Secret Academy

Secret Academy
Terpaksa



" Waaaaa.....!!!!" Teriak Fakha, Sabda dan Jagad bersamaan.


"Bruggghhh...!!!! " Suara tubuh jatuh.


"Awww...!! " Teriak sabda.


"Ko aneh ya...? Padahal tinggi sumur ini sekitar 3 meter, tapi keliatan jauh kalau dari atas...? " Ucap Sabda.


"Jangan bergerak...!! Sepertinya yang kita pijak ini bukan dasar sumur... " Ucap Jagad.


" Kalau begitu, cepat siapkan peralatan untuk keluar dari sini secepatnya...!! " Ucap Fakha.


" Sabda, apa aja yang lo bawa itu? Kok kayak nya berat banget...? " Tanya Jagad.


"Ahhh ga perlu tau.... " Ucap Sabda.


" Bukanya itu pakaian mu? Juga alat alat pribadi lainya, sebenarnya kalian ini mau kemana? " Tanya Jagad.


" Berisik...!!! Sekarang yang penting kita bisa keluar dari sini... " Sabda kesal.


Tak lama kemudian, tempat yang mereka pijak menjadi miring, mereka masuk dalam sebuah lorong yang licin.


" Waaaaahhh apa-apaan ini...!!! " Ucap Sabda.


Jagad segera mengambil alat yang dapat menaiki dinding, lalu dengan sembarangan ia mencoba menempelkan alat itu ke dinding yang licin.


" Uuhhhhh... Sial... Ayo menempel...!!! " Teriak Jagad.


" Crught...!!! " Alat itu akhirnya menempel.


Jagad memegang kedua alat di tangan kanan dan kirinya dengan erat.


Sementara Jagad sedang kesulitan menempel, Fakha meraih celana Jagad untuk berpegangan agar tak terjatuh, lalu disusul dengan Sabda yang memegang celana Fakha.


" Wwoooooyyyy...!!! Apa-apaan kalian ini, lantai ini terlalu licin, susah untuk nempel, malah kalian tambahin beban gua, pegangannya ko ya di celana sih. Uaaahhhh... Aku sudah ga kuat lagi nahan kalian berdua. " Celoteh Jagad.


" Udah sih, cerewet banget. Ini gua lagi ambil alat punya gua sendiri, tahan dikit lagi. " Ucap Sabda.


Sabda pun berusaha mencari alat tersebut di dalam ransel yang di penuhi pakaian miliknya. Namun secara tak sengaja Sabda menjatuhkan bom bola kecil.


" Waduuuuhhh, bom bola gua jatuh...!! " Teriak Sabda.


" Apaaaaa....!!! Bahaya banget lo ini, kita gak tau apa yang ada di bawah. " Teriak Jagad.


Tak lama setelah itu Sabda kembali menjatuhkan Ranselnya.


" Aduh... Tas gua jatuh juga... " Teriak Sabda.


" Sabda...!!! " Fakha kesal.


" Maaf cun... Tapi kayaknya bom bola gua aktif karena ketimpangan tas.. " Ucap Sabda.


" Jagaaat ayo kita naiiikkk...!!!! " Ucap Fakha.


" Ga usah lo kasih tau juga gua bakal naik...!! " Teriak Jagad.


" Jagaaaattt buruan naik...!!! " Teriak Sabda panik.


" Gimana gua bisa naik.. Lo jangan gerak terus Sabda...Celana gua mau lepas nih lo orang tarik.... Kalian itu berat banget... Gua ga bisa naik...Aaaahhhhhhh.... " Teriak keputusasaan.


Di ruang rahasia.


"Begitulah gambaran tentang SA, apakah ada pertanyaan..? " Suara pak Kamso yang baru selesai menjelaskan tentang SA sambil berjalan.


" Pak Kamso? Apakah SA itu tersebar di seluruh dunia...? " Tanya Doe.


" Oh tentu saja, banyak sekali cabang SA di seluruh dunia, semua itu berpusat di Dubai. " Ucap Pak Kamso.


" Pak sepertinya dinding di sebelah sana itu gaduh sekali.. " Ucap Raika menunjuk ke arah dinding di sebelah kanan mereka.


" Berhenti... " Perintah pak Kamso menghentikan laju perjalanan mereka.


" Mundur...!!" Perintah pak Kamso sambil mengambil senjata di pinggangnya.


Di dalam sumur tua.


" Booooommmm...!!!!!!! " Suara ledakan dari bom bola milik Sabda.


Jagad pun tak kuat lagi menahan beban Fakha dan Sabda sehingga mereka pun terjatuh semakin dalam.


"Haaaaaaaaaaa.........!!!!!!!!! " Teriak mereka bersamaan.


" Apa yang kalian lakukan dari lubang ituuu..... " Teriak pak Kamso melihat Fakha, Sabda dan Jagad yang tiba tiba keluar dari dalam lubang setelah ledakan.


Doe tersenyum melihat wajah pak Kamso yang di atasnya terdapat ****** ***** milik Sabda, ledakan itu menghancurkan tas milik Sabda dan menghamburkan pakaian Sabda yang ada di dalam tas tersebut.


" Ternyata lubang dari sumur itu tembus ke ruang rahasia, kenapa gua ga tau sebelumnya. " Gumam Jagad.


" Plak... Plak... Plaakk... Plakkk.. !!! "Suara tangan yang menempel di pipi dengan keras.


" Kalian ini sudah keterlaluan, benar-benar badungnya sudah ga bisa diselamatkan, saya tunggu lewat jalan yang benar, kenapa harus membobol dinding ruang rahasia ini hah...?!! Apalagi kamu Jagad, tugasmu kan menyusul mereka, bukanya malah membobol paksa..!!" Pak Kamso emosi.


" Kenapa saya kena tampar juga pak..? " Tanya Doe bingung.


"Karena kamu menertawakan saya.. " Jawab pak Kamso.


" Saya kan cuma senyum pak... " Sanggah Doe.


"Sama saja...!! " Ucap Pak Kamso.


Pak Kamso segera menghubungi SA bagian perawatan aset untuk segera menutup jalan rahasia yang sudah lama tak terpakai itu.


" Fakha... Akhirnya lo dateng juga" Ucap Aizhar lembut.


" Kenapa cuma Fakha yang lo sambut..? " Ucap Doe sambil memegang pipi cap lima jari merahnya.


" Iya, ga adil banget, padahal gua ama Jagad kan juga baru dateng... " Ucap Sabda sambil mengusap pipinya yang juga bercap 5 jari.


" Fakha, apa kamu sudah memutuskan untuk ikut? Karena yang sudah ada disini ga akan ada jalan untuk kembali sebelum misi terselesaikan. " Ucap Pak Kamso.


"Bagaimana kalo kita memaksa untuk kembali...? " Tanya Fakha.


" Kami sudah menyiapkan tak hanya jebakan baru saja, tapi juga penjaga yang ga memperbolehkan siapapun melintas... " Ancam Pak Kamso.


"Glek... " Sabda menelan ludah.


" Fakha gua ga mau lewat jebakan lagi.. " Ucap Sabda trauma.


" Baiklah pak, saya ikut untuk sementara waktu, saya masih belum bisa memutuskan sampai saat ini... " Ucap Fakha.


" Yeay.. Fakha ikut....!! " Teriak Raika senang.


" Ini lagi, gua kan juga ikut pada akhirnya, kenapa cuma Fakha yang lo omongin..? " Ucap Sabda.


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan sampai pada sebuah stasiun kereta rahasia.


" Nah, Anak-anak kita sudah sampai pada tujuan kita, tapi ini bukan tujuan akhir kita, ini adalah awal kita menuju tujuan yang sesungguhnya.. " Ucap Pak Kamso.


" Penjelasan bapak ini sangat ga jelas ya Roso.. " Bisik Sabda dekat telinga Roso.


" Plak.. Plak... " Suara tangan menyentuh pipi.


" Saya bisa dengar itu" Ucap pak Kamso.


" Tapi pak, ko saya kena juga..? " Ucap Roso.


" Karena kamu tersenyum" Ucap pak Kamso.


" Saya ga berniat senyum pak, saya kegelian bibir Sabda nyentuh daun telinga saya.. " Sanggah Roso.


" Itu... Sama saja" Ucap pak Kamso.


" Makanya, jangan becanda terus. " Ucap Raika.


" Baiklah anak-anak sebentar lagi jemputan kita tiba, jangan sampai ada yang ketinggalan. " Ucap pak Kamso.


Tak lama kemudian, dihadapan mereka datang sebuah kereta yang hanya 3 gerbong. Kereta itu berjalan hampir tanpa suara. Sehingga hadirnya pun tak ada yang tahu bila tak melihat langsung.


" Nah, anakku sekalian, perkenalkan, ini adalah kereta cepat, nama kereta ini Wrap Train, salah satu aset yang dimiliki SA. Kecepatan kereta ini sekitar 10.000 km/jam. Jadi, jangan sekali-kali kalian berdiri saat kereta ini sedang jalan, sedia kantong plastik bagi yang belum pernah naik kereta ini. " Ucap pak Kamso.


Pintu kereta pun terbuka, mereka pun masuk kedalam kereta lalu meletakkan berang mereka.


" Waaaww, mewah kali kereta ini, macam kita lagi ada di pesawat komersial... " Ucap Ucok terkagum-kagum.


" Ya lo, wuihhh dalemnya akeh panganan... " Ucap Roso yang juga terkagum-kagum.


" Oke anak-anak, silahkan duduk di kursi kalian, lalu gunakan sabuk pengaman kalian, sebentar lagi kita akan berangkat. " Ucap pak Kamso.


" Tooooonnnnn....!!!!!" Suara kereta yang siap berangkat.


" Waaaaa... !!! Alon-alon pakkkkkk....!!!! " Teriak Sabda yang kemudian mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.