Rena Dito

Rena Dito
#13



Hari berlalu begitu saja, sudah satu Minggu ini Rena melakukan tugasnya sebagai asisten dosen dengan baik, bahkan sekarang dia sudah tidak lagi merasa kesal dengan Dito karena akhir akhir ini Dito memperlakukan dirinya dengan baik.


Terkadang juga Dito mengajak Rena jalan jalan ke mall, dan Dito juga membelikan banyak barang untuk Rena tanpa melihat harganya.


"Rena ayo cepat siap siap, kita jalan jalan hari ini." ucap Dito dari sambungan telepon kepada Rena.


"Nanti aja ya mister, ini masih pagi aku masih ngantuk." balasan Rena yang masih mengantuk.


"Saya gak mau tahu, setengah jam lagi saya sampai di rumah kamu." balas Dito dan langsung mematikan sambungan telepon sehingga membuat Rena mendengus kesal karena tak bisa protes lagi.


"Dasar mister gila, tapi kadang baik juga beliin aku barang barang mewah." Rena mendengus kesal.


Bukannya bangun untuk siap siap, Rena malah kembali menarik selimutnya hingga menyisakan bagian kepalanya saja dan kembali tidur.


Hari ini adalah hari Minggu, seperti biasa di hari Minggu Rena akan bagun siang karena untuk menikmati hari liburnya dengan tidur.


Tapi hari ini Dito malah mengganggu dirinya dengan mengajaknya jalan jalan, tapi Rena tak memperdulikan itu, dia lebih memilih kembali tidur, karena baginya tidur adalah nomor satu.


Sementara itu di tempat Dito, dia sudah bersiap dengan pakaian santai yang membuat dia terlihat semakin ganteng.


Celana jeans hitam yang di bagian lututnya robek, dan kaos putih yang dia lapisi dengan kemeja hitam yang kancingnya tidak dia tutup.


Tak lupa dia juga memakai kaca mata hitam agar penampilannya terlihat semakin keren.


"Mau ketemu calon istri harus wangi." ucap Dito menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.


"Hemmm... wangi...." Dito mencium bau badannya sendiri.


Setelah semuanya selesai, Dito segera pergi dari rumahnya menuju rumah Rena untuk menjemput Rena.


Dalam perjalanan dia menyetel musik yang bertema tentang di mabuk cinta, bahkan dia juga ikutan bernyanyi di saat ada lirik yang dia hafal.


"Hai kak." sapa Dito saat sudah sampai di rumah Rena dan mendapati adanya Andrew di depan rumah.


"Loh kamu kesini, kok gak bilang bilang si Rena nya aja pasti masih tidur." balas Andrew.


"Aku udah kasih tahu dia kok tadi," balas Dito.


"Benarkah, tapi sepertinya dia belum bangun deh."


Andrew sangat tahu kebiasaan adiknya, pasti kalau dia sudah bangun dia akan keluar dari kamar menuju dapur untuk melihat makanan untuk menu sarapan pagi, dan setelah itu dia akan kembali lagi ke kamar. Dan di pagi ini Andrew belum melihat ada tanda tanda Rena bangun.


"Tapi tadi aku udah suruh dia siap siap kok."


"Kamu kayak gak tahu Rena aja, sana bangunin dia ke kakak yakin sih dia kembali tidur lagi setelah kami telfon." Andrew menyuruh Dito untuk membangunkan Rena.


"Ya sudah kak aku ke kamar Rena dulu, kakak jangan terlalu lama kalau berjemur, mataharinya sangat panas gak baik buat kulit." pesan Dito dan langsung pergi memasuki rumah Andrew menuju kamar Rena.


Dito sudah tahu di mana letak kamar Rena karena dia sudah sering ke rumah ini, tapi kalau untuk masuk ke dalam kamar Rena Dito baru pertama kali ini melakukannya.


Sampai di depan pintu kamar Rena, Dito berhenti dan mengetuk pintu kamar Rena dulu tapi tidak ada jawaban dari dalam sehingga membuat Dito memutuskan untuk membuka pintu kamar itu saja.


"Ren...." Dito menyembulkan kepalanya masuk ke dalam pintu, dan bisa dia lihat di atas ranjang ada Rena yang tidur bergulung dengan selimut yang tebal.


"Lihatlah wajahmu ketika tidur sangat manis sekali." ucap Dito memandangi wajah Rena yang masih tidur.


Tubuh kecil Rena yang terbungkus selimut tebal membuat tubuh Rena terlihat sangat imut sekali. Ingin rasanya Dito memasukkan Rena ke dalam kantong beras dan membawanya pulang ke rumahnya.


"Sayang bangun yuk, kita kan mau jalan jalan." ucap Dito yang mulai membangunkan Rena.


"Ehh kok sayang, aduh ini bibir kenapa licin banget sih kalau ngomong, gak bisa di rem." Dito menampar mulutnya yang salah berbicara.


"Ren bangun yuk, kita jadi jalan jalan kan." ulang Dito mengulangi ucapannya.


Tangan Dito terulur untuk mengelus rambut Rena agar dia bangun, ehh malah bukannya bangun Rena malah menarik tangan Dito dan memeluknya.


Dalam tidur Rena, dia tengah tertidur di temani oleh Dito yang memanggilnya sayang dengan penuh kasih sayang. Rasa rindu yang sangat menggelora membuat Rena memeluk tangan Dito dengan erat agar Dito tidak lagi pergi meninggalkan dirinya.


"Lah kok malah makin pules tidurnya, nanti malah kesiangan perginya." gumam Dito menatap tangannya yang di peluk Rena.


"Ren ayo bangun, katanya mau pergi, cepat bangun nanti kesiangan." ucap Dito lagi, kali ini dia berucap di depan telinga Rena sehingga membuat Rena merasa terganggu tidurnya.


"Aduh apaan sih kak, aku masih ngantuk." balas Rena dengan mata terpejam.


Rena kira yang membangunkan dirinya itu adalah kak Andrew nya, karena memang biasanya kalau dia tidak bangun bangun Andrew lah yang membangunkannya.


"Lah malah dikira kak Andrew lagi, ayo Rena bangun ini saya dosen kamu." ucap Dito sambil menggoyangkan tubuh Rena agar cepat bangun.


"Iih kakak apaan sih, ganggu Rena aja, Rena masih ngan...tuk."


"Loh mister kok di sini?" lanjut Rena kaget melihat keberadaan Dito di depannya.


Apalagi yang membuatnya semakin tidak percaya saat ini tangannya tengah menggenggam tangan Dito erat seolah takut kehilangan.


"Mister habis apain saya?" tanya Rena was was dan melepaskan tangan Dito.


"Apain kamu apanya, orang saya cuma mau bangunin kamu ehh malah kamu peluk peluk tangan saya seperti tadi." balas Dito.


"Ayo cepat bangun siap siap, kita harus segera berangkat nanti keburu kesiangan." suruh Dito agar Rena segera bangun.


Rena memeriksa keadaannya di balik selimut yang ternyata masih mengenakan pakaian lengkap, dia bernafas lega karena ternyata dosennya itu tidak berbuat sesuatu kepada dirinya.


"Aduh mister, saya itu masih ngantuk saya mau tidur." balas Rena membaringkan tubuhnya kembali.


"Ayo cepat bangun Rena, kalau kamu tidak cepat bangun saya akan mengurangi nilai kamu yang selama ini sudah kamu kumpulkan dengan susah payah." ancam Dito.


"Mister kok jahat banget, padahal ini hari libur seharusnya anda tidak mengganggu waktu saya." balas Rena tak terima karena hari liburnya di ganggu.


"Sudah cepat kamu mandi jangan banyak protes, saya tunggu kamu di bawah, saya juga sudah meminta izin sama kakak kamu jadi kalau kamu lama gak turun turun juga saya seret kamu ke dalam kamar mandi." ancam Dito agar Rena segera bangun.


Dito pergi dari kamar Rena tanpa memperdulikan protes dari Rena. Hari ini dia berencana untuk mengajak Rena jalan jalan ke suatu tempat yang sudah lama tidak dia kunjungi dan Dito yakin kalau nanti pasti Rena juga akan sangat menyukainya.


...***...