OPERATION LOVE

OPERATION LOVE
Meminta Pertanggungjawaban



Kean dan yang lainnya kini sedang dalam perjalanan kembali ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Kean melakukan panggilan telepon dengan Rein dengan pandangan fokus ke depan.


" Kamu mau di bawain apa sayang?" tanya Kean.


" Apa aja terserah," jawab Rein dari sebrang sana.


Kean mematikan sambungan telepon,tiba-tiba saja Dirga memekik ketika melihat pedangan baso di pinggir jalan. " Dok,kayak nya itu enak. Saya yakin dokter Rein menyukai nya," cetus Dirga membuat Riska mendelik.


Pria itu penuh dengan modus dan akal bulus,dia yang menginginkan namun mengatasnamakan orang lain.


" Bilang aja lo mau,pake bawa- bawa nama orang lain," protes Riska berdecak.


Dirga tidak menggubris ucapan pedas yang keluar dari mulut Riska. Entah mengapa ia begitu menyukai aroma shampoo dari rambut Riska. Dirga merasa otak dan hati nya kini tidak sejalan. Ia tidak boleh menyukai wanita galak ini, kejadian tempo hari terus saja membuatnya membayangkan kembali bersenggama dengan Riska.


Kean pun setuju dengan ucapan Dirga,ia memerintahkan Dirga untuk membeli baso tersebut untuk Rein dan yang lainnya. Tak lama kemudian Dirga kembali membawa kantong plastik berisi baso yang sudah di bungkus oleh pedagang tersebut.


Ia begitu antusias seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan. Kean melajukan mobilnya kembali setelah Dirga kembali masuk ke dalam mobil.


Sementara di rumah sakit,Rein merasa bosan karena ibu dan Hegar pulang terlebih dahulu bersama Oma Erika dan Bunda Nichole. Ayah Lexy sedang bertemu dengan kerabat nya yang sedang berada di rumah sakit.


Setelah lama berkendara Kean dan yang lainnya kini telah sampai di rumah sakit. Kean bergegas menemui Rein yang terus menerus menelepon nya meminta izin ingin kembali bekerja.


" Nakal ya,sembuh dikit pengen kerja," protes Kean ketika ia masuk ke dalam ruang rawat Rein.


Rein tersenyum lalu memeluk Kean, pandangan nya tertuju pada bungkusan yang Kean bawa.


" Kamu bawa apa?" tanya Rein.


" Bawa baso buat kamu, sebenarnya kamu belum boleh makan baso. Hanya saja tadi Dirga meracuni agar membelinya,jangan di makan Yank," jawab Kean lalu meletakkan bungkusan itu di atas meja.


" Sayang dong,nanti mubadzir Mbing," bujuk Rein yang begitu menginginkan makanan tersebut. Apalagi ketika ia mencium aroma nya yang menggugah selera. Baso adalah makanan favoritnya, makanan penambah mood nya.


" Nanti aku berikan sama ibu Juleha aja," ucap Kean membuat Rein mengerucutkan bibirnya.


Ibu Juleha adalah pasien Kean tempo hari yang tidak dapat membayar biaya rumah sakit. Ia kini bekerja sebagai cleaning servis di rumah sakit sehingga ia tidak perlu menjadi buruh cuci dengan gaji yang kecil.


" Wait? Dirga pengen bakso kayak orang ngidam aja," ucap Rein membuat Kean mengkerutkan keningnya.


" Tapi masa iya Dirga menghamili anak orang,dia walaupun sering gonta-ganti pacar tapi dia bukan pria bejat," bela Kean yang sudah begitu dekat dengan Dirga.


Ya,mereka dekat semenjak Kean menugaskan Dirga menjaga Rein dari jangkauan mantan yang ingin kembali kepada Rein saat itu.


" Aku kesal,nggak bisa melihat Dona memakai pakaian pengantin. Padahal aku ingin sekali berfoto bersama nya," protes Rein sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


" Nanti foto bersama Dona saat pernikahan kita aja sayang," jawab Kean membuat Rein tersipu malu mendengar nya.


Rein merasa beruntung,di cintai pria setampan dan sekaya Kean.


Sementara itu di ruang jaga para dokter saat ini sedang membantu Dirga yang terkulai lemas karena ia sejak tadi terus memuntahkan isi perutnya.


" Dirga,kok gejala lo kayak orang ngidam?" tanya Aldi selidik.


" Gila aja masa iya gue hamil,kan nggak mungkin?" elak Dirga lalu kembali meminum teh buatan Dokter Shela.


" Iya,lo kayak kena kehamilan simpatik," sahut Dokter Shela menimpali.


" Lo nggak menghamili anak orang kan Dir?" tanya Aldi selidik.


Dirga diam sejenak,ia kembali mengingat kejadian di mana ia menanam bibit premium nya. Namun ia kembali mengingat ucapan Riska yang mengatakan apabila ia tidak mungkin hamil.


Apa bibit gue terlalu unggul sehingga langsung tokcer ya.


Dirga melangkah kan kakinya mencari Riska,Riska saat ini sedang bersantai di ruangannya. Ia terkejut ketika Dirga tiba- tiba saja memasuki ruangan nya.


" Ketuk pintu dulu kek,kan kaget gue." protes Riska dengan sorot mata tajam.


" Lo harus tanggung jawab wanita tua," ucap Dirga dengan tegas.


Riska membelalakkan kedua matanya menatap Dirga,pria ini kenapa datang kemari tiba-tiba saja meminta pertanggungjawaban.


" Apaan sih? tanggung jawab apa?" tanya Riska tidak paham dengan ucapan absurd Dirga.


" Lo udah menghamili gue," ucap Dirga membuat Riska tercengang mendengar nya.


" Kok bisa?" tanya Riska masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


..........


Author : Kebulak woi !! elu yang nge hamilin dudul😆


Dirga. : Terus kenapa gue yang ngidam sih?😩


Author: Derita lu🤣


Dirga. : Dih 😒


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕