Not an Illusion

Not an Illusion
Part 12



"Danial-Danial lu sebut gua ********? Ha! Lu lebih ******** daripada gua. Dan lu gak pantes dapetin istri kaya Nabila," batin Rezki


"Hallo, apa yang kau dapat?"


"........"


"Apa kau yakin kalau dia berteman dengan orang-orang itu?"


"........"


"Oke, kirim saja ku tunggu,"


Sebentar lagi dia akan menjadi milikku


"Hey bro apakabar," sapa Nawas


"Lu jomblo sendirian bae," ledek Restu


"Gua lagi santay aja bro, sebelum turun job lagi," balas Rezki santai


"Holang sibuk mah bebas bro hahaha," tambah Nawas


"Kenapa lu pada di sini, gak ada job?" tanya Rezki


"Gua males kerja, duit gua udah banyak haha," jawab Restu


"Iya gak bro," melirik Nawas


"Hahaha iya dong, sampe tu duit gak bisa ditampung, makanya free dulu sampe duit kita abis," tambah Nawas


"Hahaha halu," ledek Rezki


"Not an illusion but is real," bela Restu


"So Inggris lu," ejak Nawas


"Masa iye lulusan S1 Inggris gua kagak bisa ngomong Inggris," jawab Restu tidak terima


"Marah, marah," ejeknya lagi


"Udah-udah lu pada kek bocah kaya yang gak dikasih beras berantem mulu." Rezki meleraikan


"Bocah dikasih permen bege, kalau beras itu dikasih emak-emak iye gak," melirik Nawas


"Haha tau tuh si bro Rezki, padahal dia udah les semalem sama gua tetap aja ****," ledek Nawas


"Les ndasmu," jawab Rezki


"Hahaha," Nawas dan Restu tertawa lepas


"Eh btw gua mau ngomong serius sama kalian," ujar Rezki


"Ngomong apa?" jawab Restu


"Gini," lanjut Rezki


"Apa!" potong Nawas


"Tau lu maen Apa, apa!" Restu mempraktikan kembali ekspresi Nawas


"Muka gua ganteng, tapi kenapa pas dipraktikin sama lu kek anaknya babon ya?" ledek Nawas


"Masih mending anaknya babon, daripada anaknya bagong," timpal Restu


"Udah!" lontar Rezki


"Dyem lu," ucap Restu dan Nawas serempak


"Woey kapan gua lanjut cerita kalau lu terus kek tom and jerry," tambah Rezki


Restu dan Nawas menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Sorry bro lanjut," ujar Nawas


"Kalau ada yang potong pembicaraan gua, gua sumpel tu mulut pake bohlam," ancam Rezki


"Mana bisa disumpel pake bohlam, kalau bohlamnya gede mana bisss..." Rezki dan Nawas melirik Restu


Tu mata kek harimau yang mau nerkam mangsa aja, mending gua diem daripada abis diterkam mereka. Hups


"Gua khawatir sama kelakuan Danial," ujar Rezki


"Khawatir kenapa?" tanya Nawas


"Emang lu gak tau kalau dia udah nikah lagi?" tanya Rezki


"Lah-lah, kapan sama siapa? tu si Bella dikemanain?" tanya Restu


"Kok gua diundang? Lu diundang gak Res?" tanya Nawas


"Kagak gua juga, lagian siapa yang mau ngundang makluq astrak kek lu Was," ledek Restu


"Mulai." Rezki melirik Restu sinis


"Gua juga gak diundang," tambah Restu


"Loh, gimana sih gua gak paham," tanya Nawas lagi


"Iya nih gua galham," tambah Restu


"Jadi gini Dani itu udah nikah lagi sama anak kuliahan mereka dijodohin sama orangtuanya. Karena takut ada apa-apa sama Nabila kalau publik tau tentang pernikahannya sama Danial makanya keluarga Nabila minta jangan di publikasikan. Jadinya pernikahan mereka itu cuman dihadiri sama kerabat dekat aja," papar Rezki


"Lah kita pan sahabatnya dia," protes Restu


"Gua gak tau soal itu," jawab Rezki


"Bukannya Dani udah nikah sama Bela, terus kenapa orangtuanya jodohin Dani sama yang lain ya?" tanya Nawas


"Orangtua Dani gak tau soal pernikahannya sama Bella," lanjut Rezki


"Bella itu istri sirihnya Dani, karena orangtuanya gak ngizinin Dani sama Bella makanya Dani nikah diem-diem," tambahnya lagi


Berita yang bagus pasti gua dapat bonus lebih dari bos