
Tiba-tiba muncul jaring elektrik dari arah belakang Fakha dan mengurung Fakha di dalamnya.
" Dr. Bio.... " Ucap Sabda dengan nada bahagia karena datang bala bantuan.
" Dr. Bio kami sudah mengamankan salah satu dari mereka, tapi yang satu lagi sudah melarikan diri, sementara anak buah mereka sudah tak bernyawa lagi " Ucap Luby sambil mengikat Pak Windu.
" Bagus Luby, bawa dia ke dalam kendaraan kita, mereka tak tahu apa yang sudah mereka bangkitkan... " Dr. Bio geram menyaksikan kejadian yang membuat Fakha menjadi tak terkendali.
Fakha kembali berontak merobek jala tersebut dengan kuku panjangnya, jala pun berhasil di hancurkan, efek listriknya sudah tidak lagi berfungsi, wajahnya yang mulai melayu kembali beringas, Ia semakin liar bagaikan singa lapar.
Perlahan menghampiri Dr. Bio yang sudah siap dengan pakaian tempurnya, " Luba, Luby siapkan tembakan bius, buat dosis tinggi, kali ini levelnya sudah naik ke level 3, bantu aku dari kanan dan kiri...! " Perintah Dr. Bio pada dua asisten andalannya.
" Dr. Bio apa yang sedang terjadi sebenarnya? " Tanya Luby yang belum tahu tentang Fakha.
" Ini adalah penyakit yang sangat langka, suatu sistem kekebalan tubuh yang memaksa adrenalin dan yang lainya menjadi berkali lipat lebih kuat di banding saat normal, terbentuknya sistem kekebalan tubuh ini dikarenakan pemilik tubuh merasa terancam... " Ulas Dr. Bio sambil mencari titik lengah Fakha.
" Lalu bagaimana jika penyakit ini kita biarkan saja, apakah akan berpengaruh pada tubuh? " Tanya Luba yang juga penasaran sambil berusaha membidik Fakha dengan senapan biusnya.
" Jika di biarkan saja, maka pemilik tubuh akan kehabisan energi dan mengalami kerusakan saraf, yang paling fatal.... Menyebabkan kematian.. " Jawab Dr. Bio yang menembakkan jarum bius ke arah Fakha dari lengan kanannya.
" Fakha.... Hentikaaannn...!! " Lirih suara Aizhar memanggil karena sudah kehabisan suara.
Sabda dan Jagad pun sudah tidak berdaya lagi, namun mereka masih berusaha bangkit untuk membantu Dr. Bio.
" Huh... Tebal sekali kulitnya, jarum biusku tak dapat menembus kulitnya, ini benar-benar di luar dugaan ku, untuk anak seusianya dia mampu bertahan sejauh ini dan masih terus memaksa tubuhnya, dia benar-benar bisa mati, Luba!! Siapkan asap bius dosis maximal...! " Dr. Bio benar-benar kewalahan menghadapi Fakha, sebenarnya Dr. Bio sudah belajar tentang kelainan ini, namun baru kali ini Ia menyaksikan langsung.
Luba menyiapkan peralatan yang diminta oleh Dr. Bio, sementara Fakha kembali menyerang Luby hingga Luby mengalami luka di bagian lengan kanannya, Dr. Bio mengikat Fakha dengan tali yang berasal dari pakaian tempurnya, tali itu sangat lengket, keluar melalui lengan dan di arahkan pada Fakha.
Kali ini Fakha kesulitan untuk melepas tali itu, Ia terlilit dan sulit untuk lepas dari jerat tersebut, kesempatan itu dimanfaatkan oleh luba untuk membiusnya dengan asap.
Fakha kembali melemah, Ia berjalan tak menentu arah, namun kesadarannya mulai pulih, samar-samar ia melihat di sekelilingnya, Ia terjatuh karena kelelahan, tepat dihadapannya Ia melihat Aizhar yang sedang menangis, Fakha pun tersenyum " Aizhar... " Ucapnya dengan lembut, setelah itu Ia tak sadarkan diri dan terjatuh tepat di hadapan Aizhar.
Asap bius memenuhi area pertempuran, semua manusia yang ada di dalamnya terlelap, kecuali mereka menggunakan masker anti smoke seperti yang digunakan Dr. Bio dan dua asistennya.
" Mereka semua akan di bawa ke markas Secret Academy, karena mereka adalah saksi, pelaku dan juga korban... " Ucap chef Heerlik yang tiba-tiba muncul didampingi beberapa Keepy ( panggilan untuk pasukan penjaga di SA ), dan memerintahkan para Keepy untuk memindahkan Fakha dan para sahabatnya yang sedang tertidur ke dalam mobil yang terpisah dari mobil yang mengangkut anak buah Pak Windu.
" Hufh telat... Kemana aja...? " Ucap Dr. Bio memandang dengan sinis.
" He he maaf kita tadi kehilangan lokasi, jadi kita cuma muter-muter aja, terimakasih sudah mau menyempatkan diri memenuhi panggilan tugas, padahal Dr. Bio baru saja pulang dari misi... " Chef Heerlik berusaha menjelaskan keterlambatannya.
" Sampai sekarang aku masih ga paham sama SA yang sudah bikin kamu berada di peringkat atas dalam kedisiplinan..... " Dr. Bio menyindir perilaku chef Heerlik.
" Jangan begitu dong Dr. Cantik, saya kan juga manusia, sedikit kesalahan bisa saja terjadi, ya kan? " Chef Heerlik berusaha mencairkan suasana sambil mengecek salah satu mayat anak buah Pak Windu.
Chef Heerlik sangat terkejut dengan temuannya itu " Dr. Bio... Apakah dalam usus manusia terdapat kabel, dan beberapa tulang manusia terbuat dari logam ringan? " Chef Heerlik memberi tahu Dr. Bio.
Dr. Bio mendekati Chef Heerlik untuk memeriksa " Ga mungkin, ternyata proyek itu benar-benar ada dan berhasil, bawa mereka ke Advance Laboratorium untuk di periksa, saya mau berangkat duluan, nanti saya tunggu kalian di Advance Laboratorium..! " Ucap Dr. Bio sambil meninggalkan lokasi.
10 jam kemudian di dalam Ruang Pengobatan Secret Academy, Aizhar mulai sadar dan mencoba untuk membuka mata, Ia melihat Sabda dan Jagad sedang duduk dan diceramahi oleh pak Kamso.
" Siapa yang memerintahkan kalian untuk bertugas? " Tanya Pak Kamso dengan nada keras.
" Saya yang mengajak mereka Pak, bukankah saya sudah minta Izin dengan SA? dan bapak sendiri yang mengantarkan kami dengan mobil aset itu...? " Tegas Jagad saat di interogasi.
" Itu ga mungkin, saya berada di dua tempat dalam waktu bersamaan, saya sudah dua hari berada di SA untuk mengisi data. " Pak Kamso menggaruk kepalanya karena semakin penasaran dan meminta anak buahnya untuk mengecek semua CCTV yang ada di SHN. Ia pun keluar menuju ruangannya dalam keadaan bingung dan berniat mencari tahu kebenarannya.
" Hay.. Sudah sadar rupanya, Dr. Bio menyuruhku untuk nungguin kamu sampai siuman " Terdengar suara Luby yang duduk didekat Aizhar.
" Kak Luby... Dimana Fakha...? " Aizhar penasaran kenapa Fakha ga ada di ruang pengobatan, padahal Sabda dan Jagad ada di ruang yang sama.
" Huuuffh... Ini yang saya ga sanggup harus menyampaikan ke kamu, keadaannya cukup parah, banyak sistem sarafnya rusak akibat paksaan berlebihan, dia masih belum sadar sampe sekarang, dan dia sekarang ada di ruang Advance Laboratorium untuk di periksa lanjutan, dan kemungkinan dia mau di bawa ke Rusia. " Luby menjelaskan dengan berat hati.
" Apa itu Advance Laboratorium dan kenapa Fakha mau dibawa sampa ke Rusia? " Aizhar semakin penasaran.
Sementara Pak Kamso yang sudah sampai di ruangannya mulai duduk dan membuka laptop miliknya, ia mencoba mencari data yang ada di SHN, dari mulai tamu dan yang lainya, setelah berkali-kali ia memeriksanya, tak ada kejadian apa pun pada hari saat mereka mencari temanya yang hilang, dan sebenarnya temanya tidaklah diculik seperti yang mereka ucapkan, sehingga Pak Kamso semakin bingung dibuatnya.