OPERATION LOVE

OPERATION LOVE
Merawat Kean



Malam harinya,Rein baru saja menginjakkan kakinya di rumah sakit Adhitama. Ia bergegas melenggangkan kaki nya menuju ruangan milik Kean. Rein memasuki ruangan Kean,ruangan kerja Kean saat ini kosong. Rein melangkahkan kakinya memasuki kamar pribadi Kean yang berada dalam ruangan tersebut.


Rein melihat Kean yang terbaring lemah yak berdaya dengan selang infus yang menempel di tangannya. Rein merasa sedih melihat Kean seperti ini, mengapa semua ini terjadi?


Rein menempel kan punggung tangan nya di atas kening Kean. Oh astaga mengapa panas sekali? Rein mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres Kean.


Sepanjang malam Rein mengompres Kean, kini ia merebahkan tubuhnya di samping Kean. Merasa ada pergerakan di sampingnya Kean membuka matanya perlahan. Ia merasa seperti sedang bermimpi Rein kini berada di sampingnya mendekap nya.


Kean membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Rein,ia mempererat pelukannya kepada Rein seolah ia takut kembali di tinggalkan.


" Jangan pergi lagi," ucap Kean lalu kembali memejamkan mata nya.


" Iya," jawab Rein sambil mengusap lembut puncak kepala Kean penuh sayang.


Keduanya tertidur sambil berpelukan,Kean merasa nyaman berada dalam pelukan Rein. Rein seolah sedang mentransfer kan energi nya kepada Kean.


Pagi mulai menyapa, cahayanya menerobos masuk melalui jendela besar kamar pribadi Kean. Seolah membangunkan dua insan yang masih setia dalam pelukan.


Kean menerjap kan mata nya,ia masih tidak percaya Rein berada di depan kini Rein berada dalam pelukannya. Berarti semalam ia tidak sedang bermimpi, semalaman Rein merawatnya.


Kean kembali memeluk Rein,ia begitu merindukan wanita yang kini berada dalam pelukan nya. Oh astaga tubuh nya kini merasa lebih baik,memang the power of love kekuatan cinta membuat nya kembali membaik.


Namun demi kejayaan agar Rein tidak menjauhi nya lagi,ia harus berpura-pura sakit. Rein membuka mata nya ketika merasakan pelukan Kean yang begitu erat. Ia melihat Kean masih tertidur,Rein menaruh punggung tangan nya di atas kening Kean. Ia merasa lega demam nya sudah mulai turun.


Rein bangkit dari tempat tidur lalu berjalan mengambil pakaian ganti yang berada di dalam tas nya. Rein pun memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah mengetahui Rein sudah masuk ke dalam kamar mandi Kean membuka kembali mata nya. Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu,Kean bangkit membuka pintu kamar nya. Ternyata Dokter Edo yang datang bersama dengan Aldi.


Mereka mengkhawatirkan keadaan Kean oleh karena itu mereka ingin memeriksanya. Namun ketika mereka hendak masuk tiba-tiba Kean mendorong mereka untuk keluar kamar dan ruangan mereka.


" Ku mohon keluar lah!! aku sudah sehat,kalau Rein bertanya bilang saja aku masih perlu di rawat," ucap Kean lalu menutup pintu.


Mereka berdua keluar dari ruangan Kean,ketika mereka melihat Revan dan Dokter Riska sudah kembali kini mereka paham mengapa mereka di usir dari kamar Dokter Kean.


" Oh, sepertinya aku tahu Dok,kenapa kita di usir oleh nya?" ucap Aldi begitu menyesal mengkhawatirkan Kean.


" Ya,aku pun paham ternyata di dalam sana ada Dokter Rein," balas Dokter Edo sambil mata nya terus memindai mencari keberadaan kekasih hati nya.


" Dokter cari siapa sih? Dari tadi tengok sana tengok sini," protes Dokter Aldi.


" Aku mencari Donat kesayangan ku," jawab nya lalu pergi meninggalkan Aldi.


Aldi tercengang dengan semua ini,apakah virus cinta kini sedang menyebar di RS Adhitama? mengapa semua orang mendadak lope- lope?


Rein baru saja keluar dari kamar mandi dengan setelan kerja nya. Ia menguncir rambut nya ke atas memperlihatkan leher putihnya.


Rein melihat Kean yang sudah terbangun,ia menghampiri Kean lalu duduk di samping ranjang dekat Kean.


" Aku dengar kamu memforsir tubuh mu untuk bekerja,kenapa?" tanya Rein begitu khawatir.


" Ku kira kau tidak akan mengkhawatirkan ku,aku bosan dan hanya dengan bekerja aku melupakan kebosanan ku," jawab Kean berbohong. Sebenarnya ia kemarin frustasi karena menahan rindu kepada Rein.


" Kamu mau sarapan apa? aku pesan kan di kantin," tanya Rein.


" Tidak usah,biar aku saja yang memesan dari sini" ucap Kean lalu memesan makanan untuk mereka melalui panggilan telepon.


Di sisi lain Edo saat ini sedang melepas kerinduan nya kepada Dona. Saat ini kedua bibir mereka saling bertemu saling membelit menyesap mengeksplor seluruh rongga mulut. Untung nya saat ini keadaan rumah sakit sedang sepi membuat mereka melakukan nya tanpa terburu - buru.


" Kamu di sana nggak kecentilan sama yang lain kan?" tanya Dokter Edo mulia posesif.


" Engga sayang,hanya diri mu yang paling aku cintai di dunia ini," balas Dona lalu Edo pun tersenyum.