
Pagi harinya, Kiki sudah bolak balik pergi ke kamar mandi, Rena yang melihat itupun di buat pusing sendiri.
"Aduh Ki kepala gue pusing liatnya, udah mendingan lu ke rumah sakit aja nanti gue ijinin kalau lu gak masuk karena sakit," ucap Rena yang pusing melihat Kiki bolak balik pergi ke kamar mandi.
"Gue ke rumah sakit sama siapa bego, gue gak bisa kalau bawa mobil dalam keadaan seperti ini," balas Kiki yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Gue juga gak bisa nganterin lu, karena pasti sebentar lagi juga kak Dito sampai di sini. Gimana kalau lu di anter kak Andrew aja, gue yakin pasti kak Andrew mau kok," balas Rena.
"Apa, kak Andrew? Enggak enggak, gue gak mau, mending gue diam di sini aja, dari pada harus pergi sama kak Andrew," tolak Kiki, bisa bisa nanti kalau dia beneran pergi sama Andrew yang ada jantungnya malah copot.
"Ayo lah pliss, ini demi kebaikan lu, dari pada lu sakit perut kayak gini kan gak enak juga. Lagian salah lu juga sih, makan mie kok pedes banget,"
"Ya gue gak tahu kalau endingnya bakal seperti ini, biasanya tuh gue biasa aja kalau makan mie pedes,"
"Aduh aduh duh, gue ke kamar mandi dulu," adu Kiki dan langsung berlari ke kamar mandi sebelum dia buang air besar di kamar.
"Huh, di bilangin juga," dengus Rena.
"Gue bilang sama kak Andrew aja deh, biarin kalau Kiki gak mau nanti gue paksa," lanjut Rena dan keluar dari kamar hendak menemui Andrew.
Saat membuka pintu kamar, bertepatan dengan Dito yang hendak membuka pintu kamarnya.
"Udah bangun ternyata, baru juga mau di bangunin," ucap Dito menatap Rena.
"Kenapa?" lanjut Dito bertanya karena raut wajah Rena seperti tidak bersahabat.
"Kak Andrew ada di bawah gak?" bukannya menjawab, Rena malah bertanya tentang keberadaan kakaknya.
"Iya ada, dia ada di ruang makan tuh," jawab Dito.
"Emang kenapa?" lanjutnya bertanya lagi.
Dito pun mengikuti Rena, dia penasaran dengan apa yang akan Rena katakan kepada Andrew.
"Kak," ucap Rena menghampiri Andrew.
"Kenapa hmm?" balas Andrew.
"Rena minta tolong dong, kakak gak ke kantor kan?"
"Kakak pergi ke kantor, tapi nanti siangan, emang kenapa?"
"Kakak mau gak anterin Kiki ke rumah sakit," minta Rena.
"Loh, emang dia kenapa?" tanya Andrew.
"Itu perut Kiki mules dari tadi dia bolak balik pergi ke kamar mandi gara gara makan mie pedes yang kemarin," jawab Rena sambil melirik Dito.
"Apa, aku hanya menjalankan apa yang kamu minta ya, dia sendiri kan yang pesen mie pedes," Dito membela dirinya yang tak terima dengan lirikan mata Rena yang seolah olah menyalahkan dirinya.
"Apaan sih," judes Rena.
"Ya udah kakak habisin makanan ini dulu, kamu suruh teman kamu siap siap aja biar nanti kakak yang antar, kamu gak perlu khawatir," ucap Andrew menerima permintaan tolong Rena.
"Terimakasih kak, ya udah aku ke atas dulu suruh Kiki siap siap, dan untuk kak Dito tunggu aku di mobil aja, aku mau ambil tas dulu di kamar," balas Rena dan menyuruh Dito menunggu di mobil.
Setelah mengatakan itu, Rena pun langsung pergi menuju kamarnya, sedangkan Dito keluar dari rumah dan menunggu Rena di mobil. Kalau Andrew sendiri, dia memilih untuk menghabiskan makanannya terlebih dahulu, sebenarnya dia khawatir dengan Kiki, tapi tubuhnya juga butuh makanan karena dia sekarang sudah tidak seperti manusia pada umumnya yang hidup dengan dua ginjal, dia hanya hidup dengan satu ginjal.
...***...