
Seorang pria tampan kini sedang diikat di sebuah gedung kosong. Pria itu baru saja tersadar setelah merasakan air yang mengguyur tubuhnya. Roy dan tim berhasil menemukan keberadaan Revan .
Roy berdecak menatap pria sok tampan di depan nya ini. " Dasar bodoh berani sekali kau ingin melukai anggota the K,dan kau malah membangun kan kemarahan tuan Kean," sarkas Roy sambil memainkan pistol yang ia pegang.
Revan bergidik ngeri melihat pistol itu,ia tidak dapat membayangkan apabila pistol itu di tembakan menembus organ tubuhnya. Sudah Revan pastikan esok ia yang akan berada di meja operasi.
Tiba-tiba saja Erick asisten Roy memberikan ponselnya kepada Roy. Roy menerima panggilan tersebut,ia berdecak kesal. Ia tidak pernah membebaskan mangsa yang sudah ia tangkap,namun kini ia harus menyerahkan Revan kepada pihak yang berwajib.
Roy mengakhiri sambungan telepon itu lalu menatap ke arah Revan dengan tatapan ingin membunuh namun tak boleh.
" Beruntung wanita yang dicintai tuan Kean baik-baik saja. Dan dia meminta tuan Kean untuk melepaskan mu,kalau tidak sudah ku pastikan kau menjadi santapan buaya," sarkas Roy begitu menyeramkan.
" Lepaskan dia,dan bawa dia ke kantor polisi. Berikan video tadi kepada polisi sebagai barang bukti," ketus Roy lalu pergi meninggalkan Revan dan anak buahnya.
Malam hari nya Dona duduk di dekat jendela kamarnya menatap ke arah luar. Hujan turun begitu deras seolah mewakili perasaan nya saat ini. Semilir angin dari luar menghembus mengenai tubuhnya. Dona merasa kedinginan,ia hendak menutup pintu jendela kamarnya.
Namun pandangan nya kini tertuju kepada seorang pria yang sedang berdiri di bawah sana. Hujan yang deras membasahi tubuh Edo yang saat ini sedang menggigil kedinginan.
Dona berjalan malas keluar dari apartemen,lalu berjalan menuju lift untuk pergi ke lantai bawah. Ia mengenakan jaket dan membawa payung,
Edo tersenyum ketika ia melihat Dona berjalan menghampiri nya. Wanita itu memayungi Edo lalu membawa Edo masuk ke dalam apartemen nya.
Kini mereka sudah memasuki apartemen Dona,Dona memberikan Edo handuk dan kaos ganti milk nya. Untungnya Edo menaruh pakaiannya di apartemen Dona apabila ia sesekali menginap di sana.
Saat ini Dona sedang membuatkan minuman hangat untuk Edo. Edo baru saja keluar dari kamar Dona setelah mengganti pakaiannya.
" Yank?" panggil Edo.
Dona hanya diam tak bergeming,ia malas menjawab pertanyaan kekasihnya itu.
" Donat sayang," goda Edo merengek manja kepada Dona.
Dona memberikan secangkir minuman hangat kepada Edo,dan Edo pun menerima nya. Edo meminum minuman itu perlahan.
" Aku tahu, walaupun kamu lagi marah kamu masih sayang sama aku," tukas Edo lalu tersenyum.
" Nggak juga,aku cuma takut viral aja. Kalau aku diemin kamu di bawah besok akan ada berita viral di sosmed seorang dokter kehujanan di biarkan oleh kekasihnya," ketus Dona sambil menatap sinis kearah Edo.
" Ya ampun tega banget sih kamu sama aku,di mana-mana orang khawatir bukan takut viral sayang," rengek Edo manja.
" Udah deh, setelah hujan reda sebaiknya kamu pulang ke apartemen kamu," usir Dona dengan sorot mata tajam.
" Yank,serius deh cewek tadi emang mantan istri ku. Tapi kami nggak balikan,dia sengaja melakukan hal tadi agar aku dan kamu putus," ucap Edo begitu yakin.
" Sikap kamu kayak gini membuatnya semakin merasa senang karena rencananya berhasil," imbuh nya lagi.
Dona menatap Edo yang saat ini terlihat tulus meminta maaf kepada nya. Dona pikir apa yang di katakan oleh Edo ada benar nya.
" Dia kembali karena kini karir ku sudah di atas,oleh karena itu ia sengaja ingin memisahkan kita," seloroh Edo lalu membawa Dona dalam dekapannya.
Dona melepaskan pelukan Edo,Edo menatap wajah Dona penuh cinta. Manik mata keduanya kini saling bertemu,entah siapa yang memulai kini kedua bibir mereka saling membelit. Saling bertautan bertukar saliva. Tangan Edo bahkan kini dengan nakal nya bermain di balik kaos Dona.
" Aku terserah kamu saja," jawab Dona.
" Ya sudah besok kita menikah saja," ajak Edo dengan enteng nya. Keduanya kembali berciuman,kini Dona duduk di pangkuan Edo.
Edo membawa Dona masuk ke dalam kamar nya,dengan tautan bibir yang tidak terlepas. Ketika Edo hendak melepaskan pakaian Dona tiba- tiba saja Dona menahannya.
" Besok saja,kan besok kita akan menikah," pinta Dona dengan tatapan memohon.
Edo menghela nafas kasar,ia mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang tidak mendapatkan jajan. Dona merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur ,Edo pun menyusul Dona. Ia memeluk Dona dari belakang sambil mengecup puncak kepala Dona.
" Jangan marah lagi,sekali aku jatuh cinta pada seorang wanita aku akan terus memperjuangkan nya. Aku pernah merasakan di khianati oleh karena itu aku tidak akan mungkin mengkhianati mu," ucap Edo mengeratkan pelukannya.
" Ya,maafkan aku nggak percaya sama kamu," jawab Dona.
" Tidak apa sayang,itu tanda nya cinta mu begitu besar kepada ku," sahut Edo menimpali.
Dona membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Edo. " Kok bisa gitu?" tanya Dona sambil mengerutkan keningnya.
" Karena kau cemburu,tapi cemburu mu menyeramkan. Donat manis ku tidak lagi mau tersenyum kepada ku saat sedang marah," balas Edo merenggut. Dona terkekeh melihat Edo pria kaku yang ia kenal selama ini menjadi sosok pria yang manja.
Dona kembali memeluk Edo,ia dapat merasakan suara jantung Edo yang berdetak lebih cepat. " Sayang,kamu bercanda kan kita akan menikah besok?" tanya Dona.
" Aku serius,kita menikah besok. Aku tidak ingin wanita siluman itu terus berharap dan mendekati ku lagi," cetus Edo sambil mengusap pelan rambut Dona.
" Apa? kau serius?" tanya Dona benar-benar terkejut.
" Serius sayang,masa aku berbohong," jawab Edo.
" Udah,lebih baik sekarang kita tidur saja. Besok kita harus bersiap," sambung nya lagi.
Untungnya Edo sudah mempersiapkan segalanya sore tadi. Tidak peduli Dona sedang marah,tidak peduli akan di tolak. Yang pasti Edo dan Dona harus menikah esok hari, pikir nya.
Keesokan hari nya kondisi Rein mulai membaik, semalaman Kean tidur di sampingnya menjaganya. Pagi ini Oma Erika,ayah Lexy dan Bunda Nichole berkunjung untuk menjenguk Rein di rumah sakit. Mereka merasa bersalah karena Rein terluka karena melindungi Kean.
Di dalam ruang rawat Rein, ada kedua orang tua Rein dan juga Hegar adik nya. Bunda Nichole memekik ketika ia kembali bertemu dengan ibu Rein.
" Wecheese,kita bertemu lagi jeng," ucap Bunda Nichole langsung memeluk ibu Rein.
" Iya, terimakasih sudah repot-repot menjenguk putri ku," ucap ibu Rein lalu mengurai pelukannya.
Ibu Rein pun bersalaman dengan Oma Erika,ketika ia hendak bersalaman dengan ayah Lexy tangannya mendadak gugup. Oh astaga setelah sekian lama akhirnya ia dapat melihat langsung artis idola nya sejak dulu.
Lexy Adhitama terlihat masih tampan walaupun sudah berumur. Bunda Nichole terkekeh melihat tingkah ibu Rein seperti itu. Ia mengetahui ibu Rein begitu ngefans dengan suami nya.
..............
Jangan lupa like komen dan vote bestie đ