
Setelah perasaan Rena tenang, Dito langsung mengajak Rena kembali pulang ke kota. Untuk mengobati kesedihan Rena, Dito mengajak Rena pergi ke mall.
"Ngapain kita ke sini, lebih baik kita pulang aja aku pengen istirahat." ucap Rena saat Dito membelokkan mobilnya memasuki parkiran mall.
"Kita singgah sebentar ya di sini, aku pengen beli sesuatu." balas Dito membuat Rena mendesah kesal.
"Yuk turun," ajak Dito.
Dengan berat hati Rena pun turun dari mobil Dito, dan dia mengikuti kemana langkah kaki Dito mengajaknya memasuki mall.
"Mau beli apa sih, bisa cepat gak aku lagian gak mood hari ini." judes Rena agar Dito segera membeli barang yang dia cari.
"Ngomel mulu, udah sini ayo ikut aku." Dito menarik tangan Rena agar tidak kebanyakan protes.
"Huh," meskipun kesal, Rena tetap membiarkan tangannya di tarik Dito karena nanti kalau dia tidak menuruti Dito yang ada mereka berdua bakalan debat, dan Rena sekarang sedang tidak mood untuk berdebat dengan Dito.
Dito mengajak Rena pergi ke Timezone, dia langsung mengisi saldo untuk mulai permainannya. Rena diam saja, dia tak mengomentari apapun yang Dito lakukan.
"Yuk," ajak Dito menarik tangan Rena lagi menuju mesin capit yang ada di sana.
"Wah bonekanya besar besar, kamu mau yang mana biar aku ambilkan?" tanya Dito menawarkan Rena boneka yang ada di dalam mesin capit.
Rena diam saja tak menjawab, Dito yang mendapatkan perlakuan seperti itupun tak patah semangat, dia akan terus berusaha membuat mood Rena agar kembali lagi dan tidak bersedih.
"Iiih kok diam aja sih, kamu mau yang mana loh?" tanya Dito dan masih tetap sama, Rena tidak ada memberikan respon pada Dito.
"Emmm... biar akun tebak, biasanya cewek tuh sukanya boneka beruang atau panda, tapi disini gak ada boneka beruang jadi aku ambil boneka panda aja ya, kamu suka kan?" lanjut Dito.
"Oke kamu liat aku main ya, aku akan mendapatkan boneka panda yang paling besar itu buat kamu." dengan semangat Dito mulai menggesekkan kartu miliknya agar bisa mulai bermain mesin capit.
Rena diam saja, dia memandangi Dito yang tengah memainkan mesin capit.
"Yahhh...." kesal Dito karena dia tak bisa mendapatkan boneka panda pada japitan pertamanya.
"Kamu tenang saja ya, percaya sama aku kalau aku bakal mendapatkan boneka itu untuk kamu." ucap Dito kepada Rena agar Rena bersabar menunggu Dito mendapatkan boneka panda itu, padahal Rena sedari tadi bodo amat dengan apa yang Dito lakukan.
Dito mulai kembali menjalankan mesin capit ke arah boneka panda, dan di saat posisi sudah pas, Dito mulai menurunkan mesin capit.
"Ya dapat dapat, aku dapat," heboh Dito.
"Yahh...." lagi lagi Dito mendesah kesal karena tak sesuai dengan ekspektasi yang dia kira.
"Oke kali ini aku yakin aku bakalan mendapatkan boneka itu, kamu harus percaya sama aku." Dito mengajak Rena berbicara meskipun tidak ada tanggapan dari Rena.
Dengan percaya diri, Dito mulai kembali menjalankan mesin capitnya dan lagi lagi hingga di permainan yang sudah ke sepuluh kalinya Dito masih juga tidak mendapatkan boneka satupun.
Hal itupun menarik perhatian Rena, Rena yang menunggu Dito sedari tadi pun mulai kesal.
"Udah udah, sini coba biar aku yang main,"
...***...