
€Sisi jaemin€
Suara patahan tangkai pohon bergema di setiap sisi, udara dingin memaksa masuk ke dalam tubuh, Daun meneteskan air embun pagi yang menggumpal, cahaya pagi memaksa kelopak mata membuka kehidupan, aku bangun dari tidurku, disamping kanan ada jeno dan sungchan yang masih setia menutup tubuhnya karena dinginnya suhu di udara pagi, aku berdiri berjalan mendekati sungai yang tak jauh dari tempat istirahat kami, kumasukkan kedua kakiku dan aku duduk di atas batu besar yang ada di tepi sungai, aku bermimpi sangat aneh, aku berciuman dengan mark di sungai ini, aku tak tau mengapa aku sangat tidak nyaman, walau itu hanya mimpi, tapi aku merasa itu nyata, aku juga berbagi link dengan mark dimimpiku, ah apakah itu hanya perasaanku saja, tapi saat aku berciuman dengannya aku merasa tenang, apa benar aku tak mencintai jeno, apakah dulu aku mencintai mark?.
------*------
€penulis
Seluruh peserta game aura harus menumbalkan 1 orang untuk menjadi harta utama yang disebut pusat sistem (PS), 1 orang ps harus memiliki point terbesar, dan jika seorang ps kehabisan poin maka tim akan tereliminasi, dan jika ps memiliki poin lebih kecil dari peserta lain dalam 1 tim maka peserta lain harus memberika pointnya pada ps hingga ps memiliki angka terbesar.
"Jeno hyung kau akan jadi PS?" Tanya sungchan pada jeno yang sudah memakan makanan sisa kemaren dengan jaemin,
"Jaemin saja, aku lebih suka menjadi guardian" ucap jeno mulai memegang tangan jaemin dan mentransfer pointnya,
"Jen maafkan aku" ucap jaemin dengan melihat alat pointnya berubah dari 21 menjadi 28, sedangkan sungchan dan jeno memiliki point 21,
"Untuk?" Tanya jeno,
"Semuanya" ucap jaemin dengan wajah tak bisa diartikan, jaemin tak tau mengapa ia merasa bersalah kepada jeno, tak tau karena poin yang dicari jeno habis karena kecerobohannya, atau karena kesalahannya dimasa lalu,
"Its okay, sekarang kita pergi mencari point, baru kemudian ke goamu menemui ichil-ichilmu" ucap jeno semangat,
"Jaemin hyung punya ichil?" Tanya sungchan kaget,
"Awas jika kau laporkan ke jungwoo hyung" balas jaemin dengan memukul kecil punggung sungchan,
"Santai saja hyung, aku tak akan melaporkannya, tapi hewan ichil tidak semudah itu dipelihara bukan?" Tanya sungchan pada jaemin,
"Sudahlah ayo cari point, aku tak mau kalian melakukan hal yang tak berguna seperti kemaren" ucap jeno dengan berjalan mendahului,
Mereka berjalan mendekati sebuah keramaian seperti ada acara saling serang beberapa sistem, jeno menyuruh semuanya bersembunyi dan melihat situasi,
"Hyung apa kita tak ikut menyerang" tanya sungchan sudah menyiapkan aura hijau di tangannya,
"Hei kau jangan gegabah, kita harus tau situasinya agar kita mudah mengalahkan mereka" ucap jeno mengintip pertempuran 5 sistem sekaligus,
Ada lima sistem yang saling serang, sistem itz, sistem treas, sistem tx, sistem kep1 dan sistem strayk.
"Sungchan kau tau sistem-sistem itu? Aku hanya tau kekuatan traes yakni pengendali cuaca, strayk suara, dan tx pengendali batu, aku tak tau dua sistem tersebut" ucap jeno dengan penasaran apa kekuatan 2 sistem tersebut,
"Itz pengendali air" ucap jaemin yakin,
"Kau, darimana kau tau?" Ucap jeno curiga,
"Kep1 pengendali rasa" ucap sungchan dengan melihat ke arah kep1 yang menyerang traes.
"Pengendali rasa? Wah ternyata ada yang meneruskan sistem yang sudah bubar itu" ucap jeno yakin jika mncool pasti menciptakan sistem yang memiliki kekuatan sama dengan w1, karena kesuksesan w1 saat itu,
"Trus apa yang harus kita lakukan?" Tanya jaemin,
"Menurutku kita akan sulit menyerang pengendali batu, cuaca dan suara, karena mereka tak mempan dengan listrik, tapi air kita bisa mengalahkannya, kita bisa menyalurkan listrik ke air dan mereka yang tersengat" jawab jeno ketika melihat kep1 tumbang dan bunyi mengatakan kep1 gugur, sehingga tak ada yang bisa menyerang mereka.
"Kau sangat jahat jeno, bagaimana kalau mereka yuna, ryunjin dan yeji terkena listrik dan meninggal" ucap jaemin ngeri dan menjauhi tubuh jeno.
"Kau jangan membuatku kesal jaemin, itu jam akan mengontrol sendiri, jika point sudah nol akan langsung pingsan, nggak mungkin sampi mati" ucap jeno memutar bola mata dan tetep melihat ke arah lawan yang terus diserang yakni strayk, dan akhirnya gugur.
"Ah aku punya cara bagaimana kalau kita membantu itz untuk menyerang lawan, bukannya air dan listrik jika digabung akan sangat hebat kekuatannya" ucap sungchan semangat.
"Wah ternyata kau sedikit bermanfaat di sini" ucap jeno dengan mengelus rambut sungchan kemudian mendorongnya ke depan.
"Maksuynya kita bantu itz, kemudian kita serang mereka?" Tanya jaemin.
"Benar hyung" ucap sungchan dengan kepala mengiyakan,
"Iya ayo bantu mereka, tapi jangan sampai mereka tau" ucap jeno dengan mengeluarkan percikan cahaya hijau neon yang mendekati air yang diserang itz ke treas, begitu pula dengan sungchan dan jaemin.
Air itu mengelilingi jihoon sebagai PS, dan jihoon berusaha mengeluarkan aura untuk menahannya, dan berusaha mengendalikan udara panas agar air tersebut menguap, tapi saat air tersebut mengenahi tangan kanannya, aura jihoon langsung berkurang begitu pula pointnya,
"Hyung" ucap haruto berusaha mentransfer point ke jihoon,
"Aku merasa ada aliran listrik di air ini" ucap jihoon bersaha menahan tetapi haruto dan asahi pingsan karena kehabisan point, jihoon pun akhirnya pingsan karena kehabisan point juga,
Ryunjin langsung mengarahkan air ke tx, membantu yuna yang dari tadi menyerang, sedangkan anak tx sudah membuat benteng menggunakan beberapa tumpukan batu, tapi air masih bisa masuk dicela-cala bebatuan tersebut, sobin menurunkan bebatuan dari arah belakang itz, tetapi mereka dengan cepat mengelak ke arah lain, yuna membuat pusaran air dan jaemin memberi aliran listrik tanpa diketahui keduanya, saat air masuk ke cela-cela batu dan mengenai soobin yang berusaha menahan benteng, tumpukan batu langsung jatuh karena sobin sedikit tidak berkonsentrasi, ryunjin yang melihat kesempatan emas langsung mengarahkan serangan ke arah soobin dan sungchan sudah membantunya dengan mengirim aliran listrik, yang membuat sobin langsung pingsan dengan cepat tanpa ada poin yang tersisa, runjin dengan cepet mengetahui adanya warna hijau yang masuk ke dalam pusarannya, sehingga ia mengetahui ada anak neo yang membantunya di sebelah barat, ia langsung mengarahkan air ke arah jaemin, jeno langsung menyeret jaemin kebelakang tubuhnya, dan menyerang balik ryunjin, yuna yang membuat aliran air tanpa putus dengan tangan sehingga jeno langsung menyetrum dengan mudah membuat point yuna yang awalnya 362 menjadi 27 point, ryunjin langsung berteriak ke arah yuna, "jangan menyerang air yang langsung menyentuh tubuh" yuna hanya mengiyakan dengan anggukkan, saat yuna akan membuat air yang memiliki sungchan sudah membuat putaran cahaya hijau mengitari rynjin dan yuna, "kekuatan kita tak sebanding uni" ucap yuna yang pingsan karena kekurangan point, dan saat jeno jaemin membantu sungchan, ryunjin pingsan beberapa detik kemudian.
"Wah point kita banyak" jawab jaemin dengan senang karena point yang ada di jamnya ada 478, dan total mereka mendapatkan 1079 point.
"Ayo kita ke gua mi jaemin" ucap jeno tanpa ada rasa lelah,
"Kau tidak mau beristirahat dulu hyung?" Tanya sungchan dan di setujui jaemin,
"Kita istirahat disana, disini tidak aman, kalian mau kehilangan point lagi?" Tanya jeno dengan wajah serius,
"Ya sudah ayo" ucap jaemin dengan wajah letih berjalan menuju goa persembunyian ichil-ichilnya.