
- 5 tahun kemudian -
"Semua Garde yang bertugas di dunia manusia telah bertugas dengan baik. Beberapa hutan dan perairan telah dapat diselamatkan dengan baik sehingga kejadian longsor dan banjir lebih sedikit. Banyak manusia yang mulai lebih mencintai alam. Namun, beberapa limbah pabrik dan banyak sampah merusak beberapa perairan seperti sungai dan laut, sehingga banyak masalah terjadi pada hewan laut dan manusia. Polusi udara-"
"Kita menjaga alam untuk bumi dan manusia. Namun, manusia merusak lagi dan lagi." Raja Erasmus memotong perkataan salah satu Garde yang sedang melaporkan tugasnya.
Lima Garde yang berada di meja bundar menunduk saat mereka melihat Raja Erasmus yang terlihat marah. Raja Erasmus mulai menutup matanya dan menyentuh keningnya dengan tangan kirinya. Terlihat jelas cincin Ratu Vei melingkari di jari manis tangan kirinya.
"Bagaimana kabar wanita itu?" Tanya Raja Erasmus.
"Putri Hera terlihat sangat baik dan ia tampak bahagia dengan suami dan anak perempuannya. Suaminya adalah Garde yang mampu memainkan ingatan dan bertugas sebagai Garde yang menghapus ingatan manusia jika identitas Garde diketahui manusia. Putri Hera juga menjaga hutan di-"
'Brak!' Raja Erasmus memukul meja. Kelima Garde dihadapan raja menunduk kembali.
"Bukan wanita itu." Ucap Raja dengan suara pelan.
"Putri Claire terlihat baik dan bahagia. Saat ini dia masih hidup dengan sahabat paduka Raja yang bernama Eric. Putri Claire juga cukup sering menghabiskan waktu dengan Cassie yang saat ini sudah pulih meskipun memakai kursi roda. Ia memiliki putra yang-"
"Putra?" Raja Erasmus tak percaya dengan apa yang ia katakan.
"Eric memang telah melupakan semua yang ada di Wiender dan Dark Point. Saat Putri Claire merawat Cassie di sebuah rumah sakit, Putri Claire dan Eric tidak sengaja berpapasan. Putri Claire memulai kehidupannya kembali bersama Eric dan sudah memiliki putra bernama Leon. Eric juga-"
"Cukup!"
Raja Erasmus pun berdiri dan meninggalkan meja bundar. Ia melangkah dengan pelan. Ingin sekali mencaci maki semua orang yang hidup di sekitarnya. Semua memiliki akhir yang bahagia, tetapi tidak baginya. Ia memang menjadi Raja di Wiender tetapi tak ada nilai bahagia dari tahtanya.
"Kembalikan semua Garde ke Wiender. Jika mereka tidak kembali, paksa dan penjarakan mereka." Perintah Raja Erasmus terucap saat langkahnya terhenti.
"Kita mampu menjaga bumi lebih baik dari manusia. Mengapa kita harus bersembunyi dari manusia? Bukankah dunia ini akan lebih baik dipimpin oleh kita, para manusia biasa terlalu lemah untuk berkuasa." Ucap Raja Erasmus.
Raja Erasmus pun melanjutkan langkahnya.
"Ramalan itu terjadi begitu cepat." Suara seorang wanita menghentikan langkah Erasmus.
"Sudah kuduga kau akan datang." Kalimat itu keluar begitu saja saat Renata muncul di hadapannya.
"Usahaku merawat beberapa Garde pun akhirnya gagal karena keserakahanmu. Lima ksatria menyianyiakan nyawanya hanya karena sebuah ramalan yang tak dapat dicegah. Awalnya aku tak pernah percaya dengan ramalan itu. Bagaimana mungkin keluarga kerajaan yang akan menghancurkan segalanya." Renata melontarkan kalimatnya bersamaan dengan tatapannya yang penuh amarah.
"Apakah ini alasanmu menahan Claire, memaksaku menikahi Hera jika aku menginginkan posisi sebagai Raja dan menjauhkanku dari Claire sejak awal?" Tanya Raja Erasmus dan Renata mengangguk.
"Pada akhirnya kau sendiri yang menjadikan ramalan itu sebagai takdir. Kami selalu berusaha mencegah itu tetapi keras kepalamu yang sulit sekali memahami keadaan." Renata membalas.
"Aku rasa kau harus pergi sebelum aku meminta para pengawal untuk membunuhmu." Ucap Raja Erasmus.
Renata tertawa pelan.
"Kau lupa jika 5 ksatria memiliki hak untuk tidak dibunuh dan bebas melewati portal? Hei, aku juga salah satu dari mereka meski aku wanita. Aku akan pergi. Aku tidak akan membiarkan Wiender menjadi tempat yang dipenuhi oleh kebencian."
....
To Be Continue ➡️ Season 2