
Bagas dan Revan melihat Kean yang mengatakan cinta kepada Rein di depan semua orang dari atap gedung. Terlihat jelas dari raut wajah keduanya tidak menyukai momen itu. Bagas berjalan meninggalkan Revan yang masih berada di atap gedung.
Revan tidak suka melihat semua ini ia mengambil pot bunga kecil,ia lalu mengarahkan pot itu agar mengenai Kean. Revan yang gelap mata akhirnya melepaskan pot bunga itu hingga terjatuh.
Namun pot itu tidak tepat sasaran,Rein yang melihat sesuatu hendak menimpa Kean mendorong Kean sehingga pot itu terjatuh mengenai nya.
Kean merasa shock ketika melihat darah bercucuran dari kepala Rein. Kean bergegas membawa Rein menuju ruang gawat darurat.
Dokter Aldi dan Edo yang sedang merekam adegan romantis mereka dengan cepat menyusul Kean. Mereka terkejut ketika melihat sebuah pot tiba- tiba saja mengenai Kean.
Sidney bergegas menghampiri Kean ketika ia melihat Rein terluka dalam gendongan Kean. Kean merebahkan tubuh Rein di atas brangkar.
Kean melakukan CT Scan,Sidney melihat Kean begitu mencemaskan Rein. Apalagi ketika ia melihat Rein mengorbankan diri nya demi Kean. Cinta mereka sama-sama begitu besar membuat nya semakin yakin untuk mundur.
" Siapkan ruang operasi,cepat!!" teriak Kean kepada semua orang. Dona dan Riska dengan cepat bergegas bersiap mempersiapkan ruang operasi.
" Biar aku bantu kamu,kamu harus tenang Ken. Percayalah Rein akan baik- baik saja," ucap Sidney lalu ia pun bersiap untuk operasi.
Beberapa menit kemudian Kean dan Sidney sudah siap memasuki ruang operasi di mana Dokter Riska sudah membius Rein,Dona pun berada di dalam bersama mereka.
Operasi pun di mulai, pertama kali nya Kean melakukan operasi kepada wanita yang ia cintai. Ia berharap Rein tidak mengalami hal yang serius.
Sementara itu Dokter Bagas terkejut ketika ia mendengar bahwa Rein terluka. Ia saat ini mencari keberadaan Revan yang pergi entah kemana. Ia yakin pelaku nya adalah Revan,karena saat itu yang berada di atap gedung tinggal Revan seorang diri.
Bagas berlari kesana-kemari mencari keberadaan Revan namun ia tidak menemukannya. Ia ingin menghukum pria yang berani melukai Rein.
Bagas tidak berhasil menemukan Revan,ia lalu berjalan menuju ruang operasi. Ia ingin mengetahui perkembangan operasi Rein.
Aldi dan Edo menghadang Bagas yang hendak menunggu operasi selesai. Bagas mendorong dia Dokter itu yang seenaknya menghalangi jalan nya
" Kau tidak boleh berada di sini?" ketus Edo dengan tatapan tidak suka.
" Apa hak mu melarang saya melihat Rein?" tanya Bagas begitu kesal.
" Saya tadi melihat anda berada di atap gedung bersama dengan Dokter Revan. Saya yakin pelaku nya anda,anda ingin mencelakai Dokter Kean kan?" tuduh Aldi dengan sorot mata tajam.
Kean baru saja keluar dari ruang operasi, untungnya hanya cedera kecil sehingga mereka berhasil menolong Rein. Namun tetap saja ini percobaan pembunuhan. Kean begitu marah ketika ia mendengar ucapan Dokter Aldi yang mengatakan apabila Dokter Bagas yang berada di atap gedung.
" Jadi lo yang mencelakai Rein?" bentak Kean sambil menarik kerah snelli Dokter Bagas.
" Bukan gue,gue nggak akan mungkin menyakiti wanita yang gue cintai," balas Bagas dengan nada sewot. Bagas mulai mengikuti cara bicara Kean yang non formal pada nya.
" Tapi sasaran lo gue kan?" Kean masih terus menginterogasi Bagas dengan tatapan membunuh.
" Gue bukan pria pengecut yang harus mencelakai lo dari belakang. Bukan gue pelaku nya," sentak Bagas lalu melepaskan cengkraman tangan Kean pada snelli nya.
Edo menunjukkan sesuatu yang ia lihat dari video yang ia rekam. Mereka melihat dengan jelas Revan menjatuhkan pot tersebut agar mengenai Kean.
Kean merasa marah ternyata pelaku nya adalah Revan mantan Rein. Ia mengambil ponsel yang berada dalam saku nya. Kean menghubungi Kaivan untuk mencari keberadaan Revan yang melarikan diri setelah melukai Rein.
Aldi dan Edo merasa bergidik ngeri membayangkan apa yang terjadi apabila sahabat Kean yang mulai turun tangan. Sahabat Kean satu itu terkenal baik hati dan pendiam namun ketika marah ia akan menyeramkan seperti iblis.
Sementara itu mom Grace saat ini sedang berada di apartemen putrinya. Ia melihat video viral Kean yang mengatakan cinta kepada Rein di depan banyak orang membuatnya merasa malu. Karena saat ini banyak notif kepada nya yang mengatakan berita yang ia posting tempo hari berita hoax.
Dulu ia gagal memiliki Lexy dan kini putri nya pun gagal memiliki Kean. Andai suami tidak bangkrut Mom Grace tidak akan ambisius seperti ini.
Rein saat ini sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP, selesai mengoperasi pasien Kean kembali menemani Rein yang masih belum siuman pasca operasi.
" Sayang,jangan sakit seperti ini aku nggak sanggup," ucap Kean sambil mengecup punggung tangan Rein.
Sebenarnya Rein sudah sadar sebelum Kean memasuki ruangannya. Namun ia pura- pura tertidur ketika melihat Kean masuk ke dalam ruangan nya.
Rein pura- pura membuka matanya perlahan membuat Kean tersenyum senang saat melihat Rein sudah terbangun. Rein mengkerutkan keningnya ketika Kean memeluk nya tiba- tiba saja ia tepis.
" Kenapa?" tanya Kean merasa aneh dengan sikap Rein.
" Kamu siapa?" tanya Rein membuat Kean tercengang mendengar nya. Seperti nya tadi saat ia mengoperasi Rein tidak ada yang salah dengan diri nya. Namun mengapa ia saat ini tidak mengingat kekasih nya yang tampan ini.
" Rein jangan bercanda ya,tadi aku periksa kamu nggak apa-apa. Aku udah pusing dengan Kavin yang amnesia,kamu jangan ikutan amnesia juga," protes Kean membuat Rein tergelak tawa melihat ekspresi Kean yang manja seperti anak kecil.
" Tuh kan,rese minta di sun," goda Kean membuat Rein auto memukul nya pelan.
" Jangan macam-macam pak dokter,saya saat ini adalah pasien," jawab Rein terdengar begitu lebay dan alay. Mengapa mereka berdua tertular virus alay dari duo soang.
" Iya sayang,aku tahu kok. Nanti macem-macem nya kalau udah halal ya," Kean tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya.
" Emang Kavin amnesia?" tanya Rein penasaran.
" Iya,kasian Kimmy saat ini sedang bersedih," ucap Kean.
" Kamu sayang banget sama Kimmy?" tanya Rein penasaran.
" Kimmy,Cinta dan Vallerie sudah ku anggap seperti adik sendiri. Jadi kamu nggak usah jealous," sahut Kean penuh percaya diri.
" Dih,siapa yang jealous," Rein membenarkan posisi nya menjadi duduk di bantu oleh Kean.
" Itu keliatan banget lagi jealous".
" Nggak,serius," jawab Rein santai.
" Mpuss sayang," panggil Kean dengan lemah lembut.
" Iya apa?" tanya Rein.
" Nikah yuk?" tanya Kean membuat Rein tercengang mendengar nya.
" Apa?".
.............
Author : Lu ngajak nikah kayak yang ngajak beli seblak🤣
Kean : Terus gue harus begimana?
Author : Yang romantis Napa😩 masa musti gue ajarin
Kean : 😉
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕