
"Iya iya saya mau Mister." jawab Rena dengan cepat.
"Nah bagus, ya sudah mulai sekarang kamu sudah mulai bekerja menjadi asisten saya." balas Mr Dito.
"Loh kok sekarang, bukannya anda ada urusan setelah ini?" heran Rena.
"Iya saya ada urusan, maka dari itu saya memerlukan bantuan kamu, kenapa kamu gak mau?"
"Mau, mau kok mister." balas Rena cepat.
"Ya sudah ayo cepat kita pergi, kamu ikuti saya." ajak Mr Dito.
"Baik Mister." tanpa banyak bertanya lagi Rena pun mengikuti Mr Dito pergi.
"Kamu tinggalkan saya mobil kamu di sini, biar nanti orang saya yang akan membawanya pulang ke rumah kamu." ucap Mr Dito saat sampai di parkiran mobilnya.
"Saya bawa mobil sendiri aja deh mister, mister jalan duluan nanti pasti saya ikutin kok bener deh." balas Rena yang ingin membawa mobil sendiri.
"Tidak, nanti yang ada kamu malah kabur, udah ayo cepat waktu saya gak banyak." bantah Mr Dito tak setuju kalau Rena bawa mobil sendiri.
"Tapi mister...."
"Kamu mau nilai kamu saya kosongin?" potong Mr Dito mengancam Rena.
"Huh baiklah." balas Rena pasrah.
Kalau sudah seperti ini dia bisa apa, otak Rena yang memang tidak pintar pintar banget membuat dia mencari jalan pintas agar bisa mendapatkan nilai yang bagus.
Dulu memang ada kedua kakaknya jadi dia bisa santai santai, tapi sekarang kedua kakaknya itu tak bisa lagi membantu dirinya, jadi mau tak mau Rena harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki nilainya.
"Nah gitu dong, ya sudah ayo cepat masuk." ajak Mr Dito menyuruh agar Rena cepat masuk ke dalam mobilnya.
Rena pun masuk ke dalam mobil Mr Dito, dia duduk di samping Mr Dito yang tengah memegang kemudi.
"Sit, ini menggoda iman sekali." umpat Mr Dito yang melihat ke samping di mana Rena berada.
Rok pendek yang Rena kenakan membuatnya terlihat sangat sexy, apalagi kalau dalam keadaan duduk seperti ini membuat rok itu tersingkap naik sampai memperlihatkan paha putihnya yang sangat mulus.
"Anda kenapa mister, kok aneh gitu mukanya?" tanya Rena heran.
Pasalnya raut wajah Mr Dito terlihat seperti tengah menahan sesuatu, entah apa itu Rena juga tidak tahu.
"Ah enggak, ini udaranya sangat panas jadi wajah saya merah kalau kepanasan." bohong Mr Dito.
"Panas? Perasaan ini dingin deh mister, kan ada AC." semakin heran Rena dengan apa yang Mr Dito katakan.
"Kan kamu pakai bajunya kurang bahan makanya dingin, saya kan pakai pakaian tertutup jadi ya beda lah." kilah Mr Dito yang dapat di terima akal Rena.
Rena menganggukkan kepalanya pertanda mengerti dengan apa yang Mr Dito rasakan sekarang ini.
"Kenapa mister gak coba buka jas mister aja, biar gak kepanasan." saran Rena.
"Ah enggak, saya sebentar lagi akan ada acara penting, jadi saya harus menjaga penampilan saya."
"Acara penting, terus saya gimana mister, apakah saya boleh pulang?" tanya Rena antusias.
"Ya kamu temani saya lah, kan kamu asisten saya." balas Mr Dito.
"Loh tapikan itu di luar kampus mister, saya kan cuma asisten dosen bukan asisten pribadi anda." protes Rena tak terima.
"Mulai sekarang kamu merangkap dua profesi sekaligus, di kampus jadi asisten dosen, di luar kampus jadi asisten pribadi saya." jelas Mr Dito.
"Loh kok gitu, mana ada enggak saya gak mau, perjanjian awal saya cuma jadi asisten dosen bukan asisten pribadi." tak setuju Rena.
"Ya sudah kalau gitu saya kasih nilai kamu merah." balas Mr Dito.
"Mister kok seenaknya sendiri sih, nilai saya emang jelek, tapi mister tidak bisa seenaknya seperti itu kepada saya." tak terima Rena.
"Kalau kamu mau menjalankan keduanya, saya akan memberikan nilai tinggi untuk kamu."
"Enggak saya gak mau, pokoknya saya mau pulang sekarang."
"Tidak bisa, kita sudah hampir sampai jadi kamu harus nurut sama saya." balas Mr Dito tak ingin di bantah.
"Diam Rena, kamu hanya perlu tinggal mengikuti saya saja," bentak Mr Dito membuat Rena terdiam hingga mereka sampai di tempat yang Mr Dito tuju.
"Kita ini di mana tuan?" tanya Rena memandang sebuah gedung yang ada di depannya.
"Apakah kamu tidak bisa membaca tulisan di depan sana?" jawab Dito membuat Rena memfokuskan pandangannya pada tulisan di depan pintu masuk gedung.
Pembukaan cabang perusahaan DR company.
Tulisan yang terpasang jelas di sana.
"DR company? perusahaan siapa itu kok saya baru dengar?" tanya Rena menatap Dito.
"Perusahaan saya lah, saya baru buka cabang di negara ini dan hari ini adalah pesta pembukaannya." jawab Dito.
Rena menggangukkan kepalanya mengerti sebelum selanjutnya matanya melotot dan menatap Dito tajam.
"Berarti ini acara anda dong, kok anda mengajak saya sih, udah ah saya mau pulang aja." Rena berbalik hendak pergi dari sana.
"Ehh, mau kemana kamu, kamu adalah asisten pribadi saya jadi kamu harus menemani saya." Dito menahan tangan Rena yang hendak pergi.
"Maaf Mr untuk kali ini aja izinkan Rena untuk pergi, Rena malu kalau harus masuk ke dalam, apalagi pakaian Rena yang seperti ini." balas Rena.
Jujur Rena tidak pernah datang ke acara formal seperti ini, meskipun dia adik dari kedua CEO ternama, tapi dia tidak pernah mengikuti acara yang seperti ini karena dia orangnya sangat tidak menyukai keramaian.
"Itu bukan masalah yang besar, saya sudah menyiapkan pakaian untuk kamu, ayo cepat kita masuk." tanpa menunggu persetujuan Rena, Dito menarik tangan Rena agar mengikuti dirinya masuk ke dalam perusahaannya melewati pintu belakang agar orang orang tidak ada yang tahu kedatangan Dito.
"Mr kenapa kita harus lewat belakang sih, kan bisa lewat depan?" heran Rena.
"Katanya tadi malu, ya sudah ayo kalau kamu gak malu kita lewat depan saja." Dito membalikkan langkahnya mengurungkan niatnya yang tadi hendak lewat pintu belakang.
"Ehh tunggu tunggu Mr, kita lewat belakang saja." Rena malah menarik tangan Dito kembali lagi ke jalan yang semula.
"Makanya nurut." balas Dito tak Rena hiraukan.
Dito membawa Rena menuju sebuah ruangan yang di sana sudah ada MUA untuk merubah penampilan Rena.
"Sana masuk, nanti di dalam ada tim MUA yang akan membantu kamu merias diri." ucap Dito menyuruh Rena agar masuk ke dalam sebuah ruangan.
"Ini beneran kan Mr?" tanya Rena ragu.
"Kamu kira saya berbohong, udah ayo cepat masuk nanti acaranya keburu di mulai." suruh Dito dan membuka pintu agar Rena masuk.
Dengan berat hati Rena pun masuk ke dalam sana, dan dia langsung di sambut beberapa orang yang langsung membawanya untuk duduk di depan cermin dan langsung memulai merias wajahnya.
Setelah mengantarkan Rena, Dito juga pergi ke ruangannya untuk berganti jas dengan warna yang senada dengan gaun yang akan Rena kenakan nanti.
Selain acara pembukaan perusahaan, Dito nanti juga akan melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan Rena.
"Halo bang, kak." ucap Dito saat memulai video call grup bersama Richard dan juga Andrew.
"Halo dit, gimana acaranya udah mulai belum?" tanya Richard.
"Belum bang, ini aku sama Rena lagi ganti baju." jawab Dito.
"Ya sudah semoga nanti acaranya berjalan lancar ya."
"Iya bang terimakasih atas dukungan dari kalian."
"Oh iya dit, nanti kamu beneran mau kenalin Rena ke semua orang?" tanya Andrew.
"Iya kak, aku gak mau nanti ada yang deketin aku, aku hanya ingin Rena." balas Dito.
"Ya sudah terserah kamu saja, yang pasti kakak titipkan Rena sama kamu jangan kecewakan dia lagi." balas Andrew.
"Iya kak siap." balas Dito.
Mereka pun terus melakukan video call hingga acara akan segera di mulai barulah Dito mengakhirinya.
...***...