Rena Dito

Rena Dito
#28



Setelah mendapatkan pesanan Rena, Dito pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah Andrew untuk memberikan mie pedas itu.


Sampai di sana, dia langsung masuk ke dalam rumah dan langsung berjalan ke dapur untuk meletakkan mie itu di sana.


"Loh, kamu ngapain malam malam ke sini?" kaget Andrew saat melihat keberadaan Dito.


"Ini bawain pesanan Rena," jawab Dito meletakkan bungkus itu di atas meja.


"Dia pesan sama kamu malam malam gini?" kaget Andrew karena ini emang sudah jam sebelas kurang sepuluh menit lagi.


"Iya kak, mungkin dia sengaja karena ingin balas dendam sama aku," jawab Dito.


"Astaga, seharusnya gak perlu kamu turutin, ini sudah malam loh, aku yakin kamu pasti juga capek karena sudah seharian kerja."


"Gak apa apalah kak, selagi aku bisa apapun yang Rena inginkan akan saya usahakan," balas Dito.


"Ya sudah kak aku ke atas dulu ya mau bilang kalau pesanannya sudah datang," lanjut Dito izin pergi ke kamar Rena yang ada di lantai dua.


Karena hari sudah malam, maka tak ada lagi pembantu yang bisa Dito mintain tolong, jadi harus dirinya sendirilah untuk memanggil Rena di dalam kamarnya.


"Ya sudah," balas Andrew.


Dito pun berlari menuju kamar Rena, sedangkan Andrew pun melanjutkan kegiatannya tadinya yang hendak mengambil air minum.


Memang tadi Andrew hendak mengambil air minum karena di kamarnya habis, ehh taunya malah ketemu Dito.


Sementara itu, Dito yang sudah sampai di depan kamar Rena pun langsung mengetuk pintu kamar Rena, hal itu membuat kedua manusia yang ada di dalam kamar pun menghentikan kegiatan mereka.


"Ren makanannya udah sampai," ucap Dito setelah mengetuk kamar Rena.


"Iya sebentar," balas Rena dari dalam.


Ceklek.


Tak berapa lama akhirnya pintu kamar Rena pun terbuka dan menampilkan Rena yang sudah mengenakan pakaian tidur, dan di ikuti Kiki di belakangnya yang berpakaian sama seperti Rena.


"Apaan sih, alay banget dah," cibir Rena membuat mata Dito melotot.


"Ren," Kiki menyengol lengan Rena agar Rena tidak sembarangan kalau berbicara.


"Apaan sih," balas Rena kesal.


"Aduh maaf ya mister, dan terimakasih karena sudah mau susah susah membelikan makanan," ucap Kiki meminta maaf kepada Dito.


"Hmm," balas Dito dan berbalik pergi dari sana menuju lantai satu kembali.


"Lu sih kalau ngomong itu di saring dulu napa, kasian dia udah capek capek mencarikan mie pesanan kita, tapi masak iya dia lu balas kasar gitu?" lembut Kiki menjelaskan agar sahabatnya itu sadar.


"Udah sih, ayo kita turun," balas Rena bodo amat dengan apa yang Kiki jelaskan, bahkan dia dengan santainya langsung turun menuju meja makan.


"Wow, dari baunya aja udah enak kayak gini, apalagi rasanya," ucap Rena saat sampai di meja makan.


"Ayo silahkan di makan," ucap Dito yang baru saja keluar dari dapur dan melihat ada dua orang di meja makan.


"Iya mister terimakasih, seharusnya mister tadi gak perlu yang nyiapin seperti ini," balas Kiki merasa tidak enak.


"Udah jangan basa basi, ayo cepat kita makan," sela Rena membuat Dito yang tadi hendak membalas ucapan Kiki pun tidak jadi.


"Mister gak makan juga?" tanya Kiki.


"Tidak saya sudah kenyang," balas Dito.


"Ooh," balas Kiki yang hanya ber-oh ria saja.


Mereka pun langsung makna mie yang dia pesan kepada Dito tadi.


...***...