
Keesokkan harinya, sesuai dengan perjanjian mereka kemarin kalau hari ini Dito akan menjadi asisten pribadi atau lebih tepatnya babu Rena selama satu Minggu.
Dan pagi pagi sekali Dito sudah berada di rumah Andrew, dia mendapatkan tugas dari Rena untuk membangunkan Rena serta menyiapkan segala keperluan Rena selain pakaian, selain itu juga nanti Dito harus mengantar jemput Rena kemanapun dia akan pergi.
"Rena belum bangun kak?" tanya Dito saat baru memasuki rumah Andrew dan melihat ada Andrew di meja makan.
"Belum, ini masih jam berapa kok tumben kamu sudah di sini?" tanya Andrew heran melihat kedatangan Dito pagi pagi.
"Mulai sekarang kak Andrew akan selalu melihat kedatanganku pagi pagi, karena mulai hari aku akan menjadi babu adik kakak mulai dari dia bangun tidur sampai dia tidur lagi." jelas Dito.
"Loh kok bisa?" tanya Andrew.
"Iya kemaren aku kalah taruhan sama dia, dan siapa yang kalah harus menjadi asisten pribadi selama satu Minggu, dan aku kemaren kalah jadi ya mau tak mau harus menjadi asisten pribadi Rena selama satu Minggu ini." jelas Dito.
"Oooh gitu, kesempatan yang bagus dong buat kamu pdkt sama dia." balas Andrew.
"Ah kakak tahu saja apa rencana Dito."
"Ya tahulah, kakak dulu kan juga pernah muda." balas Andrew.
"Ya udah sana bangunin dia, nanti keburu kesiangan," lanjut Andrew menyuruh Dito agar segera membangunkan Rena.
"Ya udah kak kalau gitu aku ke atas dulu," pamit Dito dan setelah mendapatkan anggukan dari Andrew dia pun segera pergi dari sana menuju kamar Rena.
Tok tok tok.
"Ren aku masuk ya," ucap Dito setelah mengetuk pintu kamar Rena.
Tak ada jawaban dari dalam, sehingga membuat Dito segera membuka pintu kamar Rena.
"Kamu cantik banget sih kalau tidak seperti ini, jadi makin kangen aku sama kamu." Ucap Dito sebelum memutuskan untuk membangunkan Rena.
"Ren ayo bangun Ren, ini udah siang." ucap Dito membangunkan Rena.
"Apa sih kak, aku masih ngantuk, ini mata masih berat." ucap Rena yang mengira kalau yang membangunkan dirinya itu adalah Andrew sang kakak.
"Hei ini aku bukan kak Andrew, ayo cepat bangun, kalau kamu gak bangun bangun dalam hitungan ke sepuluh, berarti nilai kamu aku kurangi." ancam Dito agar Rena cepat bangun.
Dan benar saja, belum selesai Dito menghitung mundur, Rena sudah bangun dan terduduk di atas ranjang tapi dengan mata yang masih rapat.
"Nah gitu dong, ayo cepat bangun nanti keburu kesiangan, aku tunggu kamu di bawah." ucap Dito agar Rena cepat bangun dan membersihkan tubuhnya sebelum nanti berangkat ke kampus.
"Hmm," balas Rena hanya bergumam saja.
"Awas kalau sampai gak mandi mandi, aku coret nilai kamu." ancam Dito agar Rena segera membersihkan tubuhnya.
"Iya iya ah, bawel banget sih," balas Rena kesal.
Dito pun segera pergi dari kamar Rena, dan setelah Dito pergi Rena kembali menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya.
"Ehh bentar bentar, tadi itu...." Rena langsung terbangun dan berlari ke arah kamar mandi saat dia teringat kalau tadi yang membangunkan dirinya itu bukan Andrew kakaknya.
"Aku bodoh banget sih, tadi gue gak ngomong apa apa kan?" ngedumel Rena dalam kamar mandi sambil membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai dia langsung keluar dari kamar mandi dan mencari baju ganti yang cocok untuk dia kenakan pergi ke kampus hari ini.
...***...