
Hallo epribadeh maafkan aku terlambat cuaca lagi nggak bagus membuat ku nggak enak badan..jangan lupa like komen dan vote bestie.
💕💕💕💕
Happy Reading 😉
Riska berjalan menelusuri koridor rumah sakit menuju halaman belakang rumah sakit. Langkah nya terhenti ketika terdengar suara seseorang memanggil nya. Suara bariton yang mengingatkan Riska ketika pria itu mengucapkan janji suci nya ketika mereka menikah.
Namun ia kembali mengingat detik- detik ketika ketukan palu terdengar saat mereka bercerai. Kisah cinta nya dan Dirly sudah berakhir. Ia tidak boleh kembali berharap,kini mantan suaminya itu milik wanita lain. Bahkan wanita itu kini tengah mengandung anak yang selama ini Dirly nantikan.
Riska mencoba tetap tegar,ia berbalik menatap Dirly lalu tersenyum. Dirly melihat mantan istrinya baik- baik saja tanpa nya,bahkan ia tetap tersenyum seolah melupakan apa yang terjadi di antara mereka.
" Iya,ada apa?" tanya Riska dengan santai.
" Apa kabar?" tanya Dirly merasa canggung.
" Kabar ku baik," jawab Riska mengulas senyum.
" Lama tak berjumpa,kau menghilang tanpa kabar," ucap Dirly terlihat sendu. Jujur ia masih mencintai Riska,ia terpaksa menikahi istrinya karena paksaan orang tua nya yang menginginkan cucu.
" Ah..ya,sorry aku harus kembali bekerja," pamit Riska malas menanggapi ucapan Dirly.
" O iya silahkan," jawab Dirly. Riska pun pergi meninggalkan Dirly,jauh di lubuk hati nya paling dalam ia begitu merindukan Riska.
Namun kini ia sudah memiliki tanggung jawab lain yaitu istri dan anak yang ada dalam kandungannya. Dirly pun melangkah kan kaki nya kembali menuju ruang rawat istrinya.
Riska berjalan menuju rooftop rumah sakit,tempat di mana ia mengadukan keluh kesah. Di sana tidak ada akan ada orang yang mengetahui isi hati nya yang sebenarnya. Riska menangis,hati nya sakit ketika ia melihat pria yang ia cintai kini sudah menemukan cinta yang lain.
Dirga yang sedang tertidur di sana merasa terganggu dengan suara tangis Riska. Ia begitu menyukainya tidur di lantai atas,karena begitu terasa menyejukkan ketika angin berhembus mengenai tubuhnya. Dirga pun bangkit dari tidur nya,ia melihat wanita galak yang selalu memarahi nya kini sedang menangis. Pertama kali bagi Dirga melihat kelemahan Riska.
" Hey!! wanita tua, berisik lo," ketus Dirga lalu kembali merebahkan tubuhnya di atas kursi yang tersedia di sana.
Mendengar ada suara orang lain,Riska menghentikan tangisnya. Ia menghapus air mata nya lalu menghampiri Dirga yang kembali tertidur.
" Hey!! tukang tidur pergi lah dari sini gue pengen sendri," usir Riska.
" Gue yang duluan ke sini,apa hak lo ngelarang gue?" jawab Dirga dengan mata yang masih terpejam.
" Tapi gue yang sering ke sini," balas Riska tidak mau kalah.
" Ini tempat umum nona tua,kalau kau mau tempat privasi silahkan sewa tempat lain," ketus Dirga.
Riska mendengus kesal,ia pun melenggangkan kaki nya meninggalkan Dirga sambil menghentakkan kakinya. Sementara Dirga kembali menikmati waktu istirahat nya.
Saat ini Kean sedang berada di kantor Kavin,Key dan Kaivan pun ada sana. Mereka sedang membicarakan rencana pernikahan Kimmy dan Kavin.
Namun setelah selesai berunding kini mereka malah mengolok-olok Kean membuat Kean merasa salah tingkah.
" Tidur," jawab Kean santai.
" Yakin cuma tidur doank?" kini Kavin yang mulai kepo.
" Yakin,emang harus nya ngapain?" tanya Kean.
" Nggak nyicil ehem- ehem gitu?" tanya Kavin mulai berbicara ngawur.
Key memukul Kavin dengan majalah yang sejak tadi ia pegang," Emang nya Kean itu elu pea."
" Dih,elo kaku banget Ken," ejek Kavin dengan senyum mengejek.
" Ya paling cium- cium doang,emang nya elu mesum," protes Kean.
" Iya,ajaran Kavin jangan di ikutin ajaran sesat itu," sahut Kai menimpali.
" Dih,tapi lu lebih parah Kaivan. Lo malah nge DP in Zhia," celetuk Kavin tidak mau kalah.
" Itu kan karena gue di jebak,kalau enggak di jebak gue nggak akan ngelakuin hal itu sebelum nikah," jawab Kai serius.
" Iya aja deh daripada gue di todong sama Kai,dia sekarang mainannya pistol sejak gaul sama Roy," gerutu Kavin.
" Pokoknya jangan macem-macem sebelum halal,kalau mau ehem - ehem halalin dulu cewek lo," nasehat Kai membuat Kavin,Key dan Kean melongo mendengar nya.
" Iya Lo,cepetan halalin Rein biar jangan mau kalah sama pasangan soang," sahut Key memanasi Kean.
" Nanti gue ajarin gombalan maut ala Kavin," celetuk Kavin penuh percaya diri.
Kean terdiam sejenak, bukannya ia tidak ingin menikahi Rein. Namun ia masih belum yakin dengan perasaan nya kepada Rein. Apa benar nama Sidney susah menghilang atau belum dari hatinya.
Sementara di Perth Australia, Sidney baru saja sampai di rumah nya. Ia meregangkan otot-otot nya,berjam- jam berada di dalam ruangan ia merasa pegal. Ia merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang keluarga sambil menatap foto nya dengan Kean sewaktu SMA.
Beberapa hari lagi ia akan bertemu dengan Kean,ia dan Kean akan kembali bersama. Tak lama kemudian mom Grace datang menghampiri putri nya. Ia duduk di samping Sidney,mom Grace merasa berat hati melepaskan putri nya untuk kembali ke Indonesia.
Namun ia kini tahu pria yang di cintai oleh putri nya itu kini telah menjadi dokter hebat. Pria itu pun telah menjadi pewaris utama keluarga Adhitama dan pewaris kedua keluarga Smith. Dapat mom Grace bayangkan banyak nya pundi- pundi uang yang akan ia miliki apabila Sidney kembali dengan Kean.
Ia merasa menyesal karena telah memisahkan mereka berdua,andai dulu ia tidak memisahkan Sidney dan Kean mungkin mereka sekarang sudah menikah.
" Lusa aku kembali ke Indonesia,mom jaga diri baik-baik," ucap Sidney lalu memeluk ibu nya.
" Iya sayang,mom kini akan mendukung mu untuk mendapatkan cinta nya," jawab mom Grace dengan senyum menyeringai.
" Thank you mom, i love you," ucap Sidney lalu mencium pipi ibu nya. Ia merasa bahagia kini ibu nya mendukung hubungan nya dengan Kean.