OPERATION LOVE

OPERATION LOVE
Mencintai Dari Jauh



Sebelum berangkat ke rumah sakit Rein membuang barang- barang pemberian Kean ke tong sampah. Ia tidak ingin ada barang dari nya masih berada di dalam rumah. Ia pun membuang black card yang di berikan oleh Kean untuk nya


Rein pun berjalan menghampiri sepeda motornya, tiba-tiba saja ia kembali untuk mengambil black card yang baru saja ia buang.


" Kamu nggak bersalah nak," ucap Rein lalu memeluk black card itu kemudian ia masukkan kembali ke dalam tas nya.


Rein pun menaiki sepeda motornya melajukan nya menuju rumah sakit.


......


Setelah di turunkan di tengah jalan tempo hari hubungan Maureen dan Revan semakin memburuk. Belum lagi mertuanya yang selalu ikut campur urusan mereka membuat Maureen jengah. Ia sudah lelah,ia tidak peduli lagi dengan harta yang di miliki oleh Revan. Kini ia berjalan menuju ruang kerja Revan untuk memberikan surat cerai yang baru saja ia ambil dari pengadilan agama.


Maureen menaruh surat itu di meja kerja Revan,Revan menatap Maureen lalu tersenyum mengejek. Sudah lama Revan menunggu Maureen mengajukan gugatan cerai,karena apabila ia yang mengajukan sudah dapat di pastikan wanita itu akan memiliki banyak permintaan.


Revan sudah tahu niat Maureen menikahi nya hanya karena uang.


" Jangan lupa hadir,agar hubungan ini cepat berakhir," ketus Maureen lalu pergi meninggalkan ruangan Revan.


Revan tersenyum senang melihat surat panggilan dari pengadilan untuk nya. Ia akan mengejar cinta Rein kembali,Revan melihat hubungan Rein dan Kean yang kini mulai merenggang sejak kedatangan Dokter baru dari Aussie.


Kean yang sejak tadi di abaikan oleh Cinta dan Vallerie memilih kembali bekerja. Belum lagi Bunda Nichole yang selalu merengek agar ia kembali dengan Rein.


Kean menatap wanita cantik yang saat ini sedang mengecek kondisi pasien di ruang rawat. Senyum yang selalu menjadi mood booster bagi nya,kini tidak terukir lagi untuk Kean. Rein memalingkan wajahnya ketika ia melihat Kean,ia kembali mengunjungi pasien lainnya bersama dengan Dirga.


Kean melenggangkan kaki nya menuju ruangannya,di koridor rumah sakit tanpa sengaja ia bertemu dengan Sidney.


Sidney lalu menggandeng lengan Kean membuat Kean merasa tidak nyaman. Semua mata tertuju kepada mereka berdua," Tidak enak di lihat banyak orang," ucap Kean lalu melepaskan tangan Sidney. Namun Sidney tetap kembali menggandeng lengan Kean.


Revan melihat Rein keluar dari ruang rawat hendak mengajak nya makan siang bersama.


" Rein, makan siang di kafe favorit kamu yuk!! aku yang traktir," ajak Revan sambil mengikuti langkah Rein. Langkah mereka berhenti ketika melihat Sidney yang sedang menggandeng lengan Kean.


" Rein,bukan kah dia itu...," belum sempat Revan melanjutkan ucapannya Rein memotong nya.


" Ayo,tadi kamu ngajak makan siang kan?" ajak Rein sambil tersenyum lalu menarik lengan Revan berbalik arah meninggalkan Kean dan Sidney. Kean mengepalkan tangannya ketika ia melihat Rein menggandeng tangan Revan.


Sidney merasa bingung,ada hubungan apa sebenarnya Kean dan Dokter Rein? mengapa Kean tidak suka melihat nya dekat dengan pria lain.


Kean melepaskan tangan Sidney dari lengannya, " Aku sedang banyak pekerjaan hari ini,maaf".


Kean melenggangkan kaki nya menuju ruangannya,saat ini ia membutuhkan pencerahan dari para The K. Namun saat ini mereka pasti sedang mempersiapkan pernikahan Kimmy dan Kavin. Setelah menghadiri pernikahan Sean dan Flora mereka kembali mempersiapkan acara pernikahan Kavin dan Kimmy yang di adakan privat agar tidak di ketahui oleh kakek Robert.


Di sisi lain,kini Rein dan Revan sedang makan siang bersama di kafe dekat rumah sakit. Revan menatap mantan kekasih nya itu,ia semakin cantik walaupun tanpa make up seperti Maureen.


" Rein,bukan kah kamu dan Dokter Kean berpacaran?" tanya Revan penasaran.


" Sudah berakhir,lagi pula kami hanya pura- pura."


" Pura- pura gimana?" tanya Revan masih tidak paham dengan yang ia dengar.


" Aku pura- pura berpacaran dengannya agar tidak terlihat seperti pecundang di depan kalian," ketus Rein kepada Revan.


" Dan sekarang kekasih sungguhan nya datang,dia mengabaikan mu?" tanya Revan terlihat kesal.


" Akan ku beri dia pelajaran," sahut Revan yang hendak bangkit dari duduknya namun di halangi oleh Rein.


" Sudah lah,ini semua salah ku."


Revan menatap wajah cantik Rein yang terlihat sendu,Revan menggenggam tangan Rein. " Kembali lah bersama ku,aku berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang dulu." ucap Revan terlihat begitu tulus.


" Tapi aku sudah tidak mencintai mu," jawab Rein lalu meminum avocado float yang sejak tadi ia abaikan.


" Aku dan Maureen akan segera bercerai,ku mohon Rein kembali lah kepada ku," pinta Revan memohon kepada Rein.


Rein bangkit dari duduknya lalu menatap Revan," Sorry aku nggak mau terjatuh di lubang yang sama Re,sekali kamu buat kesalahan aku nggak bisa lupain itu," cetus Rein lalu pergi meninggalkan Revan.


Revan mendengus kesal,ternyata kesalahan nya begitu besar membuat Rein sulit untuk memaafkan nya.


Hari berganti hari, hubungan Rein dan Kean semakin menjauh. Tak ada lagi senyuman di wajah Kean kini,saat ini suasana rumah sakit Adhitama begitu mencekam. Suasana lope lope kemarin mendadak hilang seketika.


Rein,Riska dan Dokter Edo sedang menonton siaran berita di televisi. Tentang bencana wabah penyakit yang menimba di sebuah desa kecil kota tersebut. Banyak warga desa kehilangan sanak saudara nya akibat penyakit itu.


Penyakit itu dapat menular dan mematikan,hingga kini para ilmuan medis masih belum menemukan obat dari penyakit tersebut.


Hati Rein dan kawan-kawan merasa tersentuh ketika melihat para korban di sana. Hingga kini mereka masih membutuhkan jasa tim medis untuk membantu mereka di sana.


" Bagaimana kalau kita ke sana?" usul Rein.


" Gue sih oke aja," ucap Aldi yang baru saja memasuki ruang jaga para dokter.


" Tapi resiko nya terlalu berbahaya Rein,penyakit ini begitu mematikan." ucap Edo.


" Mereka kan saat ini sedang membuat vaksin untuk penyakit tersebut. Apa kalian tega melihat para korban tadi?" tanya Rein kepada teman - temannya.


" Baiklah gue juga ikut," sahut Riska.


" Oke kita juga ikut," kini Dona menyetujui nya sambil mengangkat tangan Edo agar ia menyetujui nya.


" Oke,kita persiapkan semua nya sambil menunggu vaksin selesai di buat," seru Rein dan disetujui oleh yang lainnya.


........


Jangan lupa like komen dan vote bestie šŸ’•


Saranghae sekebon buat kamu kamu yang masih setia bersama ku.


Author : Babang Revan buat aku aja yes.


Revan : aku pura-pura nggak baca🤣