OPERATION LOVE

OPERATION LOVE
Twins?



Riska terkejut dengan ucapan absurd yang keluar dari mulut pria sok narsis di depannya ini. Ia mengatakan bahwa Riska harus bertanggung jawab karena telah menghamilinya. Bukan kah seharusnya wanita yang meminta pertanggungjawaban? lalu bagaimana pria dapat hamil?


" Wait? maksud lo apa sih?" tanya Riska mencoba mencerna apa yang di bicarakan oleh Dirga.


" Gue sejak tadi mual muntah terus,gue yakin saat ini Dirga junior sudah ada di dalam perut lo," jawab Dirga.


Riska semakin tidak paham, bagaimana mungkin ia dapat hamil. Ketika bersama mantan suaminya ia begitu menantikan kehadiran buah hati di kehidupan mereka tak kunjung datang. Berbagai cara mereka lakukan agar segera di beri momongan namun tidak pernah berhasil.


Namun bagaimana bisa hanya satu malam bersama Dirga ia bisa hamil.


" Kalau lo ngga percaya ayo kita periksa ke Dokter Shella," ajak Dirga sambil menarik lengan Riska.


" Jangan dia,kita ke Dokter Ayu saja. Shella ember,apabila benar aku hamil anak lo ia akan memberi tahukan semua orang," ucap Riska lalu di setujui oleh Dirga.


Mereka berjalan bersama menuju ruangan Dokter Ayu. Dokter Ayu adalah dokter senior yang selalu membantu proses kelahiran para the K. ( Yang membaca dari novel awal pasti kenal dokter Ayu ).


Kini mereka memasuki ruangan Dokter Ayu setelah mendapatkan izin dari pemilik ruangan.


" Begini Dok,saya mau meminta tolong periksa saya Dok," ucap Riska dengan suara pelan.


" Maksud nya?" tanya Dokter Ayu yang merasa bingung tiba-tiba saja mereka masuk dan meminta di periksa.


Riska pun menceritakan tentang Dirga yang mengalami kehamilan simpatik. Kini Dokter Ayu mengerti,ia mengajak Riska untuk merebahkan tubuhnya di atas brangkar.


Dokter Ayu mulai mengoleskan gel di atas perut Riska lalu menggunakan alatnya untuk melihat ada nya janin di dalam perut Riska.


Pandangan mata Riska dan Dirga kini tertuju kepada layar monitor di depan mereka.


" Kalian lihat,dua titik di sana?" tanya Dokter Ayu lalu keduanya mengangguk kan kepala mereka.


" Mereka calon bayi kalian," jawab dokter Ayu.


" Jadi bener kan dok kalau Riska hamil?" tanya Dirga meyakinkan.


" Iya,Dokter Riska saat ini sedang mengandung. Usia kehamilannya sudah masuk minggu ke empat," jawab Dokter Ayu terkekeh. Tidak dapat ia bayangkan bagaimana jadi nya kedua calon orang tua ini nanti mengurus anak-anak mereka sementara mereka tidak pernah akur.


" Wait dok,mereka? maksud nya mereka kembar?" tanya Riska lalu merubah posisinya menjadi duduk setelah selesai membersihkan sisa gel yang berada di atas perut nya.


" Iya,mereka kembar," ucap Dokter Ayu.


Dirga refleks memeluk dan mencium kening Riska. Sementara Riska entah harus merasa bahagia atau tidak. Ia tidak mencintai Dirga, perasaannya hingga kini masih untuk Dirly mantan suami nya.


" Dokter saya mohon rahasia kan kabar ini dari semua orang ya,saya nggak mau di bully oleh fans fanatik dia." cetus Riska dan di setujui oleh Dokter Ayu. Keduanya keluar dari ruangan dokter Ayu,Riska menarik lengan Dirga untuk kembali ke ruangan nya.


" Inget ya,jangan sampai ada yang tahu tentang semua ini," ancam Riska membuat Dirga merasa aneh.


" Gue bukan mereka yang dengan mudah menawarkan tubuh nya hanya demi mendapatkan lo. Satu hal lagi gue nggak suka sama cowok narsis kayak lo," sarkas Riska.


Namun pandangan Dirga saat ini tak lepas dari bibir ranum Riska yang menggoda. Dirga tiba-tiba saja kembali merasa mual,Riska yang melihat Dirga seperti itu merasa tidak tega.


" Lo mual lagi? gue buatin teh ya?" tawar Riska. Riska hendak berjalan keluar ruangan namun di tahan oleh Dirga,ia memeluk Riska. Entah mengapa rasa mual itu hilang seketika,Dirga begitu nyaman ketika mencium aroma tubuh Riska.


" Apaan sih lo peluk- peluk ?" Riska merasa tidak nyaman di peluk peluh Dirga.


" Mual nya ilang saat peluk lo kayak gini," sahut Dirga semakin mempererat pelukan nya.


" Gue boleh cium lo ya,ini kayak nya keinginan anak kita juga deh," ucap Dirga mulai modus.


Riska melepaskan pelukannya lalu menatap Dirga dengan tatapan tajam. " Lo modus ya?" sentak Riska.


" Dih,mana ada gitu? lo tau kan keinginan orang yang ngidam harus di penuhi kalau tidak nanti anak kita ileran," tuh kan Dirga pinter banget ngeles nya.


Akhirnya Riska mau tidak mau mengizinkan Dirga menciumnya,Dirga mencium bibir ranum yang sejak tadi menggoda nya. Awalnya Riska tidak membalas,namun karena permainan Dirga akhir nya Riska membalas.


Riska mengalungkan tangannya di leher Dirga,Dirga mendudukkan Riska di atas meja kerjanya. Mereka melepaskan tautan pada bibir mereka setelah mereka kekurangan pasokan udara.


Riska membersihkan bekas lipstik yang menempel di bibir Dirga. " Gue harus balik lagi kerja," ucap Riska merasa canggung setelah ciuman mereka berakhir.


Dirga membungkuk kan tubuhnya menghadap perut Riska. " Jangan nakal ya twins papa kembali kerja,baik- baik dengan mama," ucap Dirga membuat Riska terkekeh melihat tingkah laku pria narsis itu begitu menggemaskan.


" Gue juga balik lagi kerja,inget lo jangan terlalu capek. Kalau lo butuh sesuatu panggil gue aja," sambung Dirga mengingat kan lalu ia keluar ruangan. Setelah mendapatkan vitamin dari Riska kini tubuhnya kembali membaik,memang Riska kini mood booster nya.


Riska tersenyum sendiri mengingat ciuman hot nya dengan Dirga tadi. Tiba-tiba saja ia memukul kepalanya,ia harus sadar. Ia tidak boleh memiliki perasaan kepada pria yang memiliki banyak kekasih.


Di sisi lain Rein kini sudah membaik,ia sudah dapat kembali bekerja. Rein dan Kean saat ini sedang memeriksa pasien yang baru saja datang ke ruang gawat darurat.


Tiba-tiba saja mereka di kejutkan oleh Romi yang tiba-tiba saja datang bersama seorang wanita yang terluka parah. Sepertinya wanita itu mengalami kecelakaan yang sangat serius.


Kean mulai melakukan CT Scan pada pasien, sementara Rein melihat betapa bersedih nya Romi.


" Siap kan ruang operasi,kita harus mengoperasi pasien secepatnya," titah Kean lalu Rein pun menyiapkan ruang operasi bersama Dirga DNA. Riska yang baru saja memasuki ruang gawat darurat.


Kondisi pasien saat ini sangat kritis, harapan untuk selamat sangatlah tipis karena banyak organ tubuh nya yang rusak. Apabila operasi berhasil pun ia akan mengalami kelumpuhan.


Kean dan yang lainnya sudah siap melakukan operasi. Romi berdoa untuk keselamatan Michelle ketika melihat lampu ruang operasi menyala. Michelle adalah wanita yang di cintai oleh Romi.( part ini ada di Terjerat Cinta Sang Pewaris).


...


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕