
Dirga menahan lengan Riska yang hendak keluar dari apartemen nya. Wanita itu menatap Dirga dengan tatapan tidak suka.
" Lo mau kemana? kita perlu bicara sebentar," ucap Dirga terlihat serius.
" Nggak ada yang perlu di bicarakan, sebaiknya kita lupakan saja kejadian semalam," cetus Riska sangat yakin tidak akan meminta pertanggungjawaban kepada Dirga.
Dirga mengkerutkan keningnya,ia tidak mau menjadi pria brengsek yang lepas dari tanggung jawab begitu saja.
" Gimana mau di lupain? semalem kita melakukan nya berkali-kali,dan gue yakin bibit premium gue akan membuahkan hasil," celetuk Dirga penuh percaya diri.
" Tenang saja,itu semua tidak akan terjadi karena aku tidak akan mungkin hamil," jawab Riska sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
" Kok,lo bisa yakin kayak gitu?" tanya Dirga merasa aneh. Biasanya para wanita dalam drama akan meminta pertanggungjawaban setelah mereka melakukan hal itu,namun Riska malah mengatakan lupakan saja.
" Lo tahu,gue pisah sama suami gue karena gue nggak bisa memberikannya seorang anak!!" sarkas Riska sambil menangis.
Dirga refleks memeluk Riska,ia tahu wanita ini sebenarnya memendam kesedihan yang sangat mendalam. Riska merasa hangat dalam pelukan Dirga,namun beberapa menit kemudian ia tersadar bahwa Dirga adalah pria berbahaya.
Sekali terjerat oleh pesona nya ia akan sulit untuk terlepas. Sementara Dirga pria yang tidak pernah serius dengan satu wanita saja membuat nya tidak menyukai pria narsis ini.
Riska mengurai pelukan Dirga, ia mengambil tas nya lalu pergi begitu saja dari apartemen Dirga.
Flashback Off
Tak lama kemudian mobil yang mengantarkan mereka berdua sampai di rumah sakit Adhitama. Mereka di sambut dengan hangat oleh para staff lainnya.
" Selamat datang kembali," sambut Dona begitu antusias.
" Terimakasih Don," jawab Riska lalu mengulas senyum.
Dirga dan Riska berjalan menghampiri Kean dan Rein yang saat ini berjalan masuk ke dalam lobby rumah sakit disusul oleh Edo dan Dona yang mengikuti mereka dari belakang.
Di sana banyak wartawan yang mewawancarai Kean yang berhasil menemukan antivirus penyakit itu.
Revan menatap Kean dengan tatapan tidak suka,apalagi sejak tadi ia terus menggenggam tangan Rein di depan semua orang. Seolah Kean menunjukkan pada dunia bahwa Rein milik nya.
" Kenapa? jealous ya?" tanya Maureen yang tiba-tiba saja sudah berada di samping Revan.
" Lebih baik kamu diam saja tidak usah ikut campur urusan ku," ketus Revan kepada mantan istrinya.
" Wow,mantan suami galak bener," cibir Maureen.
" Liatin deh,saingan kamu terlalu W.O.W syulit sekali," cibir Maureen sambil tersenyum mengejek.
Revan tersenyum menyeringai mendengar ucapan mantan istri nya itu, mantan nya itu tidak pernah berkaca diri. Dia pun sebenarnya sama mengincar Kean yang saat ini sudah bucin kepada Rein..
" Itu kata- kata kayak nya cocok buat kamu deh," sindir Revan. " Bukannya kamu juga mengincar Dokter Kean yang hebat itu?".
Senyum di sudut bibir Maureen pun memudar mendengar ucapan dari Revan yang begitu menohok. Memang benar ia mengincar Kean,namun ia sedikit insecure untuk menikung kali ini. Sidney mantan Kean yang begitu sempurna pun mundur ketika mengetahui hubungan Kean dan Rein.
Namun ia tetap memikirkan cara agar ia dapat mendapatkan apa yang ia inginkan. Bukan Maureen nama nya apabila ia menyerah sebelum berperang.
Ia terkejut ketika membuka pintu kamar Sidney,Sidney terlihat begitu hancur ia menangis di dekat tempat tidur nya. Kok Grace menghampiri putri nya,ia memeluk Sidney.
" Kenapa nak? kenapa kamu menangis?" tanya Mom Grace khawatir.
" Kean sudah tidak mencintai ku lagi," jerit tangis Sidney membuat Mom Grace terluka.
" Ini semua gara-gara mom,andai mom nggak memisahkan aku dan Kean ini semua tidak akan terjadi." seloroh Sidney di sela tangis nya.
Mom Grace merasa sedih ketika ia melihat putrinya seperti ini,Sidney benar-benar patah hati. Andai saat itu ia tidak pergi mungkin kini ia dan Kean sudah membangun rumah tangga seperti yang mereka impikan.
" Tenang saja nak,mom akan membuat ia kembali kepada mu," ucap mom Grace membuat Sidney menatap mom Grace dengan tatapan tidak suka.
" Apa yang akan mom lakukan?mom akan memisahkan mereka begitu?" tanya Sidney sedikit marah.
" Tentu saja mom akan memisahkan mereka,mereka bahagia di atas penderitaan putri ku," jawab Mom Grace.
" Aku bukan orang jahat seperti itu mom,aku tidak ingin menjadi monster hanya demi mendapatkan apa yang ku inginkan," ketus Sidney lalu membuang muka.
" Lalu kamu mau apa?" tanya Mom Grace yang merasa bingung menghadapi putri nya yang tidak pernah sependapat dengannya.
" Biarkanlah seperti ini,aku harap aku dapat melupakan Kean," ucap Sidney lalu menghapus air matanya.
Mom Grace tetap tidak terima melihat putri nya seperti ini,ia berusaha untuk menghubungi Kean. Untungnya mom Grace sempat mengambil nomor ponsel Kean dari Sidney sewaktu di Aussie.
Kean dan Rein saat ini sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah Rein. Mereka di izinkan untuk beristirahat satu hari, apalagi Rein yang baru saja pulih dari sakit.
Sepanjang perjalanan Kean selalu memegang tangan Rein, keduanya tersenyum seperti ABG yang baru saja menikmati masa pacaran mereka.
" Kamu beneran nggak mau ketemu Bunda dulu?" tanya Kean kepada Rein.
" Aku nggak mau ketemu Bunda dalam keadaan seperti ini," jawab Rein sambil menunjukkan wajah pucat nya.
" Yasudah kamu istirahat ya,jangan chatting an terus," Kean mulai posesif.
" Apa sih Mbing,aku cuma chat sama kamu aja nggak ada yang lain," balas Rein sambil menatap pria tampan yang saat ini sedang fokus menyetir.
" Iya Mpuss ku sayang,aku nggak mau kamu kecapekan. Kamu harus istirahat dulu,besok juga jangan dulu kerja. Ada aku dan yang lainnya yang akan merawat pasien Dokter Rein," cerocos Kean lalu tersenyum ketika ia melirik kekasih hati nya.
Oh indahnya sore ini, keduanya asyik bercerita membahas tentang pertemuan mereka yang di awali dari chat dan kini dapat bertemu di dunia nyata.
Tiba-tiba saja ponsel Kean berdering,Kean mengambil earphone bluetooth yang sudah ia sambungkan dengan ponselnya. Ia menerima panggilan tersebut,senyum Kean tiba-tiba saja memudar setelah menerima panggilan tersebut.
" Kenapa?" tanya Rein ketika ia melihat perubahan dari wajah Kean yang tiba-tiba saja terdiam setelah menerima panggilan tersebut.
" Nggak apa-apa sayang," jawab Kean berbohong. Ia tidak ingin Rein mengetahui bahwa ia mendapatkan panggilan dari ibu nya Sidney.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie đ