
Terbukalah pintu ruang tersebut, keluarlah pemimpin tertinggi Secret Academy yang di ikuti oleh beberapa pengawal pribadi, Lalu duduklah Ia di kursi pimpinan di atas panggung mini.
Keadaan menjadi tegang dan canggung, Fakha dan yang lainya menjadi sangat serius dengan kehadiran sosok utama Secret Academy di ruang tersebut, disertai oleh beberapa coucha yang nantinya akan melatih mereka hingga berhasil mendapatkan KIB.
Sang pemimpin tertinggi duduk dan menatap wajah para anggota barunya satu persatu di atas tempat duduknya. Dengan wajah nyaris tanpa expresi tanpa senyum, Ia mengulanginya hingga 2 kali. Setelah itu Ia menyapa orang-orang yang berada di ruang tersebut dengan sedikit senyuman.
" Selamat bergabung untuk para anggota baru Secret Academy, semoga kemampuan kalian menjadi harapan bagi seluruh dunia" Ucap pimpinan membuka kegiatan pengenalan tersebut. Setelah selesai berpidato, pimpinan pun segera meninggalkan ruang pertemuan tanpa sempat memberitahukan namanya.
" Baiklah, untuk acara selanjutnya kita akan berkenalan dengan coucha yang akan mendampingi kalian sampai mendapatkan SIB. Namun sebelum kita berkenalan dengan para coucha, sebaiknya kalian tahu dasar- dasar peraturan Secret Academy melalui buku panduan yang ada di depan kalian. Buku itu mencakup banyak hal dari mulai peraturan dasar hingga claim rewards. Silahkan bawa pulang buku itu untuk di pelajari. Di ruang ini, seperti yang kalian lihat, banyak sekali coucha yang dapat mendampingi kalian,namun hanya beberapa coucha saja yang sudah di tentukan untuk mendampingi kalian, jadi belajarlah dengan giat bersama coucha kalian.
Coucha yang pertama, Dr. Biota Nafie. Adalah seorang scientists di bidang Biologi. Karena kemahirannya dalam ke ilmuan Biologi, maka ia mendapatkan panggilan Dr. Bio yang kebetulan sesuai dengan nama depannya. Dr Bio sendiri adalah seorang anggota Secret Academy yang memiliki Recommended sebagai Spy. " Ucap mederator menunjuk ke arah Dr Bio.
" Hay semuanya, semoga kalian akan senang belajar bersama-sama denganku. " Sapa Dr. Bio dengan senyum manisnya.
Fakha dan yang lainya pun senang dengan terpilihnya Dr. Bio sebagai salah satu coucha mereka, sehingga mereka pun bertepuk tangan gembira.
"Yang kedua, professor Techygi Robix. Seorang Scientists di bidang pengembangan technology. Prof. Techygi memiliki Recommended sebagai Detektif. " Ucap moderator menunjuk ke arah Prof. Techygi.
Prof. Techygi hanya menoleh dengan ekspresi yang datar.
Senyum kecut pun keluar dari wajah mereka yang kesal karena terpilihnya Prof. Techygi sebagai salah satu coucha mereka. Di iringi dengan tepuk tangan palsu.
"Yang ketiga, ada Dr. Kimya Hala. Seorang scientists di bidang pengembangan bahan kimia dan obat- obatan. Dr. Kimya Hala memiliki recommended sebagai Detektif. " Ucap moderator menunjuk ke arah Dr. kimya.
" Hay semuanya, salam kenal. " Sapa Dr. Kimya.
Mereka pun kembali bertepuk tangan ceria karena terpilihnya Dr. Kimya sebagai salah satu coucha mereka, meskipun belum pernah sekalipun mereka bertemu.
"Yang keempat, Jagad Mutanawie, seorang ahli bela diri, meskipun dia masih anak-anak namun ia berhasil menduduki 10 besar petarung terbaik di Secret Academy. Memiliki recommended sebagai protector. " Ucap moderator menunjuk ke Jagad.
Mulut Doe dan lainya terbuka karena heran melihat sahabat dekatnya menjadi Salah satu dari coucha mereka, namun mereka ga bisa protes.
Arahan demi arahan pun berlanjut hingga selesai.
Pukul 03:00 Asrama putra ruang bawah tanah.
Fakha dan lainya masih belum percaya kalau Jagad adalah salah satu petarung terbaik di SA. Mereka membicarakan Jagad seperti seorang artis baru bagi mereka.
" Ahhh... Wis lah, cape ngomongi wong... Sekarang nasib kita ini kepiye..? " Ucap Sabda.
" Iyo urung ijin karo biunge maning.... " Ucap Roso.
Akhirnya mereka pun tertidur setelah lelah ngobrol tanpa arah. Hanya Fakha yang masih belum mampu memejamkan matanya, diam-diam Fakha keluar asrama untuk menenangkan diri, Ia benar-benar terkena gangguan tidur setelah peristiwa berdarah itu, Fakha duduk di sebuah ayunan di taman bermain, Ia tak menyangka kalau akan ada taman bermain di tempat seperti ini.
" Anak kecil dilarang keluyuran di atas jam tidur, kenapa kamu keluar...? " Terdengar suara seorang wanita yang mengejutkan Fakha.
Fakha menoleh ke arah suara tepat dari arah belakangnya. Tampaklah sosok wanita yang mulai semakin familiar dimatanya.
" Eh kak Bio, maaf kak, aku akan kembali ke asrama ku... " Ucap Fakha terburu-buru dan segera meninggalkan tempat tersebut.
" Hay.. Ga usah buru-buru begitu, hihihi.... Saya cuma bercanda, soalnya saya juga Insomnia, ayo sini saya temenin, saya juga perlu temen ngobrol nih... " Dr. Bio berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada Fakha.
Akhirnya Fakha kembali ke ayunan yang tadi Ia duduki, sementara Dr. Bio duduk di ayunan sebelah Fakha, mereka pun memulai obrolan mereka mulai dari hal yang ringan. Fakha sangat bahagia layaknya berbicara dengan seorang kakak kandung sendiri, perasaan nyaman itu membuat Fakha semakin dalam membuka kepribadiannya yang jarang orang lain tahu.
Sementara di asrama, Sabda terbangun dan turun dari ranjang tingkatnya, Ia melihat ranjang Fakha yang berada tepat di bawah ranjangnya, Sabda melihat ranjang Fakha kosong, ia pun berpikir mungkin Fakha sedang minum, karena dirinya sendiri pun sedang haus dan ingin mengambil segelas air di dekat kamar mandi. Namun Sabda tak melihat Fakha di dapur maupun di kamar mandi, ia segera menuju ruang tamu dan mendapati pintu depan sedikit terbuka. Sabda yang khawatir dengan Fakha segera keluar tanpa memberitahu yang lain. Ia mulai mencari Fakha dari depan Asrama hingga akhirnya ia melihat Fakha sedang duduk di taman bermain dengan seseorang, Sabda ingin memberi kejutan kepada Fakha, Ia pun berjalan tanpa suara ke arah tanaman bunga yang tumbuh rimbun tepat di belakang ayunan mereka berdua. Sesampainya di lokasi, Sabda mengurungkan niatnya, ia mencuri dengar apa yang mereka bicarakan.
" Jadi, sekarang kamu sudah ga percaya lagi sama pak Windu setelah kamu baca surat dari ayahmu...? " Tanya Dr. Bio.
" Iya, saya menemukan surat itu setelah saya kembali ke asrama sekolah, di dalam surat itu terdapat tulisan yang khas dari coretan tangan ayah, sangat rapih, isi dari surat tersebut sangat mengejutkan, ayah memintaku untuk menjauh dari pak Windu, ayah sudah lama curiga dengan Pak Windu yang ingin menguasai harta ayah. Saya ga habis pikir, orang yang selama ini dipercaya olah keluarga kami, ternyata menghianati kepercayaan itu. " Ucap Fakha dengan mata berkaca-kaca.
" Sudahlah ga usah di inget lagi, kamu kan masih punya sahabat setia, siapa namanya? " Hibur Dr Bio.
" oh maksudnya Sabda, dia emang sudah seperti saudara kandung... " Jawab Fakha.
"sepertinya ada yang menguping pembicaraan kita.. "
" Dari baunya, ini tidak jauh dari sini, Hay... kau yang ada di balik sena, cepat keluar atau....?? " ucap Dr. Bio.
seberapapun Dr Bio berteriak, sabda masih belum keluar dari tempat persembunyiannya, Ia ingin membuat surprise kepada Fakha.
Keadaan menjadi hening, Sabda mulai melihat ke arah Fakha duduk, namun tidak ada siapa pun di sana sedangkan ayunannya masih bergoyang. Sabda mulai merinding dengan adanya kejadian itu, Ia pun segera membalikkan badan menuju Asrama. betapa terkejutnya Ia di belakangnya sudah berdiri Dr. Bio dan Fakha.