
Riska begitu serius mendengar ucapan Dirga yang mengajak nya menikah. Memang saat ini ia sedang mengandung anak Dirga,namun menikah tanpa cinta tidak pernah terbayangkan oleh Riska.
" Lo gila? bagaimana mungkin kita menikah tanpa cinta?" tanya Riska.
" Kau yang gila,apa lo nggak kasihan sama anak kita nanti saat lahir belum memiliki ayah. Terus lo nggak malu hamil tanpa suami?" cerocos Dirga yang tidak habis pikir dengan jalan pemikiran Riska.
Riska terdiam sejenak,semua ucapan Dirga ada benar nya. Ia menatap wajah Dirga yang nampak serius dengan ucapannya.
" Begini saja,besok kita menikah. Kita tinggal bersama dan gue nggak akan meminta hak gue tanpa seizin lo, setelah bayi kita lahir Lo boleh mengajukan perceraian," usul Dirga begitu serius.
Ia tidak mau di sebut pria bejat,ia ingin bertanggung jawab atas semua yang ia perbuat. Ia akan berusaha menjadi papa yang terbaik bagi kedua bayi nya nanti. Tidak peduli Riska menyukainya atau tidak yang pasti niat Dirga benar - benar tulus.
" Tapi lo harus janji sama gue,lo nggak boleh berhubungan sama wanita manapun selama kita menikah," ucap Riska yang masih tidak percaya dengan playboy satu ini.
" Iya gue janji,besok pagi kita persiapkan segala nya. Masalah pesta kita akan buat belakangan," sahut Dirga lalu meminum minuman dingin di depannya.
" Nggak usah ada pesta," jawab Riska dan si setujui oleh Dirga.
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka,Dirga mengantarkan Riska ke apartemen nya setelah selesai makan bersama. Kedua nya harus bersiap untuk pernikahan yang baru saja mereka sepakati.
Esok hari nya Dirga dan Riska sudah siap memasuki kantor catatan sipil untuk melangsungkan pernikahan mereka dengan Aldi dan Dokter Ayu yang menjadi saksi janji suci yang mereka ikrar kan.
Tak perlu waktu lama kini mereka berdua resmi menjadi sepasang suami istri. Dirga merasa bersalah kepada Riska karena pernikahan nya dan Riska tidak di hadiri oleh kedua orang tua mereka.
Tak ada pesta tak ada tamu undangan tak ada makanan lezat tersaji. Ini semua kemauan Riska yang tidak menginginkan ada nya pesta. Kini mereka baru saja keluar dari kantor catatan sipil.
" Selamat ya,semoga kalian akur terus sampai tua," goda Dokter Ayu.
" Mereka akur kalau di dalam kamar ," ejek Aldi lalu tergelak tawa.
Riska dan Dirga hari ini izin tidak bekerja karena mereka harus mengurus kepindahan mereka. Setelah berdebat akan tinggal di mana, akhir nya mereka memilih untuk tinggal di apartemen Dirga yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit.
Sementara itu di rumah sakit saat ini Romi masih senantiasa merawat Michele kekasih nya. Hari demi hari ia lewati menunggu keajaiban datang,ia berharap Michelle akan terbangun dari koma.
Hingga suatu hari tiba-tiba saja wanita itu menggerakkan tangannya membuat Romi tersenyum melihatnya.
Rein dan Kean pun terharu melihat mereka , perjuangan cinta mereka begitu rumit. Apalagi ketika mereka mendengar cerita dari Michelle membuat mereka ingin sekali menjebloskan pria tua yang menyebabkan ini semua.
Siang ini Rein duduk sendiri di kantin rumah sakit,tak lama kemudian Bagas menghampiri nya lalu duduk di dekat Rein.
" Rein,hari ini aku membawa kan makanan spesial yang di kirim oleh orang-orang desa. Mereka sengaja mengirimkan nya untuk mu. Mereka begitu berterimakasih karena kamu sudah mau merawat mereka tempo hari," ucap Bagas sambil memberikan paper bag berisi makanan yang di kirim kan oleh penduduk desa.
" Wah! terimakasih Dokter Bagas, sampaikan salam ku pada mereka semua," jawab Rein lalu memeluk paper bag tersebut.
" Aku harus kembali bekerja sebelum pawang mu kembali protes," ucap Bagas lalu bangkit dari tempat duduknya.
Sementara Maureen yang melihat hal itu merasa tidak suka,ia menghampiri Rein setelah Dokter Bagas pergi meninggalkan Rein sendirian. Ia tiba-tiba saja menjambak rambut Rein dari belakang membuat Rein meringis kesakitan.
" Kecentilan banget sih lo,udah punya Dokter Kean eh Dokter Bagas juga lo Pepet," protes Maureen begitu kesal.
" Iya,sok cantik banget sih," Shella ikut mencibir Rein.
Rein melepaskan cengkraman tangan Maureen di rambutnya. Ia lalu membalas menarik rambut Maureen, " Elo kenapa sih keong racun? hobby banget merusuh?" gertak Rein.
Melihat teman nya seperti itu Shella tentu saja membela Maureen. Ia membalas menarik rambut Rein dan terjadi lah pertengkaran diantara mereka bertiga.
Riska yang melihat itu semua menghampiri Rein dan Maureen ia membantu Rein dari dua keong racun yang saat ini sedang membully temannya.
" Kalian apa- apaan sih maen keroyokan?" sentak Riska marah.
" Diem lo janda tua," maki Shela marah ketika Riska menjambak rambut nya.
Tiba-tiba saja Shela mendorong Riska sehingga Riska hampir saja terjatuh. Untung saja Dirga melihat hal itu sehingga ia datang tepat waktu. Riska terjatuh dalam pelukan Dirga.
Dirga menatap Shela dengan tatapan tajam," Berani nya lo dorong istri gue?" sentak Dirga begitu marah. Hampir saja terjadi sesuatu kepada bayi kembar mereka apabila Dirga tidak datang tepat waktu.
" Apa? istri?" ucap Shela begitu terkejut dengan apa yang di ucapkan Dirga. Pasalnya Shela selama ini memiliki perasaan terhadap Dirga namun tidak pernah mendapatkan balasan dari Dirga.
Dan kini ia mendengar bahwa Dirga dan Riska sudah menikah.
" Lo becanda kan Dir?" tanya Shela meyakinkan apa yang ia dengar salah.
" Gue serius,Riska istri gue dan saat ini dia sedang hamil anak gue dan lo hampir membuat bayi kami dalam bahaya," sewot Dirga begitu marah.
Riska tidak menyangka Dirga akan sekarang itu hanya demi membela nya,ia begitu mengkhawatirkan bayi kembar mereka. Sedikit demi sedikit Riska mulai melunak ia mulai percaya Dirga akan menjadi ayah yang baik bagi anak mereka.
Kean yang hendak menghampiri mereka begitu terkejut ketika ia mendengar ucapan Dirga. Lagi - lagi ia di langkahi oleh orang-orang terdekat. Hingga saat ini ia masih belum mendapatkan hati ayah nya Rein.
Kean menghampiri Rein,ia lalu merapikan rambut Rein yang acak- acakan. Maureen dan Shela langsung menundukkan kepalanya ketika melihat Kean.
Kean menatap tajam dua wanita yang berani menyakiti kekasih nya.
" Kalian ikut keruangan saya," ucap Kean dengan suara lantang.
Kean berjalan sambil menggandeng lengan Rein,ia mengusap puncak kepala Rein dengan sayang. Tingkah laku Kean kepada Rein membuat dua keong racun di belakang mereka semakin iri terhadap Rein. Maureen mengepalkan tangannya melihat pemandangan di depan mata nya. Ia tidak habis pikir mengapa para pria kaya begitu memuja Rein.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie đ