
Langit mulai menggelap, matahari mulai bersembunyi, tumbuhan mulai menghirup oksigen, suhu udara mulai turun, dan suara hewan malam mulai terdengar.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?" Bentak jeno.
"HEI JANGAN MEMBENTAK KEKASIHKU" balas bangchan tak terima,
"Hyung keluarlah, aku akan berbicara dengannya" ucap sungmin dengan melihat ketua strayk dengan senyuman,
"Jeno kau tau apa yang aku lakukan jika kau menyakitinya" ucap bangchan penuh penekanan dengan aura intimidasi berwarna merah terang, sedangkan jeno juga mengeluarkan aura intimidasi warna hijau neon,
"Jeno tenanglah" ucap sungmin saat melihat bangchan sudah keluar dari ruang kesehatan,
"Kau apakan jaemin?" Tanya jeno dengan nada sedikit bergetar,
"Aku hanya membantumu" ucap sungmin santai, sungmin adalah siswa tingkat S, ia sama sekali tak terpengaruh dengan aura jeno,
"Apa maksudmu?" Tanya jeno mulai dengan nada santainya,
"Kau tau jeno, aku ingin membantumu agar jaemin bisa kembali, tapi karena lelaki emosi yang kau buat marah tadi sudah tau, aku tak bisa membantumu lebih" sungmin melihat jaemin tertidur di atas kasur kesehatan,
"Apa dia bisa mengingatku lagi?" Tanya jeno,
"Siswa tingkat S itu sangat kuat, kita sangat tenang hingga membuat aura kita tersimpan dengan baik, aku yakin dia bisa kembali" ucap sungmin melihat jeno,
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya jeno dengan memegang tangan jaemin,
"Carilah orang yang melakukan link dengannya" ucap sungmin,
"Aku yang melakukan link dengannya" jawab jeno,
"Selain dirimu, pasti ada yang lain, dia melakukan link dengan orang yang salah, sehingga ingatannya masih terkunci" ucap sungmin dengan nada tenang,
"Apakah mark?" Tanya jeno,
"Kau mencurigai saudaramu sendiri?" Tanya balik sungmin,
"Aku tak bisa menganggapnya kakak setelah hari itu, aku selalu mencurigainya, hingga jika aku tidur auraku selalu melukainya" ucap jeno dengan wajah tak bisa diartikan,
"Kau tak tau siapa munsuhmu sebenarnya jeno, cari tau dengan diam-diam adalah solusi terbaik" ucap sungmin memperingati,
"Terimakasih" balas jeno,
"Aku akan memberitahumu satu hal, terakhir aku melihat jaemin adalah ketika penutupan KP lima tahun yang lalu, ia mengatakan hatinya selalu disimpan di gelang miliknya, aku tak faham maksudnya, tapi ia sering mengatakannya padaku" sungmin nelihat jeno,
"Aku akan pergi, aku akan berdoa agar kau selalu berhasil, dan kau bisa tanyakan teman kafemu itu, bagaimana ia bisa masuk mystys, itu sangat aneh, bagaimana ia bisa masuk padahal ia sedang dihukum" ucap sungmin dan keluar dari ruang kesehatan.
----*----
Jaemin membuka mata, merasakan tangannya digenggam oleh seorang lelaki yang tidur dengan kepala di atas kasur dan tubuh duduk melengkung, "jeno" ucap jaemin dengan suara pelan, kepala tersebut mulai bergerak dan memperlihatkan lelaki tampan dengan mata sipit yang membuka sedikit, "kau sudah bangun?" Jeno berdiri, "minumlah terlebih dahulu" jeno mengambil gelas berisi cairan coklat dan disodorkan ke arah jaemin, "aku akan mengambilkanmu makan, tunggulah" ucap jeno dengan tubuh akan beranjak dari duduknya,
"Jaemin kau baik-baik saja?" Jeno kembali duduk,
"Aku tak mau sendiri" jawab jaemin dengan memegang erat tangan jeno,
"Aku tak pernah pergi nana, aku selalu disampingmu" jeno mendekati jaemin,
"Tidurlah, jika kau masih lelah" lanjut jeno dengan memijat tangan jaemin pelan hingga jaemin mulai terlelap dalam tidurnya.
"Siapa yang mengunci ingatanmu na jaemin? Kau selalu membuatku lelah" ucap jeno pelan dengan wajah datarnya.
-----*-----
"Hyung aku ingin berbicara" jeno mendatangi kamar jaehyun dengan wajah datarnya,
"Ada apa?" Tanya jaehyun mulai was-was, karena jeno mengeluarkan aura kuat,
"Aku yakin jaemin pernah dekat dengan lelaki selainku, dia membagi link dengan yang lain, katakan siapa yang pernah kau lihat di taman itu?" Tanya jeno dengan wajah marahnya,
"Aku tak melihat siapapun" jawab jaehyun dengan sedikit tegang,
"Kau yakin kakak ipar?" Tanya jeno dengan senyum menakutkan, membuat jaehyun yakin jeno akan menyakiti kekasihnya karena menekan kata 'ipar',
"Aku melihat sungmin bersamanya" jawab jaehyun jujur,
"Ah ternyata benar, ada sangkut pautnya dengan anak strayk" jeno tersenyum,
"Kau tak bisa menyimpulkannya seperti itu, sungmin adalah sahabat jaemin sejak lama" ucap jaehyun dengan mata menyesal campur takut,
"Kau tak perlu ikut campur, lakukan saja apa yang kusuruh" ucap jeno dengan meninggalkan jaehyun yang ada di depan kamar,
"Dia menakutkan" ucap jaehyun lirih.
-----*-----
Jaemin memakan makanan yang dikirim haechan padanya, sayur lodhe dengan ayam opor dan udang, "ternyata haechan pintar memasak" ucap jaemin dengan memasukkan lontong sayur kedalam mulutnya, "dia dulu tak bisa masak, tapi dia berusaha mengalahkan temannya yang pintar masak jadi dia belajar dengan tekun" jawab jisung yang ikut menikmati lontong lodhe, "jisungie, apakah kau percaya aku pernah ke mystys dulu?" Tanya jaemin ke pada jisung, yang membuat jisung berhenti makan, "maksudnya?" Tanya jisung kembali, "banyak yang mengatakan aku pernah ke dunia mystys dulu, kemudian aku lupa karena sesuatu dan tak bisa kembali" ucap jaemin dengan mengerokoti tulang ayam, "kau percaya?" Tanya jisung, "aku tidak terlalu percaya, tadi saat tidur, aku mimpi indah bersama almarhum kedua orang tuaku dan saudaraku" jelas jaemin dengan antusias,
"Apa di dalam mimpimu saudaramu laki-laki?" Tanya jisung pada jaemin, "aku tak melihatnya dengan jelas tapi aku sangat senang, di dalam mimpiku aku hanya diam di ayunan tapi hatiku sangat senang" "kau merasa bahagia?" Jisung melihat mata jaemin, "ya, aku merasa bahagia" jawab jaemin, "seharusnya dia tak bisa merasakan apapun, aneh" ucap jisung pelan kemudian menggelengkan kepala tak ingin memikirkannya lebih lanjut.
"Hyung, lusa kau akan lomba game aura kau tau?" Jisung bertanya dengan menumpuk piring yang sudah kosong, "aku tau, kenapa?" Tanya jaemin dengan membersihkan tangannya dengan tisu basah, "lebih baik kau selalu ada di samping sungchan" jawab jisung dengan melihat ke arah pintu, "iya aku tau, aku tidak bisa menyerang, tapikan aku tidak bisa diserang" jawab jaemin yakin, "hyung kau bodoh sekali, belajarlah sekali-kali, tingkat S itu bisa mengendalikan emosi, bukan anti serangan, siapa yang ingin menyerang akan turun emosinya ketika kau mengeluarkan auramu, trus bagaimana kalau yang menyrang tak memiliki emosi, kau tak akan bisa" jelas jisung, "emang ada yang tidak memiliki emosi?" Tanya jaemin, "kau tak tau renjun hyung ke 2 tak memiliki emosi" kata jisung dengan menunjukkan angka dua dengan tangannya, "renjun ke dua, maksudnya?" Tanya jaemin bingung, "hyung kau kemana saja, kau tak tau renjun hyung punya dua kepribadian, dia bipolar" jelas jisung dengan wajah tak menyangka, info sepenting ini jaemin tak tau, "renjun bipolar?" Ucap jaemin tak percaya, "hyung aku mohon, nanti ketika lomba game aura kau harus dekat dengan sungchan selalu, jangan sampai kau berada jauh darinya" ucap jisung dengan wajah serius, "kan ada jeno, pasti dia juga akan membantuku" jawab jaemin percaya, jisung diam sejenak,
"Tapi dulu dia tak membantumu" ucap jisung sangat pelan,
"Apa?" Jaemin mendekat,
"Lupakan hehe" jisung tersenyum kikkuk.