
Kean selalu tidak dapat mengontrol diri nya apabila berdekatan dengan Rein. Tidak biasanya ia seperti ini, ia merasa dengan Rein ia memiliki magnet yang menarik Kean agar ingin selalu mencium nya. Kean begitu ketagihan dengan bibir ranum wanita yang saat ini sedang bertukar saliva dengan nya.
Manik mata Rein menatap Kean dengan tatapan penuh pertanyaan,Kean memperlakukan nya seperti kekasih sungguhan. Rein takut ia terlalu terbuai dan terbawa perasaan apabila semua ini tidak lah nyata. Karena Rein sadar hingga saat ini Kean tidak pernah menyatakan cinta nya kepada Rein.
" Ini sungguhan atau sandiwara,dok?" tanya Rein seolah meminta penjelasan kepada Kean.
Kean terkejut dengan pertanyaaan Rein,ia sendiri tidak paham dengan perasaan nya terhadap Rein bagaimana. Namun ia paham Rein pasti akan bertanya seperti ini karena ia selalu mencium nya tanpa permisi. Kean tahu Rein pasti butuh kejelasan dari semua ini.
" Kau tahu kan aku tidak ingin lagi merasakan sakit hati kedua kali nya,untuk itu aku tidak ingin kembali berharap. Jadi ku mohon! apabila semua ini hanya sandiwara jangan kau buat hati ku kembali berharap " jelas Rein begitu menohok bagi Kean.
" Kau tahu aku pun sama seperti mu yang takut kembali untuk merasakan cinta,namun percayalah aku takkan menyakiti mu. Aku pun tak paham dengan apa yang ku rasakan,biar lah berjalan seperti ini dulu " jawab Kean.
Rein menatap wajah Kean selidik,ia melihat tidak ada kebohongan di mata nya. Rein sadar terlalu cepat bagi mereka untuk kembali merasakan jatuh cinta. Mungkin kini mereka berada dalam zona saling nyaman. Biar lah semua ini berjalan seperti apa yang Kean ucap kan,tapi boleh kah Rein berharap lebih?
" Aku lapar,ayo kita cari makan?" ajak Rein di saat hati mereka kini sedang berperang batin. Karena Rein pun membutuhkan tenaga untuk memikirkan semua ini.
Awal nya Kean pikir Rein akan marah,namun wanita ini malah mengajaknya untuk makan. Rein benar- benar berbeda dari wanita lain,ia spesial bagi Kean.
Kean pun melajukan kendaraannya mencari restoran terdekat,namun di tengah jalan Rein meminta nya berhenti. Membuat Kean merasa bingung melihat Rein lebih memilih makan di pinggir jalan.
" Kenapa? di sana makanan nya juga enak,dan tetap higienis" ucap Rein yang sudah paham orang seperti Kean pasti belum pernah makan di tempat seperti ini.
" Makan tuh nggak harus di restoran mewah,dengan kamu makan di sini kamu membantu mensejahterakan rakyat kecil kayak aku" celetuk Rein lalu keluar dari mobil.
Kean pun keluar dari mobil lalu mengikuti Rein, keduanya memesan aneka seafood dan minuman.
" Suasana nya romantis kan?kayak di novel - novel, " sahut Rein lalu meminum orange jus yang ia pesan.
" Iya, it's oke" jawab Kean.
" Oh iya Dok,aku mau kepo nih kenapa dokter bisa putus sama mantan dokter itu?" tanya Rein tanpa takut Kean marah bertanya tentang Sidney kepada nya.
" Panjang ceritanya," jawab Kean sambil menikmati cumi goreng tepung yang baru saja di sajikan oleh pedagang makanan seafood tersebut.
Menurut Kean makanan di sini tidak kalah lezat dengan makanan di restoran ternama,ia baru mengetahui menu yang mereka sajikan sama seperti di restoran.
" Ish,curang dokter sudah tahu kisah aku sama Revan. Sekarang nggak mau bercerita sama aku" protes Rein sambil mengerucutkan bibirnya.
Pesanan mereka pun tersaji lalu Kean pun bercerita sambil menikmati makanan yang ia pesan. Sesekali Rein menyuapi Kean membuat Kean merasakan Rein begitu perhatian kepada nya. Mereka berbincang hingga malam hari sambil bercanda seolah mereka teman lama yang baru saja bertemu.
Kean merasa ia dan Rein memiliki banyak kecocokan,karena bersama Rein ia seakan sedang bercerita dengan mpuss teman chat nya yang membuat nya jatuh hati.
" Dok,nanti anterin saya ke rumah sakit aja ya?" ucap Rein.
" Kenapa?" tanya Kean merasa aneh karena ini sudah malam untuk apa ia kembali ke sana.
" Nggak bisa Rein,ini sudah larut malam. Nggak baik perempuan pulang sendirian,apalagi naik motor" protes Kean posesif.
" Cie..cie posesif kayak pacar beneran " goda Rein lalu tertawa bersama Kean.
" Pokoknya aku anterin kamu ke rumah nggak ada penolakan " tegas Kean.
" Iya deh".
Sementara itu di apartemen Dona saat ini Edo sedang menemani Dona mengurus anak-anak ibu Juleha. Asisten rumah tangga Dona mendadak pulang karena ada hal penting membuat Dona kerepotan mengurus kedua anak itu,untung nya jam kerja Edo sudah berakhir sehingga ia dapat membantu Dona.
Saat ini Edo sedang memasak untuk Dona dan anak-anak ibu Juleha. Terpaksa Edo yang memasak karena Dona tidak bisa memasak.
" Kamu harus belajar masak Don,nanti kalau kamu menikah suami kamu mau di kasih makan apa?" ucap Edo menasehati Dona sambil tangannya sibuk dengan masakan.
" Ya,aku cari suami kayak Dokter Edo aja. Jadi aku cuma bisa melihat suami ku masak seperti ini" celetuk Dona membuat Edo menjadi salah tingkah mendengar ucapan Dona.
" Kalau semua di lakukan suami kamu kerjaan nya apa dong?" tanya Edo setelah ia mematikan kompor.
" Kerjaan aku membuat nya merasakan kenikmatan yang tiada tara" bisik Dona tepat di telinga Edo membuat Edo semakin cenat-cenut di buat nya.
Oh astaga wanita itu malah tersenyum nakal kepada nya,ingin rasanya Edo menerkam nya saat ini juga. Edo pun menuangkan makanan nya ke atas piring. Dona membantu nya menyiapkan nasi untuk mereka makan.
" Lusa ibu Juleha sudah dapat kembali ke rumah nya,jadi kamu nggak akan kerepotan lagi" ucap Edo sambil menyuapi salah satu anak ibu Juleha.
" Oh aku pasti akan merindukan mereka" Dona terlihat sedih sambil menatap dua bocah yang sudah beberapa hari ini tinggal bersamanya.
" Iya,kami pun pasti akan rindu Tante" ucap Rina si cantik nan imut anak bungsu ibu Juleha.
" Terimakasih om dan tante mau menjaga kami selama ini" sahut Riko sang kakak.
Dona merasa terharu,Edo mengusap pelan punggung tangan Dona.
" Maka nya cepet cari pasangan,biar kamu bisa punya anak juga kayak mereka" kata Dokter Edo sok menasehati padahal hati nya yang menginginkan Dona.
" Yuk buat,dok" celetuk Dona membuat Edo tersedak.
Uhukk uhukk!!
Wanita ini benar-benar membuat Edo gundah gulana dengan santai nya ia tersenyum manis sambil mengerlingkan sebelah mata nya kepada Edo.
.,.......
Jangan lupa like komen dan vote