
Revan dan Maureen saat ini sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Maureen sejak tadi begitu terganggu dengan tas yang di pakai oleh Rein tadi. Itu tas limited edition yang baru saja di luncurkan dan harga nya pasti sangat mahal.
Maureen merasa iri,mengapa harus Rein yang mendapatkan semua itu? Mengapa harus ia yang menjadi kekasih Dokter Kean? Maureen begitu kesal dengan Rein yang selalu beruntung. Seolah Dewi Fortuna selalu berpihak kepadanya.
" Sayang,kamu liat nggak tas yang di pakai sama Rein?" tanya Maureen kepada Revan.
Revan yang malas berbicara hanya menjawab dengan deheman saja.
" Itu tas limited edition keluaran terbaru,aku mau ya" rengek Maureen sambil bergelayut manja di lengan Revan. Revan menepis lengan Maureen membuat Maureen merenggut kesal.
" Aku lagi nyetir,reen!!" ucap Revan.
" Beliin yah?" pinta Maureen memasang wajah puppy eyes nya.
" Nggak bisa,tas itu hanya ada dua dan aku denger itu pemberian ibu nya Kean. Jadi tas itu hanya Rein dan ibu nya Kean yang memiliki nya. Lagi pula harga nya mahal sekali,kamu cari yang lain lah," cetus Revan kesal.
Maureen menghela nafas kasar,ia mendelik menatap suami nya. Percuma memiliki suami dokter ,karir bagus dan memiliki harta yang melimpah ruah apabila keinginan nya tidak tercapai.
Sejak hubungan Rein dan dokter Kean terkuak,Revan menjadi berbeda kepada nya. Ia tidak pernah romantis lagi kepada nya,bahkan kini ia menjadi pelit.
" Kamu sekarang berubah,kamu mulai ada rasa lagi ya sama Rein? Nyesel putusin mantan saat dia dapetin yang lebih baik dari kamu?" tanya Maureen curiga.
Revan menghentikan mobilnya,ia jengah dengan segala ocehan Maureen.
" Di sini harus nya aku yang protes,kerjaan kamu keluyuran terus have fun terus sama temen-teman kamu. Belum lagi, emang aku nggak tahu kamu suka cari perhatian Dokter Kean," cerocos Revan panjang lebar.
" Minta di beliin tas aja alesan nya macem- macem," cibir Maureen mendengus kesal.
" Keluar kamu,males aku satu frekuensi sama kamu," usir Revan membuat Maureen membelalakkan matanya.
Sumpah demi apa,Revan menurunkan nya di tengah jalan. Suami nya ini tidak takut apa istri cantik nya ini nanti ada yang menculik nya.
" Kamu nurunin aku di sini?" tanya Maureen sekali lagi.
" Iya,lagian nggak akan ada yang mau culik kamu kok!! yang ada nanti mereka pusing jajan kamu banyak," sindir Revan.
Maureen mendengus kesal,ia keluar dari mobil Revan sambil membanting pintu mobilnya.
" Nyesel gue nikah sama dia," gumam Revan lalu kembali melajukan mobilnya meninggalkan Maureen di tengah jalan.
Untung nya jalanan saat itu masih ramai sehingga Maureen dengan cepat menemukan kendaraan lain untuk pulang. Revan benar-benar membuat nya emosi,kalau saja ia tidak mengincar harta Revan ia tidak sudi di perlakukan seperti ini.
Saat ini Bunda Nichole dan ibu Rein terus menerus membicarakan resep masakan yang di buat oleh ibu Rein. Bunda Nichole sangat menyukai soto Betawi buatan ibu Rein,oleh karena itu ia saat ini sedang kepo dengan resep nya.
Kean dan Rein saat ini duduk di halaman belakang di gazebo dekat kebun bunga milik ibu Rein. Rein melihat keakraban kedua ibu mereka,ia sangat takut mereka akan kecewa apabila mereka mengetahui semua ini hanya lah sandiwara.
" Kamu kenapa diam saja?" tanya Kean merasa aneh karena sejak tadi Rein diam saja.
" Bukan salah mu,ini juga salah ku aku yang berbohong kepada Bunda karena aku bosan dengan permintaan Bunda mencari pasangan." ucap Kean sambil menatap Rein, sementara Rein kini memalingkan wajahnya.
" Tapi aku merasa nyaman bersama mu, aku frustasi saat kamu jauh dari ku. Jangan lagi kamu pergi dari ku seperti kemarin,aku nggak sanggup," ucap Kean lalu memeluk Rein.
" Ya,aku janji. Berjanjilah jangan sakit lagi,aku pun sakit melihat mu sakit seperti kemarin," jawab Rein mempererat pelukan Kean.
Entah apa yang akan terjadi kedepannya bagi mereka kini rasa saling nyaman saja sudah cukup .
" Foto mantan kenapa nggak di buang- buang?" tanya Kean dengan nada kesal.Rein mengurai pelukan Kean lalu menatap nya.
" Dih, posesif..kamu sendiri udah hapus mantan kamu juga belum?" sindir Rein sambil mendelik.
Kean terkekeh lalu kembali memeluk Rein,ia mengusap rambut Rein penuh cinta.
Dona saat ini begitu terkejut ketika ia pulang ke apartemen nya semua nya gelap. Ia merasa ia sudah membayar tagihan listrik namun mengapa tiba-tiba semua lampu padam.
Ketika Dona mencari saklar lampu, tiba-tiba saja lampu ruang tengah menyala. Terlihat seorang pria berdiri sendiri di sana sambil membawa bucket bunga.
Yang membuat Dona terkejut bukan hiasan bunga atau balon yang nampak cantik di ruangan itu. Namun kata- kata indah yang membuat Dona merasa terharu,Dona merasa amat sangat di cintai oleh Edo.
Dona terharu saat membaca tulisan WILL YOU MARRY ME yang berada di dekat Edo. Belum lagi musik romantis yang menambah suasana malam ini begitu berkesan bagi Dona.
Ia tidak menyangka Edo benar- benar serius dengannya. Dona menghampiri Edo yang saat ini menanti kedatangan nya,Edo berlutut di depan Dona lalu memberikan kotak berisi cincin yang sangat cantik.
" Aku tidak dapat memberikan cincin berlian seperti di dalam novel,tapi aku akan memberikan cinta romantis dan manis seumur hidupku seperti dalam novel yang kamu suka," ucap Edo dengan tulus.
" Mau kah kau menikah dengan ku?" tanya Edo.
Dona menitikkan air matanya,ini tangis bahagia pertama kali nya ia merasakan di cintai seperti ini oleh seorang pria. Ia pun mengangguk kan kepalanya. Edo memasang kan cincin di jari manis Dona,ia lalu berdiri untuk mencium kening Dona.
" Terimakasih sayang," ucap Edo.
" Terimakasih atas semua cinta yang kau beri,aku sungguh bahagia hari ini," sahut Dona lalu memeluk Edo.
Edo memberikan bucket bunga kepada Dona,Dona tersenyum lalu menerimanya.
" Lain kali bucket uang jangan bunga,karena aku suka uang," celetuk Dona membuat Edo menepuk keningnya.
" Oh astaga".
Malam indah ini mereka lanjutkan dengan makan malam bersama. Edo sengaja memasak makanan spesial untuk Dona.
........
Jangan lupa like komen dan vote bestie đ