
Glek.
Kiki menelan ludahnya kasar saat melihat siapa yang ada di belakangnya, begitu juga dengan Andrew, dia juga kaget melihat siapa yang tengah makan di rumahnya.
"KAMU." ucap mereka bersamaan.
"Kakak, kakak udah pulang." ucap Rena yang baru saja datang menghampiri mereka berdua.
"Iya, ini kakak baru sampai." balas Andrew sambil mengelus rambut Rena.
"Ren, dia...."
"Oh iya gue lupa kenalin sama lu, kenalin ini kakak gue, kak Andrew." Rena memperkenalkan Andrew kepada Kiki.
"Kak, kenalin ini teman aku, namanya Kiki yang sering aku ceritakan itu lho." lanjut Rena menatap Andrew.
Mereka berdua bukannya membalas ucapan Rena, tapi mereka berdua malah saling pandang satu sama yang lain.
"Gila, kalau tahu kakak Rena seganteng ini mah gue udah dari dulu mau dia ajak ke sini," batin Kiki menatap Andrew.
"Jadi dia temen Rena, baguslah," batin Andrew.
"Ki, kak kok kalian diam aja sih, salaman dong," ucap Rena menyadarkan mereka berdua.
"Ah iya, Andrew." Andrew mengulurkan tangannya sambil menyebutkan namanya kembali.
"Kiki," balas Kiki.
Deg deg deg.
Suara detak jantung keduanya saat tangan mereka saling bersentuhan satu sama lain.
"Aduh jantung gue kenapa gak bisa di ajak kerjasama sih, plis lah jangan sekarang nanti aja kalau di rumah," batin Kiki.
"Kenapa dengan jantung ku, sepertinya besok aku harus pergi ke rumah sakit," batin Andrew.
"Woy, udah salamannya, kalau mau pandang pandangan nanti aja, ayo kita makan dulu aku udah lapar." Rena menyadarkan mereka berdua.
"Ehh," mereka berdua pun melepaskan tautan tangan mereka.
Andrew menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dan begitupula dengan Kiki yang salah tingkah.
"Iya iya kakak makan," balas Andrew dan menarik kursi untuk dia duduk.
Kiki pun kembali ke tempat duduknya tadi, dia jadi tidak berselera makan karena di depannya ada laki laki tampan yang sangat dia kagumi.
Ya, tadi pagi yang menolong Kiki dari kejambretan adalah Andrew, dan Andrew lah yang Kiki ceritakan tadi saat sampai di kampus.
"Lu kenapa Ki, kok gak makan? Tadi katanya udah lapar?" tanya Rena heran melihat Kiki yang hanya mengaduk-aduk makanannya.
Mendengar apa yang Rena katakan, Andrew pun menggangkat kepalanya menatap ke arah Kiki.
"Eeh, itu a-aku kebelet pengen buang air," Kiki langsung berlari pergi menuju kamar mandi yang tak jauh dari dapur.
"Dia kenapa sih?" tanya Rena heran melihat tingkah Kiki.
"Udah ayo makan, nanti dia juga kembali," ucap Andrew dan di angguki Rena.
Andrew menarik senyum tipis di wajahnya melihat tingkah Kiki, dia pun kembali melanjutkan kegiatan makannya.
...**...
Sementara itu, Kiki yang berada di kamar mandi dia tengah mencuci wajahnya untuk menghilangkan rasa gugup yang tengah dia rasakan.
"Haduh gimana ini, aku jadi gugup gini," ucap Kiki memandangi wajahnya yang berada di cermin di depannya.
"Ayo Kiki santai, lu pasti bisa menghadapi ini," lanjutnya.
Kiki menarik nafasnya dalam, dan setelah itu dia menghembuskannya dengan pelan untuk menetralkan perasaannya agar tidak gugup lagi.
Setelah di rasa perasaannya sudah aman, dia pun keluar dari kamar mandi dan kembali lagi ke meja makan.
"Maaf lama," ucap Kiki berusaha mengontrol dirinya agar dia tidak gugup lagi.
"Santai aja kali, ayo habiskan makan lu, nanti kita lanjut lagi nugasnya," balas Rena.
Sedangkan Andrew hanya diam saja, dia tetap fokus makan.
...***...