Rena Dito

Rena Dito
#10



Hari pun berlalu, Rena sekarang sudah mulai menjadi asisten dosen yang tak lain adalah asisten Mr Dito. Dito pagi pagi sekali sudah mengirimkan pesan kepada Rena untuk berangkat lebih pagi dari pada biasanya karena ada yang mau Dito bicarakan kepada Rena.


"Dasar dosen gila, pagi pagi dah ganggu orang tidur aja." ngedumel Rena kesal karena merasa tidurnya terganggu dengan suara notifikasi yang ada di handphonenya.


"Awas aja kalau nanti yang mau di bicarakan itu gak penting, gue pangkas tuh rambut sampai botak." lanjutnya kesal.


Rena yang sudah bersiap pun turun dari kamarnya menuju meja makan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu sebelum dia berangkat ke kampus.


"Selamat pagi adikku sayang, kamu mau kemana kok pagi pagi gini udah rapi?" tanya Andrew heran.


Pasalnya yang biasa Andrew lihat, jam setengah enam seperti ini biasanya Rena masih asik tidur.


"Tau tuh dosen gila, pagi pagi dah suruh berangkat ke kampus aja, katanya ada yang mau di bicarakan." balas Rena ketus.


"Ya sudah kamu sarapan dulu gih, gak boleh gitu sama orang yang lebih tua." nasihat Andrew.


"Tua apanya, orang itu dosen masih muda kok." balas Rena.


"Udah udah jangan marah marah gitu ini masih pagi, cepat makan katanya kamu mau berangkat pagi ke kampus." suruh Andrew agar Rena segera menyantap menu sarapannya.


"Iya kak." balas Rena.


Rena pun makan dengan lahap, dia harus menyiapkan energi yang ekstra untuk menghadapi dosennya nanti. Rena yakin, pasti di hari pertama dia menjadi asisten dosen akan ada banyak yang menguras emosi dirinya nanti.


Maka dari itu, dia harus makan banyak agar nanti kalau di suruh manjat tebing melewati lembah, gunung dan menyebrangi lautan energinya kuat.


Cia elah, apaan sih tor gak lucu.


Selesai sarapan Rena langsung berpamitan pergi kepada Andrew, seperti biasa dia akan mengendarai mobilnya sendiri untuk menuju kampus.


...**...


Dito baru saja selesai mandi, bukannya berganti baju karena ingin cepat cepat sampai di kampus, dia malah duduk santai dengan memainkan handphonenya sambil bertelanjang dada karena dia belum memakai pakaian.


"Sepertinya kucing kecilku sudah berangkat." gumam Dito menatap handphonenya yang menampilkan google maps di mana dia meletakkan JPS di mobil Rena.


Bukannya malah cepat ganti baju karena mengetahui Rena sudah berangkat, dia malah masih tetap santai duduk di sana sambil terus memantau pergerakan mobil Rena hingga Rena sampai di kampus barulah Dito segera berganti pakaian.


Di hari pertama ini, Dito ingin mengerjainya Rena sedikit. Dia ingin membuat Rena kesal, karena baginya di saat Rena kesal dan marah itu akan terlihat semakin cantik.


"Saat sarapan." ucap Dito menuruni anak tangga menuju meja makan untuk melakukan sarapan.


Dan benar saja apa yang Dito rencanakan pun terjadi, Rena sekarang sedang duduk di depan ruangan Dito dengan wajah yang di tekuk.


"Dasar dosen gila, pagi pagi dah bikin mood orang hancur aja." maki Rena kesal.


Bagaimana tidak, dia sudah berangkat jam enam lebih seperempat ehh malah saat sampai di kampus ternyata Mr Dito belum juga sampai.


Bahkan sekarang sampai setengah jam dia menunggu di sana Mr Dito tak kelihatan juga.


Rena sudah mencoba untuk menghubungi dan mengirimkan pesan kalau di sudah berada di kampus, tapi semuanya nihil karena handphone Mr Dito malah tidak bisa di hubungi.


"Maaf sudah membuat kamu menunggu lama." ucap Mr Dito yang baru saja datang membuat Rena langsung menatapnya tajam.


"Mister pasti sengaja kan membuat saya harus menunggu lama di sini," balas Rena menghampiri Mr Dito dan menatapnya tajam.


"Tidak, saya tadi ada kendala di jalan, ban mobil saya bocor jadi saya harus menggantinya." bohong Mr Dito.


"Saya gak bohong, ban mobil saya memang bocor, dan saya juga gak bisa hubungi kamu karena handphone saya mati." balas Mr Dito ngeles.


"Ah udah deh, sekarang coba mister katakan apa yang ingin mister bicarakan dengan saya sampai sampai menyuruh saya datang lebih awal?" tanya Rena yang sudah kesal sehingga tidak ingin lagi ribut dengan dosennya.


"Tidak ada, saya hanya ingin mengetes kamu saja, dan ternyata kamu benar benar datang lebih awal. Saya suka, nanti kalau kamu seperti ini terus saya akan memberikan nilai yang bagus buat kamu." jawab Mr Dito yang membuat darah Rena naik.


"Apa, jadi mister hanya ingin mengetes Rena saja. Hah, mister sungguh keterlaluan. Mister tahu tidak kalau mister tadi itu sudah mengganggu waktu tidur saya." marah Rena bersungut-sungut dan langsung pergi dari sana tanpa berpamitan dulu.


"Hei kamu mau kemana, tugas kamu belum selesai." teriak Mr Dito memanggil Rena yang sudah berjalan jauh di depannya.


Rena tak menghiraukan panggilan itu, dia sudah terlanjur kesal karena sudah merasa di kerjain oleh dosennya itu.


"Kalau kamu gak kembali, saya akan memberikan nilai nol buat kamu." teriak Mr Dito lagi mengancam Rena.


Lagi lagi Rena tak memperdulikan hal itu, bodo amat meskipun nilainya di kurangin kek, dia tak peduli karena sudah terlanjur kesal.


"Sepertinya dia beneran marah." gumam Mr Dito sambil cekikikan.


Mr Dito pun masuk je dalam ruangannya dan meletakkan semua barang barang miliknya.


Sedangkan di posisi Rena, dia langsung pergi menuju kelasnya untuk bertemu Kiki. Dia akan curhat nanti kepada Kiki, dan semoga saja Kiki bisa menjadi pendengar yang baik untuk dirinya.


"Mimpi apa lu pagi pagi dah datang." sambut Kiki saat melihat kedatangan Rena di kelasnya.


"Bac*t lu, gue lagi kesel ya sama tuh dosen. Bisa bisanya dia ngerjain gue." omel Rena kesal.


"Hah, di kerjain, di kerjain gimana emang?" tanya Kiki penasaran.


"Jadi dia itu nyuruh gue datang ke kampus lebih awal katanya ada yang perlu di bicarakan, ehh taunya dia malah...." Rena pun menceritakan masalahnya pagi ini mulai dari A sampai Z.


Kiki sebagai teman yang baik pun mendengarkan cerita Rena dengan seksama.


Dia juga tak habis pikir, bisa bisanya dosen yang satu kampus anggap paling ganteng malah mengerjain temennya sendiri.


"Terus sekarang lu mau gimana, tetap jadi asisten dosen atau tidak?" tanya Kiki setelah cerita Rena selesai.


"Sepertinya iya, biarin nilai gue jelek ya penting gue gak di siksa ama tuh dosen." jawab Rena.


"Kok gue jadi curiga ya." gumam Kiki.


"Curiga apaan?" tanya Rena penasaran.


"Mungkin gak sih kalau Mr Dito itu sebenarnya suka sama lu, secara gitu kalau di lihat lihat dia kayak ingin lu selalu ada di sisinya gitu." jelas Kiki.


"Ngadi ngadi lu, mana ada begitu." bantah Rena.


"Ya bisa aja kan," balas Kiki.


"Selamat pagi anak anak." sapa dosen yang hari ini mengajar di kelas Rena.


"Pagi juga Miss." balas mereka semua kepada dosen perempuan yang ada di depan sana.


...***...