Secret Academy

Secret Academy
Rahasia Kepala Sekolah



" Fakhaaaaaa....!!! Akhirnya koe sekolah juga, gue pikir lo udah out bunuh diri, soale ga enek kabar. " Teriak Sabda yang melihat Fakha dari depan pintu kelas.


" Gua ga serendah itu cun....! " Jawab Fakha.


Sabda berlari naik ke atas meja Fakha, " Lha sekarang koe tinggal dimana cun...? "


" Ada... " Jawab Fakha datar.


Suasana pun seketika hening, Sabda yang mengerti perasaan Fakha saat itu hanya bisa diam tertunduk.


" Haaayy..!! Tak salah lihat aku rupanya, kau benar-benar Fakha disana...!! " Ucap Ucok yang baru datang.


Aizhar, Doe, Roso, Raika dan Jagad sedang berjalan perlahan menuju kelas tiba-tiba mereka mendengar suara Ucok menyebut nama Fakha, sehingga mereka langsung berlari menghampiri.


" FAKHA......!!!! " Teriak mereka hampir serempak di pintu kelas.


Mereka pun berlari menghampiri meja Fakha.


Mereka sudah bersahabat sejak kelas satu Tingkat Dasar, kecuali Jagad seorang murid pindahan yang baru masuk SHN saat kelas 3, mereka adalah orang-orang yang unik, namun tak banyak anak seusia mereka mengerti saat berbicara dengan mereka. Itulah yang membuat Mereka dijauhi teman mereka, sebenarnya mereka adalah anak-anak yang normal pada umumnya, suka bermain, berlari dan melakukan aktivitas normal lainya. IQ mereka pun cenderung sama dengan teman sebaya mereka, namun kecintaan mereka terhadap pengetahuan lah yang membuat mereka berbeda, mereka sangat suka membaca dan bereksperimen. Teman sebaya mereka yang lain menganggap mereka sudah terlahir memiliki kelebihan, sehingga membuat teman sebaya mereka malas berusaha.


" Fakha, wis lah aja koyo kuwe, jangan terlalu larut dalam kesedihan... " Ucap Roso dengan logat ngapaknya.


" Iya tuh.. Kita kan sahabat, terutama gua yang bisa jadi sahabat yang paling ngertiin lo.. " Ucap Raika sambil tersenyum berusaha menghibur.


" Fakha, kita tau apa yang lo rasain, jadi gua harap lo bisa kembali jadi Fakha yang kita kenal, yang ceria dan mudah senyum pada siapa saja, jadi kita sudah sepakat untuk membantu lo nemuin siapa dalang dibalik peristiwa itu, supaya kita bisa balikin senyum lo yang hilang ini. " Ucap Aizhar.


Jagad pun menyambung pembicaraan Aizhar. " Kita sudah kumpulin Informasi tentang Hunter, tapi itu ga mungkin bisa kita bahas sekarang... Soalnya....."


" Kriiiiiiinggggg..... Deriiiiinnnggggggggg...!!!!! " Bell masuk berbunyi.


" Kita harus belajar dulu. " Ucap Jagad.


Tak lama kemudian.


" Salamat pagi anak-anak...!! " Sapa pak Wardi yang merupakan guru olahraga.


" Selamat pagi pak......!!!! " Balas para murid serentak.


" Sebelum saya lanjut ke topik pelajaran kita, ada yang ingin bapak sampaikan kepada kalian..., bapak ga suka kalo ada anak yang pinter, tapi suka bolos. " Ucap pak wardi yang bersandar di depan meja guru sambil menatap tajam ke arah Fakha, Sabda dan Jagad.


" Apalagi, bolosnya di jam pelajaran bapak...!! " Ucap pak Wardi berjalan sambil berusaha duduk di kursi guru yang sekali lagi menatap tajam ke arah Fakha, Sabda dan Jagad.


Semua murid terdiam dan hanya bisa mendengarkan pak Wardi yang terus memojokkan Fakha, Sabda dan Jagad seperti sedang mengusir mahluk halus.


Jam istirahat pun tiba, Fakha dan para sahabatnya pergi ke kantin untuk makan siang.


" Bu... Kita semua disini pesan nasi uduk bertelur saza.. Minumnya es teh manis..!!! " Ucap Ucok.


Jagad pun tertawa geli " Nasi uduk pake telur kali, bukanya bertelur ha ha ha.. " Ucap Jagad menyindir Ucok.


" Sama saza lay.. Buu Sari...!! Pesanan tadi semua, Jagad yang bayar... " Balas Ucok kepada Jagad.


Sabda pun ikut menimpali " Heh....!! Koe wong iki wis koyo cah cilik ae... Sudahlah, masalah bayar ga usah dipikirin, biar nanti Raika yang bayar... "


Raika yang mendengar itu.. "Apaaaa.... Enak ja'a....!! "


"Enak aja... " Koreksi Doe.


" Iya itu, lu aja yang traktir.. Ko malah gua... " Ucap Raika.


" Sudahhhh....!!! Kita disini mau bahas masalah yang lain, malah becanda... Nanti gua yang bayar semua.. " Ucap gadis cantik berhijab yang bernama Aizhar.


" Asiikkk... Kita di traktir makan... " Ucap Doe.


" Gua ga mau melibatkan kalian dalam masalah ini... Jadi sebaiknya kasih informasi yang akurat, terus tinggalin gua sendiri... " Ucap Fakha.


" Apa-apaan lo ini, mau jadi pahlawan super...!!? Lo ga sadar, lo itu cuma manusia biasa, anak kelas 4 tingkat dasar... Setara kelas 4 SD.. " Ucap Jagad.


" Gua emang anak kecil, lo juga anak kecil, tapi gua bisa bikin lo babak belur sekarang juga..!! " Ucap Fakha yang sedang duduk menunggu pesanan.


" Oh, jadi lo mau nantangin gua haaah...!! Mau berapa benjolan di kepala lo... "


" Heiii sudahhh!!, jangan kelahi lagi...!!" Teriak Raika melerai Fakha dan Jagad yang sudah saling menarik kerah baju.


Suasana jadi sangat riuh... Banyak anak lainya yang ingin menyaksikan kejadian tersebut.


2 jam sebelum istirahat...


"Apa rencana kita, klo kita ngobrol di kantin takutnya ada yang mencurigai kita...? " Tulis Aizhar di grup chat Whatsapp khusus mereka yang mereka beri nama Brave Kid. Anggota grup itu adalah Fakha, Sabda, Jagad, Doe, Ucok, Raika dan Aizhar.


" Sekarang juga ga mungkin, soalnya pak Wardi ga mungkin meninggalkan area pertempuran ini.. " Tulis Doe.


" Terus gimana...? " Tulis Raika.


" Sudahlah kita omongin di grup ini aja.. " Tulis Jagad.


" Ga bisa, mendingan kita tunggu kesempatan aja, memangnya sepenting apa sih yang mau kalian omongin.. " Tulis Fakha.


Tak lama kemudian.


" Baiklah anak-anak...sekarang waktunya kita praktek olahraga diluar...!! Jangan jadi pemalas..!! Gunakan otot mu untuk kesehatan. " Ucap pak Wardi mengajak muridnya praktek olahraga di lapangan.


"Saya izin pak.. Kepala saya sakit... " Ucap Jagad.


" Waduh pak... Tiba tiba saya terkena serangan pecirit (diare), saya izin ke toilet pak... " Ucap Sabda sambil memegang perut dan berlari keluar kelas.


Sementara Roso, buru-buru masuk kedalam lemari kelas tanpa sepengetahuan pak Wardi.


Aizhar yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Fakha menyuruh Fakha untuk tidur di meja, dengan posisi duduk dan kepalanya diletakkan di atas meja menggunakan tangan sebagai alasnya, "Pak.... Fakha pingsan pak, mungkin dia masih depresi kehilangan orang tuanya pak, jadi biar saya, Doe dan Raika pak yang temenin Fakha disini.."


Dengan wajah penuh bingung, pak Wardi hanya bisa menganggukkan kepala tanda setuju. Lalu Ia pun pergi bersama anak lainya sambil menggaruk kulit kepalanya yang ditutupi topi.


" Aman.. Ayo kita diskusi sekarang, waktu kita cuma 30 menit sebelum mereka balik lagi kesini. " Ucap Doe.


Mereka pun memanfaatkan waktu sebaik mungkin, mereka langsung berkumpul dan membentuk forum diskusi.


Aizhar pun langsung bicara. " Oke langsung to the point aja ya, begini ceritanya..... Pada hari saat terjadi peristiwa pembunuhan orang tua Fakha...., mendadak ada pelatihan penyelamatan yang dilakukan oleh Damkar setempat, tapi gua curiga sama pelatihan dadakan itu, akhirnya, waktu semua orang kumpul di lapangan, gua nyelinap ke bagian kendaraan mereka di parkiran, gua sedikit liat di bagian dalam belakang kendaraan itu ga kaya punya Damkar, itu kaya Laboratorium berjalan tau ga...? Ga lama kepala sekolah kita diam-diam kesitu untuk ketemu sama salah seorang petugas. Gua ga berani keluar dari tempat nyumput gua di balik dinding deket toilet yang juga deket sama mobil mereka di parkir. Sekilas gua denger tentang Secret Academy dan Hunter, gua masih belum dapet informasi yang utuh waktu itu, jadi gua masih coba dengerin obrolan mereka walaupun suaranya kalah sama suara sound system di lapangan. Tiba-tiba kepala sekolah pergi, gua langsung inisiatif untuk ngikutin dari belakang diam-diam, gua pikir kepala sekolah bakalan keruang kerjanya, ternyata dia malah menuju arah belakang kantin, gua ga ngerti apa yang dia pikirin waktu itu, gua bingung kenapa dia pergi kebelakang kantin, itu kan jalan buntu. Ternyata di sana ada jalan rahasia..... "


" Apaaa... Serius lo..? " Tanya Sabda.


" Gua juga punya berita lain, di hari yang sama waktu orang tua Fakha meninggal tapi di jam yang berbeda, waktu itu sekitar jam 2 an gitu kalo ga salah, gua sengaja lewat depan ruang kepsek sehabis buang air kecil, waktu itu kebetulan lagi sepi ga ada guru diruang itu selain kepsek. Makanya gua ke sana dengan niat awal mau buang waktu ambil jalan yang jauh sambil jalan ke kelas, Gua pikir ga ada guru sama sekali. Gua takut ketauan makanya gua ngumpet di balik dinding sebelum lewat. Tapi gua ga nyangka kalo gua bakal denger kepsek lagi ngobrol lewat Gawai pake kata sandi rahasia segala, suaranya kedengeran jelas banget dia ngobrol sama Agen dari Secret Academy. Tapi rencananya apa gua ga tau. Yang jelas dia nyebutin nama Fakha, Jagad dan Sabda. " Ucap Doe.


" Jadi.... Kita harus cari tahu dulu kebenaran jalan rahasia ini, mengarah kemana jalan ini. Gua punya rencana yang bakal kita eksekusi hari ini juga.. " Ucap Fakha.


" Apa rencana lo...? " Tanya Jagad.


" Nanti waktu jam istirahat, gua dan Jagad bikin keributan di kantin karena orang sudah lama nunggu gua sama Jagad kelahi didepan mereka, Raika pura pura menengahi kita, Aizhar dan Sabda periksa ruangan itu, cari tahu gimana cara buka nya, tapi jangan langsung masuk kedalam, kita akan masuk sama-sama tengah malam nanti. Sedangkan Doe dan Ucok mengawasi situasi, cepat kasih tau Aizhar dan Sabda kalo ada yang datang ke arah mereka, terutama kepsek." Jelas Fakha mencoba menyusun rencana.


" Lha terus nyonge ngapain... ? " Tanya Roso.


" Lu tugasnya mengatasi situasi tak terduga. " Jelas Fakha.


Waktu sekarang di kantin sekolah.


Suasana sangat riuh ricuh tak terkendali hingga mengundang kepsek untuk turun tangan.


" Waduh gawat, paket nomor satu mendekat....!! " Teriak Ucok ke arah Sabda dan Aizhar memberi kode bahwa kepsek sudah dekat.


" Yesss...!! Akhirnya kita bisa buka pintu rahasia ini..!! " Ucap Aizhar gembira sambil memegang pintu rahasia.


" Ucok... Sepertinya kita sudah telat ngasih taunya... " Ucap Doe.


Aizhar dan Sabda segera mencoba menutup kembali pintu tersebut, namun tak semudah yang di bayangkan, sementara suara langkah kaki kepsek semakin dekat.


Kepala sekolah pun langsung melihat ke tempat ruang rahasia. Namun tidak ada seorang pun ada di situ, padahal tempat itu hanya punya satu jalan keluar dan masuk.


Kepsek memeriksa pintu tersebut masih terkunci dengan baik. Lalu ia pergi begitu saja meninggalkan tempat itu.


"Fiuuuhhh... Hampir saja... " Ucap Roso yang menggunakan selimut kamuflase bersama Sabda dan Aizhar.


" okey... deg-degannya masih berasa walaupun orangnya sudah lewat. " ucap Aizhar.


" Tinggal tunggu nanti malam... " Ucap Sabda.