
Jam pelajaran Dosen killer sudah selesai, akhirnya mahasiswa bisa bernapas lega karena terlepas dari belenggu ketakutan. Mengerjakan tugas yang banyak membuat haus dan perut ingin diisi sampai kenyang. Nabila dan lima temannya berjalan menuju kantin.
"Kalian mau pesen apa?" ucap Naira fokus pada daftar menu
"Gua pengen mie ayam dah," jawab Mala
"Iya gua juga." Adit dan Risman setuju
"Yaudah kita pesen mie ayam aja," ujar Naira memberikan solusi
"Eh bentar, lu mau makan apa Bil?" cegah Mala seketika
Keempat temannya memandang Nabila, menunggu jawaban dari bibir kecil mungilnya.
"Gua?" Nabila menunjuk dirinya
Teman-temannya membuang napas kasar ketika Nabila menjawab pertanyaan Mala.
"Bukan, tapi makhluq yang ada di samping lu," jawab Risman santai
"Jangan bercanda lu Man." Adit memukul pundak Risman pelan
"Iya lu ngomong asal ucap aja, kalau beneran ada gua kabur duluan neh." Mala menatap Risman serius
"Abisnya si Bila gak peka, gedeg gua liat tingkah polosnya," jawab Risman
"Hahaha sorry bro, gua lagi gak fokus tadi. pesenan gua samain aja," ujar Nabila malu
"Oke." Naira memanggil pelayan kantin
"Mba pesan mie ayam 5 porsi." ujar Naira pada pelayan kantin
"Minumnya apa mbak?" tanya pelayan sopan
"Oh iya lupa, bentar," jawab Naira
"Jus alpukat aja deh," ujar Mala melirik semua temannya
20 menit kemudian pesanan datang, semuanya melahap dengan riang karena cacing dalam perut ingin diisi ulang. Terkadang ada saja ocehan diantara mereka, padahal Nabila mengingatkan jangan berbicara ketika makan. Namun tetap saja lisan enggan berhenti walaupun sudah diingatkan. Nabila hanya tersenyum saat mendengar ocehan dari teman-temannya, tanpa sedikitpun mengeluarkan kata. Akhirnya Nabila yang pertama kali selesai makan daripada yang lainnya.
Ia lebih memilih memainkan ponselnya sembari menunggu teman-temannya selesai makan. Bukan chat dari seseorang yang ia tunggu, melainkan berita update yang terjadi di Jawa Barat hari ini.
"Ada aja kejadian setiap harinya," batin Nabila
"Sibuk sama HP, kita di anggap tunggul hui," sindir Naira
"Ahahaha ngak lah, gua lagi liat berita hari ini yang booming." Nabila memperlihatkan ponsel pada teman-temannya
"Kirain lu chattingan sama laki lu," ledek Mala
"Nomornya aja gua gak punya," jawab Nabila santai
"What?" teriak Naira dan Mala serentak
"Lu seriusan kagak pnya kontak laki lu?" tanya Risman tidak percaya
"Iya," jawab Nabila
"Bener-bener lu, nomor laki sendiri kagak punya," ujar Naira geleng-geleng kepala
"Namanya juga gak saling cinta," ledek Mala
Ketiga teman Nabila tertawa, tetapi tidak dengan Adit. Wajahnya seketika berubah ketika membicarakan suami Nabila.
Aditya Huda Ardiansyah lebih tua 1 tahun dari Nabila, ia dan Nabila sudah bersahabat sejak SMK. Waktu yang cukup lama berteman membuat rasa nyaman Adit ketika di samping Nabila muncul sejak kelas 12 SMK. Dia sempat menyatakan perasaanya pada saat acara perpisahan sekolah. Adit yang ketika itu menahan malu karena ditolak secara halus oleh Nabila di depan banyak orang. Adit bisa dikatakan pria idaman di sekolah, ia merupakan kapten basket, perawakannya bak tentara, wajahnya blasteran Indonesia- Belanda, kulitnya putih mulus dan suaranya juga merdu ketika bernyanyi. Banyak yang menyayangkan keputusan Nabila menolak Adit, tapi ada juga yang senang karena banyak wanita yang menyukai Adit juga banyak pria yang menyukai Nabila. Akhirnya waktu perpisahan itu bukan hari patah hati sedunia tapi hari patah hati Aditya Huda Ardiansyah.
Adit belum sepenuhnya move on dari Nabila, walau dulu ia ingin menjauhi Nabila tapi taqdir berkata lain tanpa disengaja mereka sekolah di universitas yang sama. Padahal tidak direncanakan karena komunikasi keduanya putus setelah kejadian penolakan waktu perpisahan. Sekarang Adit dan Nabila kembali berteman, walaupun tidak seperti dulu namun Adit dapat menerima Nabila. "Nabila akan menikah,". Kata-kata yang membuat hatinya terluka kembali, bagaikan diiris pisau ketika mendengar ucapan sang Mama bahwa Nabila akan menikah karena dijodohkan. Mulai saat itu, ia menerima kenyataan bahwa Tuhan berkata lain mengenai perasaannya pada Nabila.
Jangan lupa like ya guys
Komentarnya ku tunggu selalu😍