
Hembusan angin menyapa, matahari sudah mulai bersembunyi, cahaya lampu menerangi setiap jalan, membuat seorang lelaki dengan wajah sedikit takut dapat berjalan menuju kamar, jaemin membayangkan apa yang akan terjadi nanti saat di kamar. Jaemin membuka kamar pelan, dan melihat jeno berada di meja belajar, iya berjalan pelan menuju ranjang birunya, "kau sudah makan?" Jeno menatap jaemin dengan wajah tersenyum ramah, jaemin berfikir, apakah jeno takut dengannya karena dia tingkat S, sehingga dia tidak bisa menyerang. "Aku ingin tidur" jaemin tak suka jeno baik padanya hanya karena dia tingkat S. "Makanlah makanan yang sehat, jangan sering minum kopi 6 shot, itu tak baik" jeno mendekati jaemin dan memberi kopi susu serta makanan dari kafe tempatnya bekerja. Ia menaruhnya di kasur jaemin. Jaemin tak memperdulikan jeno, dia tau jeno baik padanya karena takut padanya, atau ingin membuat link dengannya karena dia akan menjadi lebih kuat.
------*------
'Ceklek' Suara pintu tertutup dari luar, membuat jeno bangun dari tidurnya, ia tau jaemin sudah berangkat. Akhirnya dia mandi dan bersiap-siap. Jeno mengambil buku di lemari dekat meja dan melihat ada makanan yang ia kasihkan ke jaemin kemaren malam ada di sampah, "ah dia tak suka nasi goreng buatanku, seharusnya aku suruh laiguanlin yang memasaknya" jeno dengan hati sedikit kecewa keluar dari kamar menuju hutan smrest, karena hari ini akan ada latihan kekuatan.
-----*-----
Jaemin melihat jisung tengah menghafalkan beberapa cara kerja aura, seperti jari telunjuk diarahkan ke lawan akan membuat listrik lurus, jari telunjuk di putar ke atas akan membuat lawan terkunci dan sebagainya. Jisung akan melawan renjun, dan jisung tau renjun adalah orang yang sudah menghafal seluruh perpustakaan sekolah. "Aku lawan siapa jisung?" Tanya jaemin ke arah jisung yang selalu update berita terkini karena berteman dengan chenle si tukang kepo. "Hyung dengan mark hyung" jaemin melihat mark yang dengan santai mengajari haechan tanpa mempersiapkan apa-apa. Jaemin juga tidak faham apa yang akan ia lakukan, akhirnya jaemin mencoba membaca buku tetapi tak ada satu kata pun yang tersimpan di folder otak jaemin. Jaemin menutup buku dengan malas, ia tidak tau apa yang nanti ia lakukan jika mark menyerangnya, "kau mau kubantu" jeno mendekati jaemin dengan senyuman, "tak perlu, aku akan meminta jisung membantuku" jawab jaemin menjauhi jeno. "Kenapa dia" tanya mark yang mendekati jeno ketika jeno nampak memperlihatkan wajah sedih, "aku tak tau kenapa dia seperti itu" jawab jeno dengan wajah lesu. Henry saem datang membawa buku dan smopadnya. "Ayo kita mulai pelajaran hari ini, kita akan mencoba cara menyerang menggunakan kekuatan kalian, pertama mark dan jaemin" mark dan jaemin maju mendekati henry saem dan saling berhadapan, "jangan terlalu gugup, santai saja," mark tersenyum menghadap jaemin, membuat jaemin merasa tenang. Mark mengangkat tangannya dan menyerang jaemin, listrik berwarna hijau neon berputar-putar mengelilingi jaemin, jaemin yang melihat cara mark membuat serangan juga mencoba hal yang sama, jaemin tidak menyerang mark dia membuat gumpalan lampu neon dan membentuk kelinci kecil, "waw luar biasa" jaemin tersenyum ceria saat melihat kelincinya berlari-lari di udara, berputar-putar mengelilingi mark, dan membuat mark tidak konsentrasi, hingga serangan mark hilang begitu saja, saat mark berhenti menyerang jaemin, kelinci tersebut juga menghilang diudara. "Bagaimana kau bisa melakukannya? Bukankan yang bisa membuat karakter adalah mereka generasi pertama?" Tanya chenle penasaran. Generasi pertama adalah mereka yang masuk sistem neo sebelum perubahan peraturan sistem 5 tahun yang lalu. "Siapa dia sebenarnya?" Bisik renjun ke haechan, haechan tak menjawab dan hanya menatap jaemin datar.
-------*-------
Jaemin bersama anak dream pergi ke kantin untuk istirahat, jaemin duduk dekat jisung, samping jisung ada chenle dan renjun, di depan mereka ada haechan, mark dan jeno.
"Kau mau pesan apa jaem?" Tanya renjun ke arah jaemin, "aku akan menunggu jaehyun hyung" jawab jaemin dengan senyum, ia tak punya uang untuk membeli makanan, dia tak enak jika ditraktir dengan teman barunya yang belum satu minggu kenal. "Jaehyun hyung mengatakan padaku untuk memberimu makan, dia sedang di bumi saat ini, cepatlah" renjun tau jaemin masih belum memiliki kartu BM, itu sebabnya dia berbohong tentang jaehyun agar jaemin mau makan, "oh ya, aku mau makan apa saja yang enak" jawab jaemin semangat. Yang lain sudah memesan makanan dan kembali duduk. Meja jisung tertulis 13, jeno 11, mark 9, haechan 10, chenle 17, renjun 15 dan jaemin tertulis angkay tapi buram, sama seperti pertama kali dia duduk di kantin. "Hyung idmu kenapa buram?" Tanya jisung melihat meja jaemin. "Aku tak tau, saat pertama kali aku duduk dulu juga seperti ini" jawab jaemin tanpa berhenti makan nasi ayam yang dibelikan renjun. "Renjun hyung, kenapa seperti ini, id jaemin hyung?" Tanya jisung yang selalu penasaran, efek bertaman dengan si tukang kepo. "Aku tak tau, dulu aku pernah membaca jika seseorang mulai tidak percaya dunia mystic maka id mereka akan memburam" renjun berfikir dengan masih mengunyah makanan. "Ah hyung mungkin kau masih belum percaya, nanti kalu sudah percaya pasti akan jelas idmu" ucap jisung dengan senyuman membuat jaemin juga tersenyum.