OPERATION LOVE

OPERATION LOVE
Saingan Kean



Rein merasa bersalah karena ia terlalu mengabaikan Kean,ia tidak membiarkan Kean menjelaskan semua nya. Rein melangkahkan kakinya menuju ruangan Kean,ia rasa sebaiknya mereka berbicara baik- baik agar tidak terjadi salah paham.


Namun ketika ia membuka pintu ruangan kekasih nya itu sedang asyik bercanda dengan mantan yang susah membuat nya move on. Rein merasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi dengan Kean. Ia malas berurusan dengan pria yang masih berhubungan dengan masa lalu nya.


Rein menutup kembali pintu ruangan Kean ketika Kean melihat nya.


" Astaga salah paham lagi nih dia," ucap Kean frustasi. Ternyata membujuk wanita saat sedang cemburu begitu sulit,Kean menatap Sidney yang saat ini sedang menertawakan nya.


" Kejar sana," ucap Sidney di sela tawa nya.


Kean bergegas mengejar Rein,Sidney hanya bisa menatap kepergian Kean keluar dari ruangan. Sebenarnya ia masih mencintai Kean,namun ia tidak boleh egois memisahkan dua insan yang saling mencintai. Percuma juga apabila ia memaksakan Kean agar tetap bersama nya apabila di hati nya hanya ada Rein.


Kean mencari keberadaan Rein kesana-kemari namun ia tidak berhasil menemukan nya. Tiba- tiba saja pandangan mata Kean kini tertuju kepada Rein yang saat ini sedang berjalan berdampingan bersama Dokter Bagas dan Dokter Revan.


Ia mendengus kesal,mengapa dua pria tidak tahu diri itu terus-menerus menempel kepada kekasih nya.


Tak lama kemudian terdengar suara panggilan darurat untuk para dokter karena mereka kedatangan banyak pasien saat ini. Kean dan yang lainnya bergegas menuju instalasi gawat darurat. Rein dan Bagas berlari keluar rumah sakit menuju ambulans yang baru saja sampai. Mereka membantu para tim medis membawa pasien menuju ruang gawat darurat.


Kean mulai mendiagnosa pasien yang memiliki luka dalam. Sementara pasien yang memiliki luka ringan di tangani oleh Aldi dan Edo. Sidney membantu Rein dan Bagas menangani pasien lainnya. Siang ini mereka mulai kembali di sibukkan dengan tugas mereka masing-masing.


Siang hari nya Rein makan siang sendiri di rumah makan yang tak jauh dari rumah sakit. Ia sengaja makan di sana menghindari kejaran tiga pria posesif yang terus-menerus menempel pada nya. Siapa lagi kalau bukan Kean kekasih nya,Revan mantan nya dan Bagas pria yang baru saja ia kenal.


Tanpa sengaja Rein bertemu seorang wanita tua yang sejak tadi berdiri di dekat pintu masuk. Rein melihat wanita tua itu sepertinya ingin makan namun ia tidak memiliki uang.


Rein bangkit dari duduknya lalu mengajak wanita tua itu masuk ke dalam rumah makan tersebut. Banyak pasang mata melihat Rein yang mau saja membawa wanita tua dekil ke dalam.


" Nenek mau menemani ku makan siang?" tanya Rein sambil mengulas senyum.


" Kebetulan nenek lapar sekali nak," ucap wanita tua itu.


" Kalau begitu makan lah bersama ku nek,aku pesan kan satu lagi untuk nenek ya," ucap Rein lalu memesan makanan yang sama untuk nenek tersebut.


" Jangan menyesal ya nak,makan nenek banyak," cetus nenek tersebut.


" Nggak apa-apa nek,makan sebanyak apapun di sini nggak akan menguras dompet," bisik Rein lalu terkekeh membuat nenek tersebut tidak lagi canggung dengan Rein.


Tak lama kemudian Rein begitu terkejut ketika melihat tumpukan piring yang banyak. Nenek tersebut berhasil menghabiskan banyak makanan seperti orang. yang sudah lama tidak makan.


Nenek itu tersenyum sementara Rein saat ini sedang mengingat ada berapa lembar uang yang berada di dalam dompet nya. Mereka kembali berbincang membicarakan resep masakan karena keduanya sama-sama suka memasak.


" Nek,rumah nenek di mana? nanti Rein antar mumpung Rein masih memiliki waktu istirahat setengah jam lagi. Tapi Rein nggak punya mobil,naik motor saja ya," ucap Rein lalu tertawa kecil.


" Tidak masalah nak,nenek senang bisa dekat bersama dengan mu," ucap nenek itu lalu melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan,Rein membayar pesanan mereka . Nenek melihat ada black card di dalam dompet Rein. Namun ia memakai uang milik nya,nenek itu merasa heran mengapa Rein tidak memakai nya.


" Kamu banyak uang ya,itu kan kartu orang-orang kaya," sindir nenek tersebut.


" Terus kenapa nggak di pakai?" tanya nenek itu kepo.


" Aku masih pacar nya belum berhak memakai nya karena belum menjadi istrinya," celetuk Rein lalu terkekeh membayangkan ia menikah dengan Kean.


Setelah membayar pesanan mereka Rein dan nenek berjalan menuju sepeda motornya. Ia membawa nenek itu pulang ke rumah nya,awal nya ia biasa saja. Namun lama kelamaan jalan menuju rumah nenek tersebut seperti nya tidak asing bagi nya.


" Nenek bener ke sini?" tanya Rein penasaran.


" Bener neng,itu masuk ke mansion keluarga Adhitama," teriak nenek tersebut.


Rein menghentikan kendaraan nya,ia menoleh ke belakang. " Nenek kerja di situ?" tanya Rein merasa iba mengapa nenek tua ini bekerja di rumah besar itu.


" Ayo masuk saja nak," ajak nenek itu.


" Nek,lebih baik nenek berhenti bekerja saja. Kasihan nenek sudah tua harus bekerja," celetuk Rein membuat nenek ingin tertawa mendengar ucapan gadis di depannya.


Pantas saja semua orang memihak kepada nya,gadis ini memiliki pesona tersendiri membuat mereka langsung menyayangi nya.


" Nanti yang ngasih makan nenek siapa? kamu liat kan tadi nenek makan banyak?" tanya Oma Erika masih senang mengerjai Rein.


Ya,nenek tua itu adalah Oma Erika yang menyamar menjadi nenek tua dekil. Ia penasaran mengapa semua anggota keluarga nya menyukai gadis ini. Kini ia tahu mengapa mereka semua begitu menyayangi Rein.


Gadis ini tampil apa adanya,ia tidak memandang rendah semua orang. Ia menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan nya. Ia pun cepat sekali akrab dengan orang baru ia kenal.


Kini keduanya sudah sampai di depan mansion keluarga Adhitama. Rein memegang tangan wanita tua itu.


Rein menekan bel di dekat pintu,tak lama kemudian Bunda Nichole membuka pintu tersebut ia begitu senang ketika ia melihat Rein datang ke mansion. Bunda Nichole melirik wanita tua di samping Rein,wanita tua itu nampak familiar namun mengapa dandanan nya seperti itu.


" Assalamualaikum Bunda," ucap Rein lalu mencium punggung tangan Bunda Nichole dengan sopan.


" Waalaikumsalam sayang," jawab Bunda Nichole tersenyum kepada Rein.


Pandangan Bunda Nichole terus menatap nenek tua yang bersama Rein.


" Bunda nenek ini boleh ya berhenti bekerja di sini, kasihan dia sudah tua harus bekerja. Biar Rein saja yang menggantikan nggak apa-apa," celetuk Rein membuat Oma Erika tergelak tawa.


Ketika melihat nenek itu tertawa kini Bunda Nichole mengetahui siapa wanita tua itu.


" Oma?" tanya Bunda Nichole membuat Rein auto terkejut lalu menengok ke arah nenek yang saat ini sedang tersenyum nakal kepada nya.


........


Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕