OPERATION LOVE

OPERATION LOVE
Operation Love



Rein saat ini sedang merawat pasien yang terkena penyakit itu. Para tim medis mengenakan APD agar tidak terjangkit dari virus tersebut. Mereka merawat pasien dengan telaten tidak ada rasa takut sama sekali pada diri mereka. Yang mereka pikirkan saat ini hanya keselamatan dan kesembuhan pasien.


" Dokter Rein, sebaiknya istirahat saja dahulu," ucap Dokter Bagas salah satu relawan dari rumah sakit lain.


" Tidak apa-apa Dokter. Saya baru saja menyuntikkan obat,saya ingin mengetahui perkembangan setelah nya," jawab Rein.


Walaupun hanya melihat mata nya saja Rein terlihat cantik di mata Dokter Bagas. Revan tidak menyukai Dokter itu ia merasa Dokter itu menyukai Rein karena sejak kedatangan Rein ia selalu mendekati Rein.


" Yasudah kalau itu mau mu,tapi ingat jangan terlalu kelelahan,kita pun harus tetap sehat agar dapat merawat mereka hingga mereka sehat kembali," cerocos Dokter Bagas.


Dokter Bagas pemilik rumah sakit ternama di kota tersebut. Dia adalah Dokter tampan idaman kaum hawa. Dokter Bagas sama seperti Kean,ia memiliki keahlian bedah syaraf,bedah digestif dan spesialis bedah thorak.


" Baik Dok,saya pasti akan menjaga kesehatan saya."


Dokter Riska sejak tadi terus menatap Dokter Bagas yang ketampanan nya mengalahkan Dirga. Dirga mendengus kesal melihat Dokter Riska yang begitu terpesona kepada Dokter Bagas.


Dirga kembali mengingat perkataan Dokter Riska saat mereka terlibat one night stand beberapa hari yang lalu. Wanita itu malah menyuruh Dirga melupakan semua yang telah terjadi. Sudah bagus Dirga berniat bertanggung jawab,tapi wanita itu malah menolak nya. Dirga memang playboy,namun dia bukan tipe pria brengsek yang meniduri wanita lalu meninggalkan nya begitu saja. Ini pertama kali bagi nya merasakan hal itu bersama Dokter Riska.


Pertama kali nya Dirga di tolak oleh seorang wanita membuat diri nya merasa terhina. Dan kini ia melihat wanita itu dengan genit nya mendekati Dokter Bagas yang menurutnya biasa saja.


Dirga mendengus kesal menatap Dokter Bagas,tak lama kemudian sebuah mobil baru saja terparkir di depan rumah isolasi yang terletak dekat dengan rumah sakit di sana. Kean baru saja keluar dari mobil nya lalu berjalan memasuki rumah isolasi untuk pasien.


Kean melangkahkan kaki nya mencari keberadaan Rein. Kini Kean dapat mengenali Rein hanya dengan melihat mata nya saja. Ia memeluk Rein di depan orang banyak di sana. Rein dengan cepat melepaskan pelukan Kean lalu mendorong Kean keluar dari ruangan tersebut.


" Ini ruang isolasi, kamu nggak pakai APD. Ayo ke ruangan ku," ajak Rein membawa Kean ke dalam sebuah ruangan yang di sediakan untuk Rein selama berada di sana.


Rein melepaskan APD dan masker yang menutupi wajahnya. Ia mencuci tangannya lalu kembali menghampiri Kean.


" Kamu ngapain masuk ke dalam? kalau kamu terkena virus gimana?" ketus Rein marah kepada Kean.


" Nggak apa-apa,aku udah terkena virus saat ini," jawab Kean sambil menatap wajah cantik wanita yang ia cintai. Ya Kean kini sangat yakin Rein lah cinta nya,ia mencintai Rein bukan Sidney. Akhirnya ia menyadari bahwa perasaan nya kepada Sidney kini sudah berakhir.


Rein menatap Kean dengan tatapan aneh,ia menaruh punggung tangan nya di atas kening Kean. " Tapi kamu nggak demam?" ucap Rein masih tidak peka dengan ucapan Kean.


" Virus cinta sama kamu Rein," jawab Kean lalu menggenggam tangan Rein.


" Iya,aku nggak demam..aku demam merindukan mu," gombal Kean lagi. Namun ekspresi Rein biasa saja mendengar ucapan Kean.


" Kayak nya kamu sakit ya? tumben kamu berkata seperti itu?" tanya Rein tidak mempan di gombali oleh Kean.


" Astaga Rein,aku serius sayang." ucap Kean. Kean memasang earpieces stetoskop pada telinga Rein lalu ia meletakkan diaphragm stetoskop di dada nya.


" Sekarang kamu bisa dengar kan,jantung ku berdetak dengan cepat saat bersama mu. Aku mencintai mu Reina Putri," seloroh Kean sambil menatap manik mata Rein.


Sumpah demi apa Rein merasa bahagia mendengar ungkapan cinta dari Rein. Ia merasa saat ini ada banyak jutaan kupu-kupu mengelilingi nya. Rein dapat melihat cinta di dalam mata Kean hanya untuk nya.


Rein menatap Kean dengan tatapan kebingungan,beberapa menit kemudian ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Omo...omo daebak!! Mbing?" tanya Rein seolah masih tidak mempercayai pria yang selama ini ia harapkan ada di dunia nyata adalah Kean.


Kean tersenyum lalu memeluk Rein,ia mengecup kening Rein dengan sayang. " Dasar kucing nakal,selama ini ternyata kamu ada di dekat ku," ucap Kean lalu mengulas senyum.


Rein mendongak menatap wajah tampan pria yang ia cintai. " Aku nggak mimpi kan?" tanya Rein masih tidak percaya dengan semua ini.


Rein yang selalu berharap Mbing ada di dunia nyata ternyata adalah Kean pria yang ia cintai. Takdir akhir nya mempertemukan mereka,Kean mencium bibir Rein untuk menyadarkan Rein bahwa semua ini bukan lah mimpi.


Ini adalah kenyataan, perasaan nya kepada Rein sungguhan bukan sandiwara lagi. Kedua nya lalu melepaskan tautan pada bibir mereka setelah lama mereka saling bertukar saliva.


" Lalu Sidney bagaimana?" tanya Rein menatap Kean dengan serius. Ia tidak mau tiba - tiba saja Sidney menyalahkan nya karena Kean lebih memilih Rein.


" Biar Sidney menjadi urusan ku nanti,yang penting saat ini hanya ada aku dan kamu yang sudah menjadi kita" entah mengapa hari ini begitu banyak kata- kata manis keluar dari mulut Kean membuat Rein tersipu malu mendengar nya.


" Tapi aku masih harus bekerja Dokter Kean," ucap Rein lalu terkekeh saat melihat Kean yang tiba-tiba saja merenggut.


" Aku pun akan membantu mu di sini, rumah sakit saat ini ada Edo dan Sidney juga tenaga medis lainnya. Lagipula seperti nya kalian butuh bantuan," sahut Kean lalu memakai APD yang berada di ruangan tersebut.


" Kok kepala ku pusing ya?" tanya Rein tiba-tiba saja merasakan sakit pada kepala nya.


Kean memeriksa suhu tubuh Rein,lalu ia mengecek denyut nadi Rein. Kean memeriksa Rein yang seperti nya terkena gejala penyakit yang saat ini di derita warga desa.


Penyakit itu cepat sekali menular,kini padangan mata Rein memudar. Rein jatuh pingsan dalam pelukan Kean.


" Rein!! Rein" panggil Kean begitu khawatir.


Ia merebahkan Rein di atas brangkar yang berada dalam ruangan tersebut. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu,Kean membuka pintu ruangan ia tidak mengizinkan Dirga memasuki ruangan tersebut.


" Ada apa?" tanya Kean.


" Pasien yang baru saja di tangani Dokter Rein kembali Demam Dok," ucap Dirga panik.


" Tolong kalian urus dahulu pasien tersebut,Rein jatuh pingsan seperti nya ia terkena virus itu," jelas Kean mencoba untuk tidak panik.


" Astaga,Dokter Rein yang paling banyak berinteraksi dengan pasien pasti ia yang cepat terkena penyakit tersebut." cerocos Dirga.


" Di sana ada Revan kan,biarkan Revan yang menghandle," titah Kean lalu Dirga pun undur diri untuk memberitahu kan Revan.


..........


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕