
" Fakha, hari ini akhirnya saya berhasil menguji calon anggota baru, sudah lama saya menantikan saat ini, menguji kemampuan Individual dan juga kerjasama tim. Karena seorang agen SA di tuntut untuk memiliki potensi Individual namun juga dapat bekerjasama dalam kelompok. Seorang penguji harus bisa membaca seberapa mampu calon anggota dalam menganalisa situasi, improvisasi, mengatur strategi dan mengambil keputusan saat terdesak. Saya rasa kamu sudah tahu itu " Ujar pak Kamso.
" Saya tidak tertarik dengan semua itu, kemampuan Individual ataupun kelompok !! " Ucap Fakha.
" Kau terlalu cepat mengambil kesimpulan Fakha... Kemampuan itu dibutuhkan untuk menghadapi situasi seperti pagi ini. Kau harus mengakui bahwa rekan mu lah yang menyelamatkanmu. " Ucap pak Kamso.
" Maaf pak, bukan maksudku untuk berlaku tidak sopan... Tapi yang terjadi dalam hidupku sekarang hanyalah kebencian, aku hanya ingin tahu siapa Hunter dan dimana dia berada, itu saja yang selalu terjadi. " Ucap Fakha.
" Huffh.. Baiklah, aku akan memulai cerita ini. " Pak Kamso menarik nafas panjang.
"13 tahun lalu, banyak perusahaan besar di seluruh dunia terancam tutup akibat Resesi besar-besaran, sehingga menimbulkan banyak tenaga kerja yang diberhentikan. Singkatnya, banyak orang yang gelap mata melakukan tindakan kriminal secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi, para penegak hukum di seluruh dunia kewalahan menghadapi situasi pelik ini. Ketidak seimbangan itu terjadi karena banyaknya pelaku kriminal di banding penegak hukum itu sendiri. Sehingga untuk mewujudkan kembali keseimbangan maka terbentuklah Secret Academy yang tersebar diseluruh Dunia. Salah satu penggagas berdirinya SA adalah seorang pemuda asal negara kita, sehingga pemuda tersebut ditunjuk untuk menjadi pimpinan Secret Academy di Indonesia, pemuda itu memiliki nama panggilan yang melekat pada dirinya hingga saat ini... " Ulas pak Kamso terpotong.
" Hunter... Kenapa dia dijuluki Hunter...? " Tanya Fakha penasaran.
" Dia mendapat julukan itu karena dia memburu pelaku tindak kriminal hingga ke akar-akarnya, ada yang menyukai tindakan heroiknya itu, tapi ga sedikit orang yang benci, bahkan menyimpan dendam. Hidupnya penuh ancaman dari segala sisi. " Ulas pak Kamso sambil menyeduh secangkir kopi si atas mejanya.
Fakha menatap wajah pak Kamso. " Lalu, sejauh mana bapak terlibat dalam misi-misi Hunter? Dan siapa 2 orang rekan bapak yang jadi Assistant kepercayaan Hunter selain bapak? " Tanya Fakha.
" Wuaw... I am Impressive... Saya belum bercerita tentang 2 orang rekan saya yang juga sebagai Assistant, ternyata kau bisa membaca air muka seseorang, tak mudah untuk bisa membaca air muka, butuh waktu yang lama untuk bisa memahami pikiran orang melalui air mukanya, darimana kau belajar...? Siapa yang mengajarimu..? " Pak Kamso penasaran.
" Entahlah, saya rasa saya tahu dengan sendirinya setiap kali saya menatap wajah seseorang, tak pernah ada yang mengajari. " Jawab Fakha.
Fakha hanya bisa terdiam menggelengkan kepala, yang ia tunggu hanyalah jawaban tentang Hunter.
Pak Kamso menghela nafas panjang. " Kamu masih sangat penasaran rupanya, baiklah, memang saya dulu bekerja untuk Hunter selama bertahun-tahun, pencapaian terbesar ku adalah saat menjadi Assistant 1, mulanya Hunter hanya memiliki sedikit pasukan, dan saya adalah salah satu anggota angkatan pertama dari awal Hunter mulai merintis karier nya. Setelah sekian lama berjuang merintis Secret Academy, akhirnya Hunter menemui kesuksesannya, Ia pun mendapatkan julukan itu dari para Client nya yang puas atas kinerja Hunter, sehingga julukan itu melekat padanya hingga sekarang. Hunter memilih tiga assistant untuk membantu pekerjaannya yaitu Saya sebagai Assistant 1 dan dua rekan saya yang tak akan saya sebutkan namanya, mereka menjadi Asistant 2 dan Assistant 3. Pakaian yang saya kenakan saat ini adalah pakaian yang digunakan tim Hunter pada saat itu. Pada tahun 2054 Hunter bertemu dengan belahan jiwanya, 4 bulan setelah pernikahannya, Ia di anugerahi seorang putra yang tampak gagah, tangisan pertamanya menggelegar di seluruh ruang persalinan, saat itu Hunter dan Istrinya terlihat sangat bahagia, Hingga suatu hari, putra Hunter berulang tahun untuk pertama kalinya, Hunter memutuskan untuk membeli hadiah terindah untuk putranya tersebut. Hunter berniat memberi kejutan tanpa sepengetahuan sang istri, Ia pulang tanpa mengetuk pintu atau menekan bell, saya yang saat itu mengawal Hunter, menunggu di teras rumah mereka. Entah apa yang terjadi, Hunter berteriak histeris, tak pernah saya mendengar Hunter berteriak seperti anak kecil, saya sebagai assistant nya berlari masuk menuju kamar utama, saat Hunter melihatku, Ia langsung menyuruhku untuk mengejar seseorang yang baru saja menerobos masuk kamar mereka, sekilas saya lihat Istri Hunter tergeletak bersimbah darah, sementara putra mereka berada di dalam perapian dalam kondisi luka bakar yang cukup parah. Saya pun mengikuti jejak pelaku pembunuhan, hingga keluar pagar kediaman Hunter. Saat itu saya pun benar-benar kehilangan jejaknya, selama saya bekerja dengan Hunter, tak pernah ada satu orang pun yang lolos dari pengejaran ku, tapi kali ini, semua menjadi kacau, saya yang terus di bayang- bayangi Istri dan anak Hunter yang membutuhkan pertolongan memutuskan untuk kembali ke rumah Hunter dengan kecemasan yang luar biasa. Saya pun tiba di rumah Hunter dan langsung menuju ke kamar utama.
Saya melihat Hunter benar-benar hancur saat itu, Ia memegang jasad anaknya yang terbakar di samping istrinya yang terhunus belati. Saya pun segera memanggil ambulan, berharap Istri Hunter bisa terselamatkan. Namun bukanya pujian yang saya dapatkan, melainkan hunter mengusirku karena tak dapat mengejar pelaku tersebut, Hunter benar-benar berubah tak seperti Hunter yang aku kenal. Saya pun pergi dengan pisau tertancap di lengan kiri ku, saat itu Hunter mengamuk tak terkendali. Dan saya tak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu."
"Pertanyaan yang masih jadi misteri dalam pikiranku adalah, bagaimana pelaku tersebut masuk dan keluar dari kediaman Hunter yang penuh dengan jebakan tanpa terdeteksi. Bagaimana Ia tahu seluk beluk kediaman Hunter, sedangkan orang selain keluarganya yang di izinkan masuk hanyalah ke 3 Assistant nya." ucap pak Kamso
"3 Bulan kemudian, saya melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan utama Secret Academy Internasional yang berpusat di Dubai. Setelah itu Hunter di berhentikan dari tugasnya sebagai Pimpinan Secret Academy Indonesia, dan digantikan oleh pimpinan yang masih memimpin hingga saat ini, dengan alasan tak dapat menguasai diri dan dapat membahayakan rekan kerjanya. Setelah itu dia menghilang sekian lama, hingga nama besarnya muncul kembali saat ini."
"Tak lama setelah itu, saya ditugaskan menjadi ketua tim untuk merekrut anggota baru yang berpotensi, saya pun memutuskan untuk membuat beberapa sekolah di Indonesia, Sekolah yang nantinya akan saya manfaatkan untuk menjaring insan berkualitas, namun, bertahun tahun lamanya saya menunggu, belum juga ada yang berarti, hingga akhirnya datanglah kamu dan teman-teman mu, dari situ saya berharap ada secercah cahaya masa depan, dan saya berharap kau ikut bergabung di Secret Academy " Ulas pak Kamso.
" Ada beberapa pertanyaan yang masih mengganjal di dalam pikiran ku, saya berharap bapak bisa menjelaskan padaku, yang pertama, apakah Hunter yang membunuh orang tuaku?
Yang kedua, siapa Jagad sebenarnya, kenapa saya tak dapat mengalahkannya dalam pertarungan yang sesungguhnya? " Tanya Fakha.
" mengenai itu..... "