Rena Dito

Rena Dito
#21



Sampai di kampus, Rena langsung menuju kelasnya, dia mencari keberadaan sahabatnya tapi ternyata Kiki belum datang.


"Tumben banget sih Kiki kok belum datang, biasanya juga dia pagi datangnya." gumam Rena heran saat tidak mendapati adanya Kiki di dalam kelas.


Rena pun duduk di tempatnya sambil menunggu kedatangan Kiki, tak lama setelah itu terdengar suara lantang dari arah pintu masuk yang dapat membuat semua orang yang ada di sana menoleh ke arah pintu.


"Halo epribadeee... selamat pagi semuanya, Kiki datang nih." teriak Kiki saat baru memasuki kelasnya.


"Astaga itu anak habis kesambet apaan dah, gak biasanya dia seperti ini." heran Rena.


"Kok gada yang jawab sih?" lanjut Kiki karena semua orang yang ada di dalam kelas tidak ada yang menjawab sapaan nya, yang ada mereka malah memandangi Kiki heran.


"Ki sini deh, lu jangan bikin malu gue." pangil Rena agar Kiki segera duduk di tempatnya dan tidak berbuat ulah.


Akhirnya Kiki pun menghampiri Rena, dia duduk di tempatnya dan langsung menghadap Rena.


"Lu kenapa sih, pagi pagi dah teriak teriak kayak orang gila aja, ini juga kenapa berangkatnya siang banget, biasanya juga lebih pagi lu dari pada gue datangnya?" berondong Rena dengan banyak pertanyaan kepada Kiki.


"Lu tahu gak, gue hari ini seneng banget karena akhirnya bisa bertemu dengan pangeran ganteng gue." heboh Kiki.


"Ya elah, pagi pagi dah ngayal mulu, mana ada sih pangeran di dunia ini."


"Ada ren, lu gak percaya? Dia itu ganteng banget, terus kulitnya juga putih, badannya tinggi, tapi keknya dia udah berumur gitu, tapi gak papa deh kalau dia mau sama gue, gue terima kok, suer deh." cerocos Kiki.


"Heemm... gue yakin, pasti lu habis ketemu orang kan?" tebak Rena.


"Iya, tadi waktu gue mau berangkat ke kampus kan gak bawa mobil, nah gue berhenti di pinggir jalan buat nyari taksi, ehh taunya malah ada preman yang mau malak gue. Dan lu tahu apa yang terjadi, ada pangeran yang datang nolongin gue." jelas Kiki sambil raut wajahnya seolah tengah mengingat kejadian yang tadi dia alami.


"Iih bukan gitu, gue gak papa gak ada yang luka sama sekali, barang barang gue juga gak ada yang ilang, karena ada pangeran ganteng yang nolongin gue." balas Kiki yang membuat Rena mendengus kesal, dia menyesal karena tadi sudah mengkhawatirkan Kiki yang nyatanya tidak kenapa kenapa.


"Pokoknya gue harus bisa ketemu sama orang itu lagi, dan kalau sampai gue bisa menemukan orang itu lagi, fix dia adalah jodoh yang tuhan berikan kepadaku." lanjut Kiki.


"Gue doain semoga saja gak ketemu, biar lu tetap jomblo sama kayak gue." balas Rena.


"Iih lu kok jahat sih sama sahabat sendiri, gue kan juga pengen ngebucin seperti yang lain."


"Bodo amat."


Tak lama setelah itu ada dosen yang masuk ke dalam kelas mereka dan pembelajaran pun di mulai.


...**...


Sementara itu, di tempat Andrew tangannya tengah di obati oleh asistennya karena dia habis berkelahi dengan beberapa preman.


"Tuan gak papa kan, apakah pinggang tuan ada yang sakit?" tanya asisten Andrew khawatir, karena selama ini Andrew tidak boleh kelelahan karena dia hanya hidup dengan satu ginjal.


"Saya tidak apa apa, cuma gak tahu kalau gadis yang tadi apakah dia terluka atau tidak." balas Andrew yang malah memikirkan keadaan seseorang dari pada keadaan dirinya.


"Sebaiknya setelah ini anda istirahat saja dulu, nanti setelah kondisi anda membaik anda bisa mulai bekerja lagi."


"Hmm." balas Andrew dan dia pun membaringkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruang kerjanya.


...***...