
Rein positif terjangkit penyakit yang sama seperti pasien yang lain. Kean saat ini sedang memutar otaknya agar ia dapat menciptakan obat antivirus yang lebih ampuh dari vaksin yang kemarin ia buat. Obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut,agar tidak ada lagi korban. Vaksin yang kemarin hanya lah untuk mencegah virus menyebar. Selama dua hari ia melakukan riset bersama tim nya.
Rein di rawat oleh Riska dan juga Dirga, setelah dua hari Kean berhasil menemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Ia bergegas menghampiri Rein,Kean dengan telaten menyuntikkan obat antivirus tersebut kepada Rein.
Sidney yang sejak kemarin menyusul Kean melihat betapa Kean mencintai Rein. Ia benar-benar kehilangan Kean,cinta Kean kini bukan lagi untuk nya.
Pertama kali ia melihat Kean rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk seorang wanita bahkan kepada nya pun Kean belum pernah seperti ini.
Sidney menitikkan air matanya lalu berjalan memasuki mobil nya. Ia memilih untuk kembali ke kota daripada harus menyaksikan hal itu.
Aku terlambat!! kini Kean memiliki cinta yang baru. Kini aku harus apa? aku tidak mungkin merusak hubungan mereka.
Dokter Bagas tidak menyukai ketika Kean mengambil alih semua nya. Bahkan ia melarang Bagas menemui Rein,Revan kembali ke kota karena jumlah pasien sudah mulai berkurang.
" Kau siapa nya Dokter Rein melarang ku untuk bertemu dengannya?" tanya Dokter Bagas dengan ketus.
" Saya Calon suaminya oleh karena itu jangan berusaha mendekati istri masa depan saya," ketus Kean lalu pergi meninggalkan Dokter Bagas yang kini menatap kepergian nya dengan wajah kesal.
Ia tidak menyangka Dokter Rein sudah memiliki kekasih,ia pikir saingannya untuk mendapatkan Rein hanya Dokter Revan saja. Ternyata saingannya yang satu ini lebih berat membuatnya semakin penasaran untuk mendapatkan Rein.
Selama beberapa hari Kean merawat Rein,tak lupa ia pun menjaga kesehatan agar ia tidak terkena virus itu. Pasien lainnya pun perlahan mulai membaik berkat usaha dan kegigihan Kean dan yang lainnya.
Rein membuka matanya perlahan,ia melihat Kean yang tertidur di samping nya. Kean tertidur sambil duduk di sebuah kursi dekat ranjang dengan tangan yang menopang wajahnya. Rein sangat yakin,Kean selalu menjaga nya selama ia sakit.
" Mbing," panggil Rein masih melemah.
Mendengar suara Kean memanggilnya ia membuka mata nya perlahan,ia tersenyum ketika melihat Rein sudah sadar. Kean membenarkan posisi duduknya,lalu menaruh punggung tangannya di atas kening Rein.
" Gimana sayang udah enakkan?" tanya Kean begitu mesra.
Rein mengangguk kan kepalanya perlahan," Hmm iya," jawab Rein.
" Makasih,kamu pasti capek ya jagain aku," ucap Rein sungkan.
" Aku nggak capek, selama itu demi kesembuhan kamu," jawab Kean lalu mencium punggung tangan Rein. Ia bersyukur keadaan Rein sudah membaik.
" Pasien lainnya gimana?" tanya Rein yang masih saja memikirkan orang lain.
Kean memesan kan makanan untuk Rein via telepon. Ia tersenyum lalu menutup panggilan telepon nya. " Semua sudah membaik sayang, jangan pikirkan yang lain. Fokus dengan kesembuhan mu dahulu," ucap Kean lalu duduk di kursi yang berada di dekat ranjang.
Rein merasa bahagia sekali ketika ia mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Kean. Oh astaga apa kini ia dan Kean resmi menjadi kekasih sungguhan bukan pura- pura lagi.
Kean mengusap puncak kepala Rein,ia lalu mengecup kening Rein dengan sayang.
" Kamu berhasil menemukan obat nya?" tanya Rein.
Kean hanya menjawab dengan anggukan kepala,ia lalu teringat akan sesuatu yang ingin ia tanya, kepada Rein.
" Yank,itu Dokter yang suka deket - Deket kamu siapa?" tanya Kean mulai cemburu.
" Siapa? Deket sama aku?" tanya Rein merasa kebingungan.
" Ganteng nggak?" tanya Rein membuat Kean sedikit kesal.
Rein pun membenarkan posisi nya menjadi duduk dengan bantuan Kean. " Oh jadi dia ganteng menurut kamu?" sindir Kean semakin kesal ketika Rein malah tersenyum.
" Itu lho Dokter Bagasi," ketus Kean sambil mengerucutkan bibirnya.
" Oh Dokter Bagas,dia emang kenapa?" tanya Rein sambil terkekeh melihat ekspresi cemburu Kean.
" Mesra banget manggil Bagasi,selama aku belum kesini kamu deket-deket dia ya?" tanya Kean mulai posesif.
" Astaga,kamu posesif banget. Iya lah Deket orang kita kerja bareng," jawab Rein.
Tak lama kemudian makanan yang di pesan oleh Kean di bawa masuk oleh Dirga setelah ia meminta izin masuk sebelum nya.
" Terimakasih Dir,taruh saja di meja," ucap Kean.
Kean menatap Dirga yang masih berdiam diri di dekat makanan yang ia bawa. " Kamu nunggu apa? kenapa belum keluar?" usir Kean.
" Dih!! Dokter mentang- mentang udah baikan,aku di usir gitu aja. Aku juga kan khawatir sama Dokter Rein," cibir Dirga.
" Iya kamu nyebelin," ucap Rein kepada Kean. Rein lalu tersenyum kepada Dirga," Makasih ya,Dir" ucap Rein lalu mengulas senyum.
" Beda ya,kalau yang buat penawar nya pake cinta dan kasih sayang cepet banget sembuh nya," sindir Dirga kepada dua insan yang masih malu-malu meong itu.
" Dokter Kean nggak istirahat demi membuat obat itu lho," cerocos Dirga tersenyum lebar.
Rein tersipu malu mendengar ucapan Dirga,ia tidak menyangka Kean melakukan semua itu.
" Bukan karena untuk menyelamatkan Rein saja,semua Dokter pasti akan melakukan hal yang sama demi kesembuhan pasiennya Dirga," jelas Kean lalu di setujui oleh Dirga.
Kean begitu frustasi ketika ia melihat banyak pasien yang kesakitan ketika obat itu belum di temukan.
" Seperti nya tugas kita sudah selesai di sini," ucap Dirga lagi.
" Ya, beberapa hari lagi kita kembali ke kota," jawab Kean lalu menyuapi Rein makanan yang di bawakan oleh Dirga.
Dirga pun pamit undur diri meninggalkan ruang rawat Rein. Kean menatap Rein lalu terkekeh ketika ia mengingat bahwa Rein adalah teman chat nya selama ini.
" Hey!! kucing nakal,selama ini kamu pandai bersembunyi ya. Untung nya aku cepet menyadari kalau itu kamu," celetuk Kean lalu mencubit gemas Rein.
" Hey Pak Dokter,saya masih pasien. Jadi bapak nggak boleh cubit- cubit kayak tadi." Rein pura - pura merajuk.
" Lagian kenapa harus Mpuss sih nama profil nya," protes Kean.
" Aku suka kucing,kalau sekarang suka nya sama kamu," kan kan si mpuss juga ikutan menggombal.
Mengapa virus Kavin kini menyebar di mana- mana.
" I love you Mpuss," ucap Kean lalu mengecup kening Rein.
" I love you too Mbing," balas Rein mengulas senyum.
........
Jangan lupa like komen dan vote bestie đ