OPERATION LOVE

OPERATION LOVE
Abang Eneng Mau Dihalalin



Berita tentang lamaran Edo kepada Dona cepat sekali menyebar,hanya dengan melihat Dona memakai cincin di jari manisnya membuat mereka berasumsi seperti itu. Memang kekuatan netizen cepat sekali menyebarkan virus gibah.


Audrey yang tidak bekerja di rumah sakit pun mengetahui apabila Dona baru saja di lamar oleh Dokter Edo.


" Beib,Dokter Edo gercep ya langsung melamar Dona. Emang tipe pria idaman tuh",cerocos Audrey memberi kode kepada Aldi.


" Kok,roman- roman nya ada yang pengen ya?" sindir Aldi dengan senyum menyeringai.


" Iya lah,Abang halalin Eneng dong?" goda Audrey sambil memasang wajah puppy eyes nya.


Saat ini mereka sedang berada di ruang kerja Audrey,siang ini Aldi yang berkunjung untuk mengajak Audrey makan siang bersama. Namun karena keadaan butik sedang ramai mereka memilih makan siang di ruangan Audrey saja.


Aldi terkekeh mendengar ocehan absurd kekasih nya. Ia mendekat kan Audrey dengan nya,ia tatap Audrey dengan serius.


" Kamu tahu kita baru belum lama pacaran,belum terlalu mengenal satu sama lain. Belum tahu baik buruk nya,bahkan orang tua kita belum saling mengenal. Menikah itu bukan untuk satu atau dua hari tapi sekali untuk selamanya. Kita jangan terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Biarkan berjalan seperti ini dulu,nanti apabila sudah waktu nya aku pasti lamar kamu," jelas Aldi panjang lebar membuat Audrey tercengang mendengar nya.


Audrey pun memeluk Aldi,ia beruntung mendapatkan pria seperti Aldi yang dapat membimbing nya dengan baik.


" Tunggu aja aku dateng ke rumah," sambung Aldi lagi.


" Mau apa ke rumah?" tanya Audrey lalu mengurai pelukannya.


" Bikin seblak,ya mau lamar kamu atuh neng. Tapi nggak sekarang,aku harus punya persiapan buat itu semua," jawab Aldi.


" Iya deh,aku sabar nunggu Abang Aladin dateng ke rumah buat lamar aku," ucap Audrey mengulas senyum.


Aldi melihat banyak bucket bunga di dalam ruangan Audrey ia merasa penasaran dengan bucket itu. " Ini banyak bunga dari siapa? kok banyak banget?" tanya Aldi curiga.


Audrey menggedikkan kedua bahunya," Aku juga nggak tahu, asisten aku yang menaruh di sana," jawab Audrey apa ada nya.


" Semangat bekerja nona Audrey Angela,ibu kenapa harus pake emot love segala," protes Aldi ketika ia membaca kartu ucapan yang berada di dalam bucket bunga.


" Nggak tau aku beib,aku belum liat sama sekali," sahut Audrey sambil merapikan bekas makanan mereka.


" Buang bunga nya,nanti aku beliin yang banyak dari ini," ketus Aldi kesal.


" Idih,ayank Aladin jealous," ejek Audrey lalu tersenyum senang.


" Iya lah,pasti jealous kamu juga kalau ada yang perhatian sama aku jealous juga kan?" Aldi balik bertanya kepada Audrey.


" Iya,iya..makanya cepet halalin eneng bang," goda Audrey dengan senyum nakal nya.


" Gara- gara Dokter Edo nih,pacar aku jadi pengen di lamar juga," ucap Aldi menggerutu.


" Oh astaga siang ini mengapa gue begitu sial harus bertemu si narsis," ketus Riska dengan tatapan tidak suka.


" Dih,hati- hati dengan ucapan mu nona..suatu saat ucapan mu adalah kebalikan nya. Siapa coba yang nggak bisa nolak pesona Dirga cogan paling ganteng di sini," sarkas Dirga begitu percaya diri membuat Riska memutar kedua bola matanya malas.


Tiba-tiba saja mereka mendapatkan pasien gawat darurat seorang wanita hamil datang memasuki ruang IGD. Wanita itu seperti nya terjatuh,ia memegangi perut nya sejak tadi. Riska bergegas membantunya," Panggil Dokter Shella ada pasien gawat darurat sekarang," teriak Riska kepada Dirga.


Dirga dengan cepat mencari Dokter Shella,tak lama kemudian Dokter Shella menangani pasien itu. Dirga dan Riska lalu bertos seolah mereka berhasil bekerja sama,namun beberapa menit kemudian mereka kembali saling mendelik. Bahkan tangan mereka usap-usap kan di pakaian mereka,seolah mereka jijik telah bersentuhan.


Dirga dan Dokter Riska pun kembali mengerjakan tugas masing-masing. Hari ini ruang Gawat Darurat tidak seramai biasa nya. Rein dan Kean pun kini sedang mengecek kondisi pasien yang masih dalam masa pemulihan.


Dokter Edo saat ini sedang melakukan pemasangan pen pada pasien patah tulang.Pemasangan pen bertujuan untuk menyambung dan menjaga posisi tulang yang patah dengan bantuan pen yang terdiri dari pelat logam dan baut khusus.


Malam hari nya Riska kembali bertemu dengan pasien wanita tadi. Untungnya kandungan nya baik-baik saja,Riska menghampiri nya karena ia khawatir ia kembali terjatuh.


" Bu,lebih baik anda kembali ke kamar . Apabila anda membutuhkan sesuatu panggil perawat jaga saja," ajak Riska tersenyum ramah kepada wanita hamil itu. Ia lalu membawa wanita hamil itu masuk ke dalam ruang rawat.


" Maaf ya Dok,saya merepotkan dokter," ucap wanita itu sungkan.


" Dia ini sulit sekali di beritahu dok,saya saja pusing," Celetuk ibu wanita itu.


Riska hanya tersenyum," Kalau suami ku tahu aku terjatuh dia pasti akan marah," sahut wanita itu lagi.


" Anda tidak merepotkan sama sekali,lain kali hati- hati ya Bu. Di jaga baik-baik kandungan nya yang nurut sama dokter,kalau begitu saya permisi," pamit Riska lalu di jawab dengan anggukan kepala oleh wanita itu.


Baru saja Riska hendak membuka pintu ia terkejut saat melihat seseorang yang hendak memasuki ruangan tersebut. Pria yang hingga kini masih ia cintai meskipun ia dan pria itu sudah tidak lagi bersama.


Dia adalah Dirly mantan suami Riska,mereka terpaksa berpisah karena Riska tak kunjung dapat memberikan nya anak. Kedua orangtuanya Dirly selalu membandingkan- bandingkan Riska dengan wanita lain. Membuat Riska lelah dengan rumah tangganya yang selalu di campuri oleh mertuanya.


Lama ia dan Dirly tidak berjumpa,kini ia kembali bertemu di tempat Riska bekerja. Dirly tidak tahu Riska kini bekerja di rumah sakit Adhitama. Karena setahu dia dulu Riska bekerja di rumah sakit kecil. Manik mata mereka saling memandang satu sama lain, terlihat jelas mereka masih saling mencintai.


" Sayang," sebuah panggilan dari seorang wanita yang membuat mereka berdua tersadar dari lamunan masing-masing.


Riska menoleh ke arah sumber suara,wanita hamil tadi ternyata istri Dirly yang sekarang. Dirly sudah menikah lagi,Dirly sudah menemukan cinta nya yang baru. Riska mencoba tetap tegar dan tersenyum walaupun hati nya terasa sakit.


Riska pamit undur diri lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Ia berjalan sambil menahan air mata yang sejak tadi ingin keluar dari tempatnya.


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕


Maaf aku up sedikit mari kita lanjut kreji up lagi gaess 🤣