
Ohayou epribadeh selamat pagi selamat beraktifitas ๐ค..masih setia kan sama Mbing mpuss yang masih belum saling menyadari perasaan nya..bantu aku kreji up dengan kreji like komen bestie๐
Jangan lupa sajen cinta kasih sayang dari kalian, calangheyo ๐
๐๐๐๐
Happy Reading ๐
.....
Kean benar- benar menggunakan sakit sebagai alasan agar dapat berdekatan dengan Rein. Saat ini Rein sedang menyuapi Kean karena Kean masih terlalu lemas. Kean tersenyum penuh kemenangan saat melihat Rein yang begitu perhatian.
Tiba-tiba saja ponsel Rein berdering, ternyata Rein mendapatkan panggilan telepon dari Bunda Nichole. Rein menunjukkan siapa yang menghubungi nya kepada Kean," Angkat aja,tapi jangan bilang aku sakit" ucap Kean.
Rein pun menerima panggilan Bunda Nichole,ia lalu tersenyum saat melihat wajah cantik Bunda Nichole muncul di layar ponsel nya.
" Assalamualaikum sayang,maaf bunda ganggu" pekik Bunda Nichole seperti biasa selalu heboh.
" Waalaikumsalam,nggak ganggu bunda aku lagi sarapan sama Kean," jawab Rein mengulas senyum.
Muncul ide brilian di benak Kean agar ia dapat memeluk Rein tanpa harus Rein marah seperti kemarin. Ia menggunakan kesempatan saat Bunda Nichole melakukan panggilan video kepada Rein.
Kean memeluk Rein dari belakang,menaruh dagu nya di pundak Rein membuat Bunda Nichole tersenyum melihat keuwuan mereka.
" Wecheese!! kalian sweet banget sih? Bunda jadi inget masa muda sama ayah Lexy. Kamu nakal ya Kean,Bunda udah khawatir nggak dapet kabar dari kamu" cerocos Bunda Nichole panjang lebar.
" Maaf Bunda, akhir-akhir ini rumah sakit begitu ramai sampai aku harus tidur di sini. Lagi pula Bunda nggak usah khawatir ada Rein sekarang yang jagain Kean," ucap Kean sambil melirik ke arah Rein.
Rein tersenyum canggung," Iya Bunda,nggak usah khawatir ada Rein di sini".
" Titip Kean ya Rein,dia itu gila kerja. Kalau sudah fokus bekerja suka lupa waktu lupa kesehatan," jelas Bunda Nichole.
" Iya Bunda," jawab Rein merasa tidak nyaman karena Kean mempererat pelukannya. Ingin sekali Rein menggetok kepala Kean yang sedang modus saat ini.
Bunda Nichole pun mengakhiri panggilan telepon nya. Rein melepaskan pelukan Kean lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Kean. Ia menatap tajam pria yang kini sedang tersenyum tanpa dosa.
" Modus banget sih!" protes Rein lalu memukul bahu Kean. Dan sepertinya kini Rein baru menyadari bahwa keadaan Kean sudah mulai membaik.
" Ya ampun!! Rein jangan galak- galak aku saat ini pasien. Aku masih sakit lho," rengek Kean begitu manja.
" Ish menyebalkan,nggak tahu apa aku khawatir" ketus Rein mencebik.
" Abis kalau ngak gitu kamu ngejauhin aku terus," jawab Kean.
Rein diam tidak menjawab ucapan Kean,saat ini ia sedang menata hati nya jangan sampai terbawa perasaan dengan semua sikap Kean.
" Kamu di sana nggak deket - Deket sama mantan kamu kan?" tanya Kean selidik.
" Aku deket- deket dia emang kenapa?nggak mungkin kamu jealous kan orang aku nggak ada di hati kamu," sahut Rein sengaja memancing Kean.
" Nakal pergi tanpa izin dari aku," kini Kean menggelitiki Rein membuat Rein tertawa karena geli.
" Ampun Kean!! oke oke aku nggak akan ulangi lagi," ucap Rein lalu Kean melepaskan Rein.
Kean masih memeluk Rein,ia masih merindukan Rein tiga hari tidak bertemu membuat rindu nya menumpuk.
" Aku harus kerja, sebentar lagi jadwal shift ku di mulai," ucap Rein ketika ia merasa jantung nya berdebar saat berada dalam pelukan Kean.
" Sebentar saja, aku kangen banget sama kamu," ucap Kean dengan jujur.
Tiba-tiba terdengar suara panggilan gawat darurat dari ruang IGD. Rein dan Kean pun bangkit dari duduknya lalu memakai snelli mereka.
" Kamu mau kemana?" tanya Rein saat melihat Kean memakai snelli miliknya.
" Ke IGD," jawab Kean santai.
" Kamu belum mandi,mandi dulu sana. Di IGD sudah cukup banyak orang saat ini," sahut Rein lalu keluar dari ruangan Kean menuju IGD.
Oh astaga ia lupa bahwa ia tadi pagi sedang membuat drama pura-pura sakit sehingga ia lupa membersihkan diri nya.
Para tim medis saat ini sedang membantu para dokter membawa pasien ke ruang IGD. Hari ini mereka kedatangan banyak pasien korban kecelakaan lalu lintas. Rein dan yang lainnya mulai memeriksa pasien mereka mulai mendiagnosa penyakit mereka.
Saat ini Rein sedang melakukan CT Scan kepada pasien yang memiliki luka dalam perut nya. Pasien tersebut harus menjalani tindakan operasi secepatnya. Riska dan Dona saat ini sedang menyiapkan ruang operasi untuk pasien tersebut selagi menunggu Rein bersiap.
Dirga membantu Dokter Edo yang sedang menangani pasien patah tulang karena kecelakaan tersebut. Tak lama kemudian Kean ikut bergabung bersama mereka ia dan Dokter Revan bekerjasama menangani pasien lainnya.
Kesibukan seluruh tim medis pagi ini baru saja di mulai, bahkan Maureen dan Shella pun saat ini begitu sibuk menangani pasien anak- anak.
Rein dan tim nya sudah memulai operasi,jari jemari dengan indah menari di atas tubuh pasien yang saat ini sedang ia tangani. Berjam-jam mereka berada di ruang operasi akhir nya Rein berhasil melakukan operasi pembedahan pada pasien tersebut. Rein tinggal menunggu pasien siuman lalu meresepkan nya obat.
Saat ini Rein sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang ruang jaga. Tubuhnya terasa pegal berjam- jam berada di ruang operasi,karena terlalu lelah Rein memejamkan matanya.
Tiba- tiba Revan datang menghampiri Rein,ia membawa minuman kesukaan Rein lalu ia taruh di atas nakas. Ia melihat Rein yang sedang memejamkan mata nya tidak tega membangunkannya,Revan pun hendak keluar dari ruang jaga .
Namun tanpa sengaja ia berpapasan dengan Dokter Kean yang hendak masuk ke dalam. Kean melihat Rein berada di dalam,ia lalu tersenyum mengejek kepada Revan.
" Apa anda tidak punya pekerjaan lain Dokter selain mendekati Rein? kau kan sudah memiliki istri. Mengapa kau masih mendekati kekasih ku?" ucap Kean tidak suka.
" Saya hanya merasa tidak tega melihatnya kecapekan,saya hanya memberikan nya minuman nggak lebih Dokter. Anda saja yang terlalu posesif,atau anda takut Rein akan kembali kepada ku?" sarkas Dokter Revan lalu pergi meninggalkan Kean yang saat ini menatapnya tidak suka.
Kean memasuki ruang jaga sambil membawa coklat panas kesukaan Rein. Ia membuang minuman yang di taruh oleh Revan di atas nakas ke dalam tempat sampah. Kean menaruh minuman yang ia bawa di atas nakas. Ia berjalan menghampiri Rein lalu duduk di tepi ranjang. Kean menatap wajah Rein yang terlihat sangat lelah. Setelah semalaman merawatnya ia langsung melakukan operasi berjam- jam.
Kean mengusap lembut puncak kepala Rein lalu mengecup keningnya, setelah itu ia bangkit dari duduknya. Kean tidak ingin mengganggu Rein yang tengah beristirahat,ia melangkah kan kakinya keluar ruangan meninggalkan Rein.
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie ๐