar menunjuk bunga yang dimaksud.
Fakha pun bergegas. " Oke... Yang ini ya..? "
" Hayy sedang apa kalian.....!!!! "
" Pak WARDI..!!! " Ucap Roso, Sabda dan Raika serempak.
" Ayo cepat sembunyi, ada satpam menuju kemari.. " Ucap pak Wardi.
Mereka pun bergegas menggunakan selimut kamuflase.
" Sini pak.. " Ajak Doe.
"Oke.. " Ujar pak Wardi.
" Prok.. Prookk.. Proookk.. " Suara sepatu satpam melintas.
" Cuba niku pekhiksa di juyu kantin .. (Coba kau periksa di belakang kantin) " Ucap salah seorang satpam menggunakan bahasa Lampung.
" Yoi broo... " Ucap satpam lainya.
Mereka pun memeriksa sekeliling kantin..
" Aman brooo... " Ucap satpam yang memeriksa bagian belakang kantin.
" Oke.. Disini juga aman. Ayo lanjut.." Ucap satpam yang memeriksa bagian depan kantin.
Mereka pun pergi meninggalkan area kantin.
" Fiiuuhhh akhirnya kita selamat.. " Ucap sabda.
" Alat apa ini? Kenapa mereka ga bisa liat kita? " Tanya pak wardi.
" Ini selimut kamuflase pak, bisa tembus pandang. " Jawab Aizhar singkat.
" Ooohhh begitu, jadi sebenarnya sedang apa kalian kesini..? " Tanya Pak Wardi.
" Bapak ga marah pak, lihat kita disini..? " Tanya Jagad.
" Mungkin kalau kamu, kamu dan kamu bapak akan marah" Pak Wardi menunjuk Fakha, Sabda dan Jagad.
" Ko gitu pak..? " Tanya Sabda.
" Karena kalian terkenal badung dimata saya.. Tapi karena disini ada Aizhar, Raika, Roso, Ucok dan Doe, saya berkesimpulan pasti ada sesuatu, karena mereka anak yang rajin dimata saya. Coba jelaskan Aizhar, apa yang kalian lakukan disini ? Bersama 3 raja badung ini. " Ucap pak Wardi.
Mereka pun menceritakan apa adanya tentang ruang rahasia Kepsek itu. Pak Wardi pun menceritakan bahwa Ia pun sebenarnya sudah lama curiga dengan Kepsek yang bertindak mencurigakan dimalam hari.
" Saya sudah lama curiga dengan dia, karena dia membuat proyek yang kita ga tau dan dilakukan ditengah malam. Tapi ga ada satupun guru yang perduli, jadi saya putuskan untuk menyelidiki sendiri kebenaran itu. Apa kalian tahu cara masuknya ?" Tanya pak Wardi.
" Ya pak.. " Ucap Aizhar.
Pak Wardi pun memerintahkan mereka untuk membuka pintu rahasia tersebut.
" Ggrrrruuuuukkkk...!! "
Pintu pun terbuka.
" Ayo kita masuk... " Ucap pak Wardi.
Mereka pun masuk melewati lorong yang hanya bisa dimasuki satu per satu.