
Malam pun tiba, mereka menginap di sebuah Asrama yang di buat khusus untuk latihan anggota baru.
" Wahhh... Enak kali disini, nah... Aku mau di ranjang atas.. " Ucap Ucok memilih tempat tidur bertingkatnya.
Fakha,Ucok,Sabda,Roso dan Doe berada di satu ruangan khusus pria, sedangkan Aizhar dan Raika berada di ruang khusus wanita. Mereka melepas lelah setelah seharian berkeliling mengenali lingkungan.
" Hey.. Lo orang inget ga tadi waktu kita ke ruang Lab. B-Tech.? " Ucap Doe merebahkan badan letihnya.
" Wah.. Lo masih inget sama prof. Techygi Robix ya..?" Ucap Roso.
Ingatan mereka kembali beberapa saat setelah makan siang, mereka melanjutkan berkeliling pengenalan lingkungan. Durasi waktu yang di berikan di setiap mereka singgah hanya 10 menit.
Tibalah mereka di sebuah laboratorium pembuatan Robot dan teknologi lainya. Mereka berjumpa dengan seorang profesor paruh baya dengan tangan kiri yang terbuat dari robot. Dengan tatapan sinis profesor itu menatap mereka yang baru tiba.
" Nah.. Anak-anak perkenalkan ini adalah prof. Techygi Robix, kepala laboratorium B-Tech. Beliau adalah salah satu Ilmuan terhebat yang kami punya. " Jelas Dr. Bio.
" Salam kenal Prof. " Ucap Doe melambaikan tangan.
Profesor hanya memandang sinis dan tak berkata apa pun.
Dr. Bio yang menyaksikan itu lalu menghibur Doe " Sudahlah, ga usah di pikirkan, prof. Techygi memang begitu sifatnya.. Ayo kita lanjut ke tempat lain..!! "
Pukul 07:00, Asrama Putra Pelatihan Secret Academy.
" Huuuuhhh, kalo gua inget kejadian itu, pingin rasanya gua pites Prof. Techygi...! " Ucap Doe kesal.
" Emang lo berani...? ” Tanya Roso.
" Hah...! Syapa takut...!!! " Jawab Doe lantang.
" Sudah lagi lay... Nanti korang baru tau rasa kalo Prof. Techygi tiba-tiba datang ke Asrama kita. " Ucap Ucok meledek.
Tiba- tiba terdengar suara pintu diketuk dari arah luar.
" Nah lo... Itu profesor nya datang...!! " Ucok menakut-nakuti Doe.
Doe hanya terdiam seakan tak akan terjadi apa-apa, sebab Profesor tak akan mungkin mengurusi hal sepele seperti itu.
Roso membuka kan pintu. " Eh Prof. Techygi ada perlu apa datang kemari? "
Doe masih tak percaya.
Ucok pun berlari melihat siapa yang datang. " Eh Prof. Techygi silahkan masuk. " Ucok berkata dengan nada keras.
Doe mulai gelisah, namun Ia masih tak percaya.
" Saya mencari anak yang menegur saya tadi siang, dia sungguh tidak sopan, siapa namanya? " Terdengar suara pria dewasa dari luar.
"Ooohh.. Anak laki-laki yang berambut agak pirang ya Prof.? Dia ada di dalam, nama anak itu Doe " Ucap Roso.
" Betul Prof. Kebetulan Doe lagi di kamar tidur, silahkan masuk.. " Ucap Ucok menatap ke arah Doe yang sedang mengintip dari balik pintu kamar tidur.
Rasa panik dan takut segera menggandeng Doe sekaligus menuntun Doe menuju lemari pakaian untuk bersembunyi.
" Hay Fakha, lo liat Doe ga? Tadi dia disini kan..? " Tanya Roso.
" Eh ada Prof. Techygi, dia ada di dalam lemari Prof. " Ucap Fakha.
Doe hanya bisa menahan rasa ngeri yang bertengger di kepalanya, ia menunggu sambil membungkukkan badannya, memejamkan matanya dengan sepejam-pejamnya. Suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah lemari, membuat Doe semakin bergetar.
Pintu lemari terbuka seketika, terlihat doe sedang membungkukkan badannya sambil memegang erat kepalanya, " Ampuuunnn pak profos eh pak prosesor, anu Prof. Teko eh Techygi " Doe memohon ampun sambil memegang erat kedua kepalanya.
" Hahahahaha ahahahaha ahahahahaha.........!!!!!! " Suara tawa pecah bergemuruh dari para sahabat Doe yang menyaksikan kejadian itu.
Ucok terpingkal-pingkal hingga terjungkal ke lantai.
Doe perlahan memberanikan diri melihat sekitar, dia tak melihat ada Prof. Techygi di antara mereka, Doe mulai sadar bila ia sedang di kerjain para sahabatnya. " Prof. Techygi pergi kemana..? " Pertanyaan pura-pura tak tahu dari Doe. Lalu Ia keluar dari dalam lemari sambil merangkak kemudian berdiri.
Gelak tawa para sahabat Doe semakin tak terbendung melihat celana Doe yang basah kuyup karena ketakutan.
Doe hanya bisa tersenyum malu lalu berlari ke kamar mandi. Doe membiarkan sahabatnya jumpalitan ke sana kemari sambil tertawa. Doe segera mandi dan mengganti pakaiannya yang basah.
Setelah selesai mengganti pakaian, Doe segera keluar dari kamar mandi, " Ahhh lo orang ini... Keterlaluan banget ngeprank gua.. " Ucapnya sambil mengeringkan kepalanya dengan handuk.
" Habis lo dari tadi sore ngomongin Prof. Techygi terus, kebetulan aja Jagad dateng pas lo ngomongin Dia lagi, gua suruh aja Jagad pura-pura jadi profesor pake pengubah suara. Dan ternyata.... Berhasil... " Ucap Roso.
” kedatangan gua kesini tuh mau kasih tau, kalo makan malam sudah siap, ayo kita ke ruang makan, nanti di sana bakal ada arahan dan sekaligus perkenalan para coucha (pelatih) yang akan mendampingi kalian selama dalam masa magang " Ucap Jagad.
Pukul 07: 00 Asrama Putri Pelatihan Secret Academy.
" Huuuuh... Kenapa sih kita cuma di kasih waktu 10 menit di setiap kunjungan, padahal kan gua masih mau belajar, terutama di lab Biology. " Ucap Raika.
" Sudahlah jangan dipikir terus.. Ga lama lagi kita jadi nggota Secret Academy. Lo bisa belajar sepuasnya. " Jawab Aizhar tersenyum.
Tak lama kemudian datanglah Dr. Bio menjemput mereka menuju ruang makan sekaligus ruang pertemuan untuk para pemula.
Mereka pun tiba bersamaan dengan para sahabat laki-laki mereka yang terus tertawa tak henti hentinya. Mereka pun menuju ruang pertemuan bersama-sama.
Setibanya di ruang pertemuan, mereka di suguhkan hamparan makanan yang beberapa dari hidangan itu belum pernah mereka makan Sebelumnya. Mereka sangat senang duduk dan menikmati makanan mereka sambil sesekali ngobrol.
" kak Bio, tadi kan kita kesini lewat beberapa papan pengumuman besar, terus aku baca di sana ada salah satu papan pengumuman tentang hadiah, dan si atas papan itu bertuliskan Task and reward, apakah setelah kita menyelesaikan tugas, kita akan dapat hadiah seperti yang tertulis? "
Dr. bio terdiam menghentikan aktivitas makan malamnya sesaat " Betul sekali Fakha, saya sampai lupa untuk menjelaskan bagian dinding itu tadi siang, bahkan belum semua Divisi saya perkenalkan pada kalian, soalnya waktunya terlalu sempit, baiklah akan saya coba jelaskan sekarang juga, kita semua disini di gaji dari tugas-tugas itu, termasuk apa yang kita makan sekarang, tugas itu boleh di kerjakan oleh siapapun anggota Secret Academy dari Divisi mana pun yang penting sudah memiliki Kartu Izin Berburu (KIB) , KIB memiliki tingkatan yang berpengaruh terhadap rating tugas yang akan kita kerjakan. Warna KIB melambangkan tingkat dari si pemilik kartu, Bronze adalah tingkat paling dasar dari KIB, Silver adalah tingkat Menengah dari KIB, Gold adalah tingkat atas dari KIB, sedangkan Platinum adalah tingkat tertinggi dari KIB. pemilik KIB platinum bebas memilih tugas mereka, namun pemilik KIB Bronze hanya bisa mengerjakan tugas level dasar. Untuk mendapatkan KIB kalian akan di Uji kelayakan, KIB akan di berikan oleh penguji dan akan keluar warna sesuai dengan kemampuan. "
Dr. Bio menghentikan penjelasanya sesaat untuk minum.
" kak Bio, bagaimana cara kita memilih tugas mana yang akan kita kerjakan" tanya Sabda.
" pertanyaan bagus lainya, oke, tugas yang di berikan ada 3 kategori, yaitu Spy, Detektif dan Protektor, itu juga akan di rekomendasikan oleh penguji dan di tulis di dalam KIB, meskipun sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kategori apa yang akan kalian kerjakan. Seperti contoh, Jagad direkomendasikan untuk mengerjakan kategori Protektor, namun dia selalu memilih kategori SPY. Jagad banyak mengalami kegagalan karena memilih kategori yang tidak direkomendasikan, bukan begitu Jagad...? " Seusai menjelaskan, Dr. Bio menatap Jagad dengan senyum manisnya.
Jagad pun hanya tersipu malu, pertanda benar apa yang dikatakan Dr. Bio tentang dirinya.
Setelah selesai menghabiskan makan malam, mereka pun menunggu Divisi ketahanan pangan membereskan meja makan mereka, seketika suasana berubah menjadi ruang pertemuan. Mereka pun menunggu apa yang akan dilakukan selanjutnya.