
Dokter Bagas tersenyum saat melihat Rein berjalan mendekatinya. Ia merasa senang ketika ayahnya memerintahkan nya untuk membantu di rumah sakit Adhitama untuk sementara.
Keadaan di desa kini sudah membaik sehingga Bagas dapat kembali ke kota. Ia mendapatkan tugas dari ayah nya untuk membantu di rumah sakit Adhitama yang saat ini.
Rein terkejut ketika melihat Dokter Bagas berada di rumah sakit tempat ia bekerja. Namun ketika ia mendengar suara Kean memanggilnya,ia bergegas mendekati Dokter Bagas. Rein masih kecewa dengan Kean yang tidak jujur kepada nya. Entah ia kembali dengan Sidney atau tidak Rein tidak peduli.
" Hai Dokter Rein," sapa Dokter Bagas.
"'Hai,mengapa Dokter ada di sini?" tanya Rein selidik.
" Aku di tugaskan untuk menjadi fellow Dokter Kean untuk sementara," ucap Dokter Bagas.
Rein pun berbalik menatap Kean yang saat ini sudah berada di belakang nya.
Kean merasa tidak suka ketika melihat pria itu berada di rumah sakit nya. Dan apa pria itu katakan ia akan menjadi asisten sementara nya. Kean mendengus kesal,pria itu menatap Rein sejak tadi membuat nya ingin mencolok kedua mata pria itu.
" Yank,kita harus bicara," ajak Kean sambil memegang tangan Rein. Rein pun melepaskan pegangan tangan Dokter Kean.
" Lepas Dokter Kean,saya harus kembali bekerja," ketus Rein lalu berjalan meninggalkan kedua pria itu.
Dokter Bagas sudah mengetahui bahwa Kean dan Rein memiliki hubungan. Namun sepertinya saat ini mereka sedang bertengkar apalagi melihat foto Kean yang menyebar di sosial media. Membuat Bagas akan terus mengejar cinta Rein.
Tiba- tiba saja terdengar seseorang memanggil Rein membuat kedua pria tampan itu merasa penasaran siapa pria yang menghampiri Rein.
" Dokter Romi," ucap Rein merasa senang saat melihat teman nya kembali. Dokter Romi Sebastian baru saja kembali setelah ia di tugaskan ke luar kota beberapa bulan ini.
" Wah,kau nampak semakin cantik," puji Dokter Romi membuat kedua pria yang saat ini melihat keakraban mereka dengan tatapan tajam.
Dokter Romi melihat kearah kedua pria itu,ia merasa suasana begitu mencekam. Apalagi salah satu pria itu adalah pemilik rumah sakit di mana ia bekerja.
" Sebaiknya kita pergi dari sini,ada dua pria kepo sedang memperhatikan kita," bisik Dokter Romi lalu terkekeh.
Rein dan Romi pun berjalan bersama menjauh dari jangkauan Kean dan Bagas.
" Mengapa kau berada di sini Dokter?" tanya Kean dengan nada tidak suka.
" Sebenarnya saya tidak menyukai mu Dokter,namun saya harus profesional karena saya kemari di tugaskan untuk menjadi fellow mu," cetus Dokter Bagas dengan nada yang sama.
Kedua mata mereka saling bertemu dan saling menghunus, beberapa menit kemudian mereka saling membuang muka. Lalu berjalan menuju tujuan masing-masing. Kean masih harus mengejar Rein dan menjelaskan semua nya kepada Rein. Sementara Bagas harus menemui Dokter Edo untuk mengurus kepindahan nya.
Sementara itu saat ini Maureen sedang mendekati Sidney yang saat ini sedang menikmati kopi yang baru saja ia buat.
" Dokter?" tanya Maureen sedikit basa basi.
" Ya," jawab Sidney singkat.
" Dokter pacar Dokter Kean?" tanya Maureen selidik.
" Bukan,dia sekarang sudah mencintai wanita lain," jawab Sidney terlihat santai. Sidney saat ini sedang mencoba menerima semuanya. Apabila Kean sudah menemukan wanita yang ia cintai ia tidak dapat memaksakan.
" Kau tau Dokter,Rein itu gadis matre ia hanya menginginkan uang Dokter Kean saja. Aku sih lebih setuju Dokter Kean dengan mu," sahut Maureen mengompori Sidney agar ia membenci Rein dan memisahkan Kean dengan Rein.
Ia tidak peduli Kean akan menjadi milik siapa,yang jelas ia tidak rela apabila Kean dengan Rein. Rein terlalu beruntung entah mengapa ia selalu di sukai para pria tampan dan kaya raya membuat nya merasa iri.
" Iya bener banget dok,apa yang di katakan oleh Dokter Maureen," ucap Shela tentu saja mendukung Maureen.
Sidney lalu bangkit dari duduknya ia berjalan keluar dari pantry. Sementara Maureen dan Shela bertos ria karena berhasil menghasut Sidney.
Kean saat ini masih berada di dalam ruangan Rein,ia terus menerus merengek seperti anak kecil yang tidak mendapatkan jajan dari emak nya. Ini seperti bukan diri nya,Kean menunjukkan banyak kelemahannya kepada Rein. Bahkan saat bersama Rein ia selalu bersikap manja.
" Ayo lah sayang,jangan marah terus. Aku frustasi kalau kamu kayak gini," rengek Kean sambil menopang dagunya dengan kedua tangan.
" Ada suara orang tapi muka nya nggak ada," sindir Rein masih fokus dengan mata menatap ke layar laptop miliknya.
" Astaga sayang,muka ganteng gini nggak keliatan," protes Kean lalu bercermin pada cermin kecil di meja kerja Rein.
" Dokter Adhitama yang terhormat,saya mohon tinggalkan ruangan saya sekarang juga karena saya banyak pekerjaan," tegas Rein sambil menunjukkan pintu keluar kepada Kean.
Kean mengerucutkan bibirnya,ia bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruangan Rein.
Sidney melihat Kean sedang berjalan menelusuri koridor rumah sakit. Ia melangkah kan kaki nya menghampiri Kean,Sidney mengajak Kean untuk berbicara di ruangan Kean dan Kean pun menyetujui nya.
Saat ini mereka sedang berada di dalam ruang kerja milik Kean, kebetulan saat ini instalasi gawat darurat tidak terlalu ramai sehingga dokter Edo dan Dirga dapat mengatasi nya.
" Kamu ketemu Rein di mana?" tanya Sidney memastikan apa yang di ucapkan duo racun itu benar atau tidak.
Kean pun menceritakan pertemuannya dengan Rein saat pertama kali. Di mana ia bertemu dengan Rein yang berpura-pura menjadi Audrey KW.
Sidney tertawa mendengar cerita pertemuan mereka hingga akhirnya Kean sadar bahwa Rein adalah Mpuss yang selama ini selalu mendukung nya dan membantu nya ketika ia down.
Sidney kini tahu mengapa Rein dapat menggeser posisinya di hati Kean. Rein sosok penyayang yang membuat Kean jatuh hati padanya.
" Kamu tumben nanya kayak gini,biasa nya kamu nggak pernah kepo," ucap Kean lalu meminum minuman nya.
" Tadi ada duo racun yang mencoba menghasut aku,untung nya aku nggak mudah percaya sama mereka. Maka nya aku tanya langsung sama kamu,bener nggak kalau Rein matre seperti yang mereka bilang?" cerocos Sidney panjang lebar.
Kean terkekeh mendengar ucapan Sidney,ia yakin ini pasti ulah duo tim julid.
" Kamu tahu? Rein aku kasih black card sudah lama tapi sampai sekarang dia nggak pake sama sekali. Bagi nya yang berhak memakai wanita yang menjadi istri ku nanti," sahut Kean menimpali.
" Wah!! mau dong aku black card kalau Rein nggak mau," seru Sidney lalu tertawa.
Keduanya tertawa begitu senang membuat wanita yang baru saja datang melihat mereka yang asyik bercanda kembali salah paham.
" Yank?".
............
Author : Nah kan Mpuss jeles lagi? coba ngobrol nya sama gue pasti nggak aka jeles.
Kean : Jangan ngadi-ngadi deh 🤣
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo