
Mereka sampai di rumah Andrew, Rena pun langsung mengajak Kiki untuk masuk ke dalam rumah kakaknya. Sedangkan Dito yang menjadi asisten Rena pun di tugaskan membawa barang belanjaan yang mereka beli di minimarket tadi.
"Ren lu yakin kan kalau nanti kakak lu gak bakalan marah karena bawa teman ke sini?" tanya Kiki takut.
Kiki tahu kalau Rena mempunyai kakak dan Abang laki laki, tapi Kiki tidak pernah bertemu dengan mereka.
"Udah lu tenang aja, kakak gue orangnya asik kok, buktinya aja dia bisa akrab sama tuh dosen." balas Rena sambil menunjuk Dito yang baru saja masuk ke dalam rumah dengan membawa beberapa kantong belanjaan.
"Ayo kita langsung ke kamar aja, biar nanti camilan sama minumnya di bawakan kak Dito." lanjut Rena menggajak Kiki untuk pergi ke kamarnya.
"Ren gue kok gak enak gini ya sama mister Dito, takutnya nanti nilai kita malah jelek lagi." takut Kiki sambil mengikuti langkah Rena menuju kamarnya.
"Lu gak perlu khawatir, gue yakin kok kalau dia gak bakalan lakuin hal itu, secarakan ini memang sudah menjadi kesepakatan gue sama dia sebelum main." balas Rena.
"Udah ah, ayo cepat gue udah capek banget pengen tiduran." lanjut Rena mempercepat langkahnya agar segera sampai di kamar dan di ikuti Kiki.
Sedangkan di posisi Dito, dia pergi ke dapur menemui pelayan untuk meminta bantuan mereka.
"Bi, bisa bantu aku gak, tolong dong tuangin minuman ini ke dalam gelas, terus ini camilannya juga yang lain di simpan aja, dan yang lainnya lagi di bawa ke kamar Rena sama minumannya juga." ucap Dito meminta tolong kepada pembantu yang berada di dapur.
"Baik tuan, biar saya siapkan dulu." balas pembantu itu.
Dito pun mendudukkan dirinya di meja makan, dan dia juga mengambil air minum untuk membasahi tenggorokannya yang sudah kering.
"Keknya selama ini aku udah keterlaluan deh, yang ada nanti malah dia gak makin cinta sama aku, tapi makin benci." lanjutnya.
"Tuan semuanya sudah siap, apa langsung saya bawa ke kamar nona Rena saja?" tanya pembantu yang tadi Dito mintain pertolongan.
"Ah iya bi, biar aku saja yang bawa." balas Dito mengambil nampan yang berikan camilan serta minuman untuk Rena dan Kiki.
Dito pun mengambil nampan itu dan segera berlalu pergi menuju kamar Rena.
Sementara itu, Rena yang sudah sampai di kamar pun langsung membanting tubuhnya ke arah ranjang.
"Akhirnya...." lega Rena yang merasakan tempat ternyaman sepanjang hidupnya, yaitu kasur.
"Ren, lu gak mau bersih bersih dulu gitu? Emang badan lu gak lengket apa?" tanya Kiki.
"Tar dulu ki, gue masih pengen istirahat dulu, mending lu aja yang mandi duluan, nanti kalau sudah selesai gantian aku." balas Rena yang malah menyuruh Kiki agar pergi mandi duluan.
"Ya udah deh kalau gitu, gue ke kamar mandi dulu." balas Kiki dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kiki tidak perlu khawatir soal pakaian ganti, karena nanti dia bisa pinjam punya Rena, secarakan tubuhnya dan Rena itu hampir sama, ya sebelas dua belas lah.
...***...