OPERATION LOVE

OPERATION LOVE
Kean Dilema



Kean terkejut ketika Sidney memeluk nya,ia tidak menyangka Sidney akan kembali lagi. Kean menatap Rein dengan tatapan bersalah, bagaimana dengan Rein.


Rein melihat wanita yang tiba-tiba saja memeluk Kean,ingin sekali ia menjambak wanita itu. Namun ketika ia mengetahui bahwa wanita itu adalah Sidney kini Rein sadar akan posisinya. Kekasih sungguhan nya sudah kembali. Sementara Rein hanya pacar bohongan nya saja.


Sidney mengurai pelukannya,ia lalu menatap Kean yang masih terkejut dengan kedatangan nya. " Aku kangen banget sama kamu," ucap Sidney. Ia pun lalu melihat Rein yang masih diam tak bergeming di depan mereka.


" Maaf,kamu siapa? kenalin aku Sidney," ucap Sidney sambil mengulurkan tangannya Rein.


Rein berusaha tersenyum kepada Sidney,ia menerima uluran tangan Sidney. " Aku Rein,asisten Dokter Kean".


Kean menatap Rein ketika ia mendengar hal itu dari mulut manis Rein. Entah mengapa ia tidak menyukai nya ketika Rein tidak mengakuinya sebagai kekasih nya.


" Seperti nya kalian membutuhkan waktu untuk berduaan,saya pamit permisi" ucap Rein lalu pergi meninggalkan Kean dan Sidney.


Kean masih menatap kepergian Rein yang pergi begitu saja. Sidney melihat Kean yang sejak tadi diam saja melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya.


" Ish,kamu cuekin aku," cetus Sidney pura-pura merajuk.


" Kamu kenapa nggak ngabarin mau ke sini?" tanya Kean.


" Surprise!!" jawab Sidney antusias.


" Aku di pindah tugas ke rumah sakit ini," imbuhnya lagi.


" Pindah ke sini?" tanya Kean begitu terkejut. Mengapa tidak ada yang mengabari nya apabila Sidney akan pindah tugas ke rumah sakit nya.


" Tapi tidak ada yang memberitahuku tentang kepindahan mu?" sambung Kean lagi.


" Aku sengaja melarang Logan agar tidak memberitahukan mu soal ini,agar surprise!! " jawab Sidney antusias.


" Wait,kok kamu kayak nggak suka aku dateng?" tanya Sidney sambil memicingkan matanya menatap Kean.


" Bukan seperti itu,hanya saja aku begitu terkejut," balas Kean gugup.


Kean benar-benar frustasi,ia merasa dilema harus seperti apa sekarang. Ia sangat yakin saat ini Rein pasti kecewa kepada nya.


Di sisi lain Rein saat ini sedang menangis di rooftop rumah sakit. Sakit pasti sangat sakit,itu yang di rasakan oleh Rein saat ini. Kedatangan Sidney menyadarkan nya akan posisinya di hati Kean. Wanita itu begitu sempurna jauh berbeda dengan nya yang tidak memiliki apapun.


Rein membatalkan janjinya dengan Audrey,ia tidak dapat menemui Audrey dalam keadaan seperti ini. Bisa- bisa Kean akan di hajar oleh Audrey seperti Revan saat ia menyakiti Rein tempo hari.


Dirga mendengus kesal,mengapa atap tempat nya beristirahat kini di jadikan tempat menangis oleh para Dokter. Ia memasang headphone untuk menutupi suara tangisan Rein.


Rein menghapus air mata nya,sudah cukup ia mengeluarkan air mata nya. Tidak ada guna nya menangisi hal yang tidak penting.


Seluruh staf rumah sakit heboh dengan berita kedatangan Sidney kekasih Kean dari luar negri. Dokter Edo memberitahukan agar mereka tidak membicarakan Kean dan Rein saat ini. Biarkan itu menjadi urusan mereka, mendengar itu semua staf auto terdiam tak ada yang berani bergibah.


Kean menghampiri Rein yang sejak tadi mengabaikan nya. " Rein,aku mau bicara dengan mu," ucap Kean sambil memegang lengan Rein.


Rein menepis tangan Kean,ia menatap tajam pria yang kini berhasil membuatnya kembali terluka.


" Jadi kau anggap kita hanya bersandiwara selama ini?" tanya Kean ia tidak suka saat Rein mengatakan bahwa selama ini mereka hanya bersandiwara.


" Ya,lalu apa? selama ini kamu kan nggak pernah memberikan kepastian kepada ku. Sudah lah Kean kita akhiri semua ini entah itu sandiwara atau bukan," jawab Rein sambil menghapus air matanya yang kembali jatuh membasahi pipinya.


" Tidak dapat kah kamu merasakan perhatian yang ku berikan selama ini Rein?" tanya Kean lagi ia kini marah kepada Rein yang tidak menyadari perasaan nya.


" Sudahlah,kita akhiri semua ini," ketus Rein lalu pergi meninggalkan Kean.


Riska,Dokter Edo , Dona dan Dirga yang melihat pertengkaran mereka auto membuang muka kepada Kean. Mereka tidak rela melihat Rein kembali merasakan sakit hati.


Sidney saat ini masih berdiam diri di dalam ruangan Kean. Ia tidak tahu apa yang di lakukan Kean di luar sana,mengapa begitu lama. Sidney akan memulai pekerjaannya besok.


Tiba-tiba saja ruang Gawat Darurat di penuhi oleh korban kecelakaan lalulintas. Rein dan tim nya bergegas menangani para korban. Kean ikut masuk membantu mereka.


Kean mulai mendiagnosa pasien melalui ST Scan bersama dengan Rein. Sementara Dokter Aldi dan Dirga membantu korban yang mengalami luka ringan.


" Pasien mengalami pembekakan di sekitar pembuluh darah dok,kita harus segera mengoperasi nya." ucap Rein serius.


Kean menatap Rein,ia lalu memerintahkan Dona dan Riska mempersiapkan ruang operasi.


" Dirga,panggil dokter Sidney di ruangan saya. Katakan padanya untuk membantu saya mengoperasi sekarang," ucap Kean dengan tegas.


Untung nya Sidney saat itu melihat ruang gawat darurat sedang ramai sehingga ia kini sudah berada di ruangan. Sidney dan Kean bersiap untuk melakukan operasi pada pasien tersebut.


Rein kembali menangani pasien lainnya yang membutuhkan pertolongan nya. Beberapa jam usai melakukan operasi Kean bersandar di kursi kebesaran nya. Tindakan nya tadi bukan lah Kean sesungguhnya,entah mengapa ia begitu marah kepada Rein saat ini.


Rein memasuki ruangan Kean tanpa mengetuk pintunya. Kean kini menatap wanita yang sedang menatap nya dengan sorot mata yang tajam.


" Bisakah kau mengenyampingkan masalah pribadi mu saat bekerja Dokter Kean? tidak ada Dokter yang melakukan hal seperti tadi. Kau dapat membahayakan keselamatan pasien," tegas Rein terlihat begitu marah.


" Ke depannya aku tidak mau berada di ruang yang sama dengan mu," ketus Kean.


" Jadi mulai sekarang kau berhenti menjadi asisten ku," imbuhnya lagi.


" Oh baguslah,dengan begitu aku tidak perlu berada di dekat mu lagi," ketus Rein lalu keluar dari ruangan Kean sambil membanting pintunya.


Kean merutuki kebodohannya,mengapa ia marah kepada Rein? seharusnya Rein yang marah kepadanya?


Hari ini begitu melelahkan bagi Rein,ia ingin merebahkannya tubuhnya di kamar tercinta nya sambil curhat dengan si mbingg. Sudah lama Rein tidak bertukar cerita dengan Mbing,apa kabar dengan nya?


Rein melangkahkan kan kaki nya menuju tempat parkir,ia terkejut saat melihat Bunda Nichole melambaikan tangan kepada nya. Apa yang harus Rein lakukan? haruskah ia berkata jujur kepada Bunda Nichole?


............


Kelakuan Kean barusan jangan di tiru ya gaess... seorang dokter harus mengutamakan pasien nya. itu hanya ke haluan ku saja di dunia nyata tidak ada yang seperti itu.


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕