
Danial dan Nabila sudah berada di kamar. Nabila yang kesulitan untuk membuka baju pengantinnya meminta tolong kepada Danial.
"Hmm... Kak boleh minta tolong?" Tanya Nabila
"Apa?" Jawab Danial yang sedang memainkan ponselnya di atas ranjang tanpa melirik Nabila
"Tolong bukain ritsleting" ujar Nabila
Danial membuang ponselnya ke atas ranjang, ia langsung membantu Nabila melepaskan ritsleting. Hasrat ingin memakan Nabila semakin bertambah setelah ritsleting itu terbuka dan menampakkan tali bra milik Nabila
"Udah kan kak? Makasih ya" Ujar Nabila
"Iya" jawab Danial dingin
Nabila langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia tak membuka bajunya di hadapan Danial karena tak ingin kehormatannya yang telah ia jaga jatuh ke tangan orang yang tak ia cintai.
Nabila tak henti-hentinya berpikir negatif tentang apa yang akan terjadi pada dirinya sekarang. Ia takut jika malam ini sudah tak perawan lagi, tapi benar yang diucapkan teman-temannya Danial suaminya ia harus melayani apa yang suaminya inginkan jika sesuai syariat islam.
"Arghh mampus gua malam ini" lirih Nabila pusing
Nabila keluar kamar mandi dengan mengenakan pakaian tidur yang biasa ia kenakan. Ia menyisir rambutnya di depan cermin, ia kaget ketika di pantulan cermin Danial sudah berdiri di hadapannya. Ia menelan ludahnya sendiri, ia terus menyisir rambutnya dengan menunduk karena tak ingin melihat wajah Danial yang seolah ingin menerkam dirinya malam ini.
"Ada handuk yang lain? Saya mau mandi" tanya Danial
"Oh i-ya. A-ada" jawab Nabila gugup. Ia langsung berdiri dan mengambil handuk lain dilemari pakaiannya.
"Ini kak" ujar Nabila memberikan Handuk
Danial langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengucapkan terimakasih kepada Nabila
"Makasih-makasih kek, maen nyelonong aja kaya ular sawah" protes Nabila
"Makasih" ujar Danial yang mendengar ucapan Nabila
Nabila kaget, ia jadi malu sendiri. Ia tak sadar kalau volume suaranya tinggi dan hal itu membuat Danial mendengar ucapannya.
Nabila memainkan ponselnya, banyak sekali ucapan selamat atas pernikahannya. Ia mengucapkan terimakasih pada teman-temannya membuat tangannya pegal. Di sisi lain ia mendengar suara keran air yang menyala, ia jadi ngeri sendiri jika Danial menerkamnya malam ini
"Alhamdulillah, masih perawan juga gua malam ini" lirih Nabila
Danial baru saja keluar dari kamar mandi, ia mendengar ucapan Nabila yang terdengar sangat pelan, karena jarak mereka dekat.
"Ha?" Kaget Nabila langsung melirik Danial
Danial hanya memberikan senyum sinis pada Nabila. Itu membuat Nabila ngeri dan langsung naik ke atas ranjang dan menarik selimut menutupi dirinya kecuali kepala berharap agar cepat-cepat tidur
Danial hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya yang terkesan seperti anak kecil. Ia pun langsung menyusul Nabila, ia naik ke atas ranjang dan menarik selimut juga persis seperti yang dilakukan Nabila.
"Ehem... Bil?" Tanya Danial
Tak ada jawaban dari Nabila, Nabila pura-pura tidur.
"Makin leluasa kalau kau sudah tidur" ujar Danial
"Apa?" Jawab Nabila
"Gimana udah siap?" Tanya Danial melirik Nabila
"Ah itu kak anu kak, a-aku haidh kak." jawab Nabila
"Bukannya tadi kamu shalat ya?" Ujar Danial heran karena melihat Nabila Shalat Isya tadi
"Kak, saya masih kuliah semester 1. Masa iya saya harus libur dulu karena nanti saya hamil" lirih Nabila sedih
"Lah, saya mau ngajak shalat pengantin. Emang kalau shalat pengantin bakalan hamil?" Jawab Danial
Nabila menarik napas kasar merasa lega dengan jawaban Danial
"Setelah shalat baru kita mulai" ujar Danial sambil berlalu mengambil air wudhu
Nabila mematung tak percaya dengan ucapan Danial membuat detak jantungnya semakin cepat.
"Hey! Kau mau terus melongo seperti itu. Cepat wudhu" ujar Danial membuat Nabila kaget
"I-iya kak" jawab Nabila gugup
Kedua Insan Allah yang bersatu karena perjodohan yang tak diinginkan, tak saling mengenal sifat masing-masing. Tak ada cinta diantara mereka kedua namun kehidupan yang harus mereka arungi tentang rumah tangga. Mereka berdua percaya bahwa taqdir ini yang terbaik untuknya, mereka berharap kehidupan rumah tangga ini akan menjadi lebih baik kedepannya
"Allahu akbar"
Pasangan yang shalih dan shalehah melakukan shalat sunnah pengantin agar rumah tangga menjadi sakinah, mawadah dan warahmah. Sungguh indah pernikahan yang mengatasnamakan Allah di dalamnya. Malam yang menjadi awal kehidupan mereka berdua agar Allah meridhai pernikahannya.