
Manik mata Rein membulat ketika ia mendengar Bunda Nichole memanggil nenek tua itu Oma. What?? Oma? apakah nenek ini Oma Kean pikir Rein sambil menelisik wanita tua yang saat ini sedang tersenyum nakal kepada nya.
" Ayo masuk Rein,jangan bengong kayak gitu," ajak Oma Erika lalu menggandeng Rein yang masih terkejut dengan semua ini. Oma membawa Rein masuk ke dalam diikuti Bunda Nichole di belakang mereka yang saat ini tersenyum senang melihat Oma mulai menerima Rein.
" Wecheese, Oma ngapain pakai nyamar segala sih buat aku kaget," protes Bunda Nichole saat mereka duduk di sofa ruang tamu.
" Abis Oma penasaran kenapa kalian begitu menyukai Rein daripada Sidney,dan kini Oma tahu alasannya," jawab Oma Erika terlihat santai sambil membersihkan wajah nya dengan toner yang ia minta kepada kepada pelayan ketika ia masuk ke dalam mansion.
" Dih Oma nggak ngajak Nichole kalau Oma main detektif- detektif an," Bunda Nichole merenggut sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kalau kamu ikut penyamaran Oma ketahuan lah," seloroh Oma Erika.
Sementara Rein masih diam tak bergeming mendengarkan Oma Erika dan Bunda Nichole yang sejak tadi terus berdebat. Rein merasa malu karena ia mengajak Oma Erika makan di rumah makan sederhana dan mengajak nya menaiki sepeda motor butut nya.
Oh astaga Rein rasanya ingin bersembunyi saja dari jangkauan mereka saat ini. Adakah yang mau meminjamkan nya pintu kemana saja milik Doraemon atau karpet terbang Aladin?
" Oma, Nichole juga pandai berakting tau," jawab Bunda Nichole begitu yakin.
" Kebiasaan kamu yang selalu bilang Wecheese akan merusak segalanya," jawab Oma Erika santai.
Tiba-tiba saja Rein teringat bahwa ia saat ini harus kembali bekerja. Ia seperti nya mendapatkan alasan agar dapat melarikan diri dari semua ini. Rein yang hendak bangkit dari duduknya tiba - tiba saja di tahan oleh Oma Erika.
" Kamu mau kemana? kan tadi bilang mau gantiin Oma. Sekarang bantu Oma buat garang asem kuy," ajak Oma Erika sambil menarik lengan Rein.
Kuy? Oma ini Nenek- nenek milenial yang tidak mau kalah dengan anak muda. Seolah ia mengetahui apa yang ada di pikiran Rein. Ia memerintahkan Bunda Nichole untuk menghubungi Kean agar ia mengizinkan Rein untuk pulang terlebih dahulu.
Bunda Nichole pun bergegas menghubungi Kean, sementara Rein dan Oma Erika mulai memasak. Jari jemari yang biasa nya Rein pakai untuk mengoperasi pasien kini sedang menari indah memainkan pisau dapur. Rein mulai mengolah semua bahan yang baru saja Oma Erika siap kan.
Oma Erika takjub ketika ia melihat Rein yang ahli menyulap semua bahan yang ia siapkan menjadi sebuah hidangan istimewa. Bunda Nichole hanya memperhatikan mereka dari belakang.
Oma Erika merasa bahagia,ia seperti memiliki cucu perempuan yang saat ini sedang memasak bersama nya.
Sementara itu di rumah sakit,Kean merasa lega karena ternyata Rein di culik oleh Oma nya ke mansion. Sehingga ia tidak perlu khawatir Rein di dekati oleh Revan dan Bagas.
" Kau mencari apa Dokter?" tanya Kean dengan nada tidak suka.
" Saya mencari Dokter Rein," jawab Dokter Bagas malas.
" Dia saat ini sedang berada di rumah calon mertua nya," jawab Kean dengan nada sombong.
" Sombong sekali,ingat Dokter !! kalian itu belum menikah jadi saya masih memiliki kesempatan untuk mengejar Dokter Rein," ucap Dokter Bagas terang- terangan mengatakan kebenaran nya bahwa ia menyukai Dokter Rein.
" Silahkan kalau bisa,ku pastikan kau akan menyesal telah mendekati calon istri ku," ketus Kean mendengus kesal.
" Apa kau akan meminta sahabat mafia mu itu untuk mencelakai ku karena berani mendekati kekasih mu Dokter?" cibir Dokter Bagas dengan tatapan menyorot.
Kean tergelak tawa mendengar ucapan saingannya itu, " Saya bukan anak kecil yang meminta perlindungan dari sahabatnya,ini urusan kita jadi tidak usah membawa orang lain dalam masalah ini.".
" Lagi pula kau ini di sini bertugas menjadi fellow saya bukan mendekati kekasih saya," ketus Kean mengingatkan.
" Kau takut bersaingan denganku dokter?"tanya Dokter Bagas dengan nada mengejek.
Kean menatap dokter Bagas dengan tatapan tidak suka. Pria ini benar-benar tidak tahu diri dan menyebalkan bagi Kean. Kean memilih melangkahkan kakinya pergi meninggalkan dokter Bagas sendiri.
Malam harinya Kean baru saja pulang dari rumah sakit,ia baru saja menginjakkan kaki nya memasuki mansion. Di dalam sudah berkumpul seluruh anggota keluarga Adhitama termasuk Sean,Flora dan ayah Lexy yang baru saja sampai sebelum Kean.
" Nah, kebetulan Kean sudah pulang ayo kita makan bersama," ajak Oma Erika. Semua orang pun mengikuti Oma Erika menuju ruang makan. Kean tersenyum ketika ia melihat wanita yang ia cintai sedang sibuk menyiapkan hidangan makan malam bersama Bunda Nichole dan di bantu oleh para pelayan.
" Bener-bener cucu menantu idaman" ucap Oma Erika.
......
Jangan lupa like komen dan vote bestie đ