
Ibu Rein mendadak gugup ketika ia bertemu dengan idolanya. Pria itu masih terlihat tampan di usianya yang sudah tidak muda lagi. Ayah Lexy dan Oma Erika berjalan menghampiri Rein yang duduk di atas ranjang. Kean dengan telaten nya menyuapi Rein buah-buahan membuat kedua orang tua Rein merasa bahagia putri nya begitu di cintai pria seperti Kean.
" Kamu sudah melaporkan ini kepada polisi Ken?" tanya Ayah Lexy.
" Anak buah Kai sudah membawa nya ke kantor polisi," jawab Kean sambil menatap ayah Lexy.
" Maaf ya Rein,karena melindungi Kean jadi kamu yang terluka," ucap Oma Erika merasa bersalah.
" Nggak apa-apa Oma,Rein baik- baik saja," jawab Rein lalu tersenyum kepada Oma Erika.
" Kalau kamu mau tidur, tidur aja Kean. Semalam pasti kamu tidak tidur kan?" tanya ibu Rein.
" Nggak apa-apa Bu,Kean biar belajar menjadi suami siaga," celetuk Bunda Nichole membuat ayah Rein tersedak. Ia sebenarnya senang melihat Rein begitu di cintai oleh Kean dan keluarga nya. Namun rasa nya begitu berat melepaskan putri nya menikah.
" Bunda,ih buat Kean malu," jawab Kean sambil melirik ke arah ayah Rein yang sejak tadi hanya diam saja.
" Nggak apa-apa, biar kalian cepet - cepet nikah terus bunda gendong cucu," sahut Bunda Nichole begitu antusias.
Ayah Rein tiba- tiba saja pamit undur diri,ia mengatakan ada pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Bunda Nichole menatap calon besan nya yang terlihat merasa bersalah.
"Maafin ayah Rein ya jeng," ucap Ibu Rein sungkan.
" Nggak apa-apa Bu,setiap ayah pasti akan merasa seperti itu ketika ia harus melepaskan putri nya menikah," jawab Bunda Nichole sambil menggenggam tangan ibu Rein.
" Rein putri kesayangannya,jadi dia seperti itu apabila sedang membicarakan pernikahan," Ibu Rein menepuk pelan genggaman tangan Bunda Nichole.
Ibu Rein merasa terharu,ia tidak menyangka keluarga Kean yang terpandang dan kaya raya akan memperlakukan nya sebaik ini. Mereka pun terlihat begitu menyayangi Rein,ibu Rein tersenyum ketika melihat Oma Erika mengganti kan Kean menyuapi Rein.
" Nah,tugas kamu Kean sekarang mengambil hati ayah Rein agar mengizinkan kamu menikahi putrinya," sahut ayah Lexy menimpali.
" Kean, Fighting!!" ucap Oma Erika memberikan semangat kepada cucu nya. Tuh kan Oma gaul banget.
Kean terkekeh mendengar ucapan Oma Erika,ia bangkit dari duduknya. " Aku ke ruangan ku dulu ya? siang ini aku dan Dirga akan menghadiri acara pernikahan Edo dan Dona," ucap Kean pamit kepada semua orang.
" Kok ngedadak banget? bukannya masih satu bulan lagi?" tanya Rein begitu terkejut.
" Kemarin mereka ada masalah, tiba-tiba mantan istri Edo ngejar-ngejar dia lagi. Oleh karena itu ia mempercepat pernikahan mereka," jawab Kean lalu mengecup kening Rein.
" Pulang dari sana aku balik lagi kok,jangan rindu biar aku aja yang merindu," ucap Kean sambil mengedipkan sebelah matanya.
Kean pun berjalan keluar ruangan setelah berpamitan kepada semua orang.
Bunda Nichole dan Oma Erika tercengang melihat tingkah laku Kean yang menjadi lebay semenjak mengidap penyakit overdosis bucin. Kean yang kaku dan dingin seperti ayahnya berani bersikap lebay seperti tadi.
" Itu benar-benar Kean?" tanya Oma Erika seolah tidak percaya.
" Biasa Oma,the power of lope lope," jawab Bunda Nichole lalu tergelak tawa.
" Cie kakak,cie.." goda Hegar lalu tersenyum nakal.
" Apa sih dek," kilah Rein merasa malu. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Status Edo kini berubah kembali menjadi seorang suami dari wanita yang ia cintai. Edo yang awalnya insecure mendekati Dona karena statusnya duda,tidak menyangka apabila cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan. Hari ini ia begitu bahagia bersanding dengan pujaan hati nya.
" Selamat ya," ucap Riska.
" Terimakasih Dokter Riska," jawab Dona dan Edo.
Kean, Aldi dan Dirga pun bergantian menyalami Dona dan Edo.
" Mereka serasi banget sih!!" pekik Riska ketika mereka sedang menikmati hidangan pesta.
Dirga mengernyitkan keningnya," Ini makanan kok buat gue mual ya?" bisik Dirga kepada Riska.
Riska tanpa canggung mencicipi makanan yang di makan oleh Dirga. Riska menatap Dirga selidik, makanan ini tidak ada masalah.
" Lidah lo yang bermasalah,ini makanan enak tau," cibir Riska lalu merebut makanan tersebut dari Dirga.
" Kalian ribut terus,saya nikahin kalian sekalian nih," tegur Kean lalu menikmati dessert yang sejak tadi menggugah selera.
" Jangan dok,nanti saya habis di aniaya sama dia," protes Dirga membuat Riska menatap tajam ke arah Dirga yang membuat nya malu di depan Kean.
" Yang sering ribut kayak gini malah berjodoh lho," celetuk Kean lagi.
" Amit-amit," jawab Riska dan Dirga bersamaan.
Tak lama kemudian sesi pelemparan bunga mempelai pengantin. Para jomblowers sudah berjejer untuk mengambil bunga tersebut berharap mereka selanjutnya yang akan menjadi pengantin.
Dirga,Riska dan Kean berada di urutan depan untuk menangkap bunga tersebut. Ketika bunga tersebut di lemparkan oleh Dona, ternyata yang menangkap nya Riska dan Dirga. Mereka berdua berebut bunga tersebut seperti anak kecil yang sedang rebutan mainan.
" Gue duluan yang dapet," ucap Riska sambil memegang erat bunga tersebut.
" Gue duluan,wanita tua harap melipir," ketus Dirga sama memegang erat bunga itu.
Kean dan Aldi terkekeh melihat tingkah kedua nya,mereka berjalan menghampiri mereka berdua.
" Daripada rebutan,mending kalian nikah aja. Nebeng pesta sama mereka kan irit biaya," ejek Aldi membuat Dirga melepaskan bunga tersebut.
" Kamu nggak rebutan juga Al?" tanya Kean lalu terkekeh.
" Saya mah nggak usah rebutan bunga pak,kalau udah ready pasti langsung on the way," jawab Aldi lalu tertawa. Dia tidak percaya hal seperti itu,tanpa mendapatkan bunga pun ia dan Audrey semakin lengket,malah Audrey selalu mengajaknya menikah.
Namun pernikahan bukan perkara mudah,ia harus mempersiapkan segalanya dengan matang. Karena menikah bukan untuk sehari dua hari namun sekali seumur hidup,oleh karena itu Aldi saat ini sedang menabung untuk mewujudkan semua mimpi nya dengan Audrey.
Aldi bukanlah pria kaya raya seperti yang lain,Aldi hanya lah pria sederhana dari keluarga biasa. Ia tidak mau di sebut menumpang kekayaan dari Audrey,Aldi ingin menikah dengan hasil kerja keras nya sendiri. Karena kedepannya Audrey akan menjadi tanggung jawabnya,ia harus mempersiapkan segalanya sebaik mungkin.
Di sisi lain Ellena tidak suka ketika ia melihat Edo mantan suami nya bersanding dengan Dona. Ia tidak berhasil memisahkan Dona dan Edo.
..........
Jangan lupa like komen dan vote bestie đ